MEMBACA; MEMPERSIAPKAN MASA DEPAN

MEMBACA; MEMPERSIAPKAN MASA DEPAN

MEMBACA; MEMPERSIAPKAN MASA DEPAN

Kampenye Kegemaran Membaca di SMKN 8 Pandeglang

 

Serang - Pada hari Rabu tanggal 29 Januari 2019, Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan Provinsi Banten melaksanakan kegiatan promosi kegemaran membaca di SMKN 8 Pandeglang. Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan minat baca siswa SMA/SMK di Provinsi Banten ini diikuti kurang lebih 50 orang siswa. SMKN 8 Pandeglang yang terletak di Cikoneng, Kecamatan Mandalawangi - Pandeglang merupakan salah satu sekolah yang tengah berupaya untuk meningkatkan kualitas lulusannya agar bisa bersaing, baik itu dalam dunia kerja maupun level pendidikan berikutnya.

Dalam kesempatan ini, Dinas Pepustakaan dan Kearsiapan selain melaksanakan kegiatan diskusi dengan siswa (talkshow), juga melakukan kegiatan Nonton film edukatif, pembinaan perpustakaan serta perpustakaan keliling. Pembinaan perpustakaan dilakukan dengan melakukan sharing informasi dengan pengelola perpustakaan sekolah serta instalasi sistem informasi perpustakaan (inlislite). Sementara diskusi bersama siswa berisi tentang pentingnya membaca bagi siswa, baik dalam mendukukung proses belajar yang tengah dilakukan maupun dalam upaya peningkatan kualitas dan kapasitas siswa untuk menghadapi masa depannya.

Diskusi (talkshow) yang dipandu oleh Chaerunisa (pustakawan DPK Provinsi Banten) dan Evi Syaefudin (Kasi Pembudayaan Kegemaran Membaca DPK Provinsi Banten) itu mencoba memotivasi agar siswa meningkatkan daya baca sebagai bekal dalam mengahadapi tantangan dimasa depan. Menurut dari data BKKBN, pada tahun 2020-2030 Indonesia akan mengalami apa yang disebut Bonus Demografi. Bonus Demografi adalah jumlah Usia Produktif (usia 15-64 Tahun) lebih besar jumlahnya dari usia non produktif (1-14 tahun dan 65 tahun keatas). Disebut bonus demografi karena jumlah penduduk yang ditanggung lebih kecil dari penduduk yang menanggung, artinya kondisi ini diprediksi akan meningkatkan kekuatan ekonomi masyarakat.

Kondisi ideal bonus demografi akan berjalan maksimal manakala masyarakat sudah siap menghadapi perubahan yang terjadi lingkungannya. Peningkatan kualitas dan kapasitas untuk bersaing di dunia kerja menjadi sebuah keniscayaan. Namun kondisi ini akan berubah menjadi bencana ketika usia produktif yang sedang tumbuh tidak siap menghadapi tantangan yang ada didepannya.

Oleh karena itu, mempersiapkan sumberdaya manusia yang unggul menjadi keharusan untuk menghadapi situasi ini. Lembaga-lembaga pendidikan dituntut tidak hanya mampu melahirkan lulusan secara kuantitas, tetapi juga dituntut untuk melahirkan lulusan yang berkualitas dan memiliki daya saing. Pada sisi inilah kemudian budaya baca masyarakat memiliki peranan penting, dalam hal ini membaca diartikan tidak saja membaca teks tetapi juga kemampuan membaca konteks. Dengan budaya baca yang tinggi, diharapkan mampu melahirkan sebuah genarasi pembelajar yang mampu menghadapi tantangan zaman. Karena membaca tidak saja memperluas pengatahuan, tetapi juga akan melatih orang untuk bertindak kreatif karena pembaca yang baik akan memiliki alternatif-alternatif yang digunakan untuk mengambil sebuah tindakan dan memecahkan persoalan.

Seperti yang dikatakan oleh Carol S. Dweck dalam buku “mindset” proses mengembangkan diri lebih penting daripada sekedar bakat. Artinya bahwa perluasan informasi yang dimiliki serta latihan secara kontinyu akan melahirkan generasi-generasi kreatif serta bakat besar akan sia-sia juka tidak ditunjang oleh proses. Kebiasaan membaca akan mampu mengubah bakat menjadi realitas yang bermanfaat. (esa) 

Share :