Bedah Buku : Seperti Bianglala, pada Sebuah Akhir Kita Memulai

Kepada hati yang ringkih selepas ditinggal pergi, 
Kepada ingatan yang mengaduh saat ia kian menjauh, 
Kepada dada yang lebam saat menolak gejolak perasaan, 
Kepada bibir yang gemetar menahan marah, 
Untuk langkah kaki kala mencoba beranjak, 
Untuk cemas yang malu-malu menggoda, 
Untuk rindu yang tiba-tiba menelusup tanpa aba-aba, 
Untuk pipi yang merona merah ketika mencoba, 
untuk kembali jatuh cinta, 
Semoga segera datang cinta, 
tanpa meninggalkan dendam., 
Keikhlasan yang tulus tanpa pamrih, 
dan kerelaan yang tegar tanpa rasa takut.