RAMADHAN ASIK DIPERPUSDA "BUKU SENI DAN REFLEKSI"

RAMADHAN ASIK DIPERPUSDA "BUKU SENI DAN REFLEKSI"

GELAR NGAJI RUMI  "Hijrah Cinta Jalaludin Rumi"

 

SERANG - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPK) Provinsi Banten menggelar pengajian bertajuk "Hijrah Cinta Jalaludin Rumi" bersama narasumber Kepala Madrasah Rumi Bambang Q Anees, Jumat (24/5). Tidak hanya sampai disitu, berbagai pertunjukan dari mulai penampilan majlis orkes yang dipimpin Neddycees serta penampilan puisi dari pegiat sastra Toto Stradik juga ikut memeriahkan acara tersebut.

Pegiat sastra dan puisi Banten Toto Stradik mengatakan, meski baru pertama kali mengikuti kegiatan tersebut, dan kebetulan juga hanya diajak teman-temannya. Ia cukup khidmat mengikuti kegiatan ngaji rumi. "Kegiatan ini sangat menarik pendekatannya, dari sisi puisi yang mendekati dari sisi kehidupan yang bisa jadi bahan perenungan kehidupan publik saat ini," kata Toto. Dikatakan dia, jika memungkinkan, DPK Provinsi Banten perlu kiranya untuk bisa menggelar kembali kegiatan serupa, diskusi-diskusi yang sifatnya tidak terlalu formal dengan mendatangkan para pegiat literasi. "Sebab, publik akan lebih rileks dan segar, serta bisa menyerap sesuatu lebih cepat dengan konsep acara yang dikemas seperti ini," ujarnya. Lanjut Toto, juga bisa mengudang komunitas literasi, baik dari dalam dan luar Banten. "Sebab, di Banten jarang sekali kegiatan seperti ini ditemukan. Mudah-mudahan ini menjadi awal dan bisa menjadi inspirasi bagi kalangan mahasiswa juga di Banten agar bisa membuat kemasan pertunjukan sekaligus juga ngaji beberapa teori yang disampaikan dengan cara yang lebih ringan, namun bisa terserap dengan baik oleh publik," tutur dia.

Sementara itu, Bambang Q Anees menjelaskan bahwa ngaji rumi ini merupakan ngaji tentang cinta. "Jadikan cinta sebagai dasar kita berpuasa, juga sebagai dasar kita ber-Islam. Kalau cinta sudah menjadi dasar itu, tidak ada marahan, tidak ada perpecahan," jelas dia.

Sehingga kegiatan serupa yang cukup mendapat respon positif dari publik ini mesti ditanggapi pihak DPK Banten dengan serius. "Bisa ngaji seperti ini dibuat dengan rutin, sebab ini juga merupakan kegiatan literasi dengan kemasan yang ringan melalui lembaran-lembaran puisi," ujar Bambang.

Lanjut dia, hal ini bisa menjadi ruang bersama dan semoga kedepan bisa berlanjut dengan kemasan yang lebih menarik serta lebih banyak pihak yang terlibat. "Dengan cara ini, bisa jadi akan memancing orang untuk mencari bahan kajian, bahan pustaka (mencari buku rumi), sehingga cita-cita mengembangkan literasi di Banten semakin hidup," tutupnya.

Share :