Kemana Harus Mengadu : refleksi pengelola sebuah TBM

Kemana Harus Mengadu : refleksi pengelola sebuah TBM

Kemana Harus Mengadu : refleksi pengelola sebuah TBM

Muhammad Furqon Hadiwijaya*

Taman Baca Masyarakat (TBM) adalah ujung tombak pembangunan peradaban ditingkatan sosial paling bawah, dimana tidak ada pihak lain yang bisa menjangkau dan secara intensif memberikan banyak pilihan warna bagi lingkungan dimana TBM tersebut berada. Dengan demikian sudah seharusnya kita membuka mata bahwa peran dan kiprah TBM tidak bisa dianggap sepele dan remeh, karena untuk membangun dan mempertahankan kelangsungan hidupnya tidak setiap orang mampu. Hanya orang-orang yang mempunyai kepekaan sosial  tinggi yang mau mengabdikan dirinya untuk peradaban yang lebih baik dikemudian hari walaupun tidak mendapatkan materil.

Lalu bagaimana dengan peran pemerintah baik ditingkat desa, kecamatan, kabupaten, provinsi bahkan pusat terhadap keberadaan taman baca masyarakat yang ada di wilayahnya akupun tidak tahu persis karena tidak pernah mendapatkan banyak informasi atau mungkin sengaja tidak diinformasikan.

Kehadiran TBM ditengah-tengah masyarakat sangat erat sekali kaitannya dengan pendidikan dan perpustakaan karena memang tujuan daripada kehadiran TBM adalah meningkatkan indeks pembangunan manusia melalui literasi yang banyak jenisnya.

Selanjutnya dalam kaitannya dengan peningkatan indeks pembangunan manusia, pemerintah sudah seharusnya bisa bersinergi dengan baik, terutama yang mengurusi bidang pendidikan dan perpustakaan dengan semua instansi terkait yang tergabung dan membidangi masalah tersebut diatas untuk bisa menciptakan sumberdaya manusia yang berdaya saing global.

Entah apa yang terjadi dikalangan dinas pendidikan yang seharusnya bertanggung jawab tentang pembangunan sumberdaya manusia yang mempunyai daya saing dan moral yang baik, serta dinas perpustakaan yang seharusnya bertanggung jawab atas penyediaan buku bacaan yang baik dan membuat manusianya mau dan tertarik untuk membaca.

Diatas keduanya tentu mereka membutuhkan pihak ketiga yang bisa membantu mengoptimalkan segala program dan target pencapaian yang harus mereka peroleh dan taman baca masyarakat adalah salah satu dari pihak ketiga itu yang bisa membantu mengoptimalkan dan menjadi ujung tombak pembangunan peradaban dan sumberdaya manusia yang berdaya saing global dikemudian hari.

Disadari atau tidak masyarakat desa tidak banyak mengerti tentang dinamika yang terjadi didalam pemerintah hari ini, yang mereka tahu adalah pemerintah tidak pernah ada ketika rakyat tidak bisa membaca, ketika banyak rakyat yang tidak punya buku , ketika rakyat butuh ruang dan fasilitas yang memadai untuk memenuhi keinginan dalam mengembangkan minat dan bakat diluar sekolah.

Sebagai pengelola taman baca masyarakat yang sama sekali tidak pernah tahu persis seperti apa kedudukan taman baca dalam lingkaran pemerintah baik eksekutif maupun legislatif, bagaimana kedudukan dan porsi taman baca masyarakat dalam pembangunan minat baca dikalangan masyarakat.

Bahkan tidak semua desa apalagi kampung memiliki tempat seperti taman baca masyarakat yang peruntukannya sebagai salah satu tempat alternatif yang bisa menambah wawasan, ilmu dan pengetahuan secara mudah dan gratis.

Saya membayangkan andai saja semua kampung atau desa memiliki taman baca masyarakat yang berisi banyak bahan bacaan, bahan permainan untuk mengembangkan minat dan bakat serta untuk mengasah kemampuan dan keterampilan yang nantinya dapat menunjang kehidupan masyarakat dikemudian hari tentu itu akan sangat menyenangkan.

Menurut hemat saya jika taman baca masyarakat sudah sangat banyak terbentuk dan tersebar disetiap kampung tentu saja ini akan sangat membantu masyarakat lingkungan sekitar dan pemerintah pada umumnya karena penyebaran serta perkembangan literasi akan mudah diakses oleh masyarakat.

Jika perkembangan literasi sudah bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat tentu saja kualitas pembangunan manusia akan semakin pesat dan berkembang sesuai dengan yang diharapkan oleh kita semua.

Dengan begitu produktivitas masyarakat akan meningkat, keterampilan akan terasah, dan ilmu pengetahuan akan bertambah seiring dengan berjalannya waktu, ditambah lagi jika setiap taman baca masyarakat memiliki sarana dan prasarana yang memadai, biaya perawatan dan operasional yang cukup serta manajemen pengelolaan yang berkualitas sudah pasti akan sangat bermanfaat.

Semoga banyak pihak yang terlibat untuk mendukung dan bersinergi dengan keberadaan taman baca masyarakat baik masyarak itu sendiri, pemerintah desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, bahkan pusat serta stake holder yang lainnya, tentu dengan porsi dan kapasitas masing-masing.

Tidak hanya saling melempar sana dan sini dan membuat taman baca masyarakat kebingungan harus kemana mengadu, berdiskusi, meminta arahan seperti anak yang kehilangan ibu dan bapaknya.

Nampaknya persoalan pembangunan sumberdaya manusia yang berdaya saing global adalah persoalan kita semua bukan hanya persoalan beberapa pihak saja, kalau kita semua memang menghendaki terciptanya banyak tempat untuk mencetak generasi mendatang agar lebih baik dari generasi pendahulunya maka kita harus bisa saling mendukung.

Banyak cara-cara yang bisa kita lakukan bersama dalam rangka pembangunan sumberdaya manusia yang berdaya saing global, masalahnya hanya mau atau tidak kita melakukannya. Yang kita butuhkan untuk mencapai semuanya sudah tersedia tinggal merawat dan meningkatkan sarana dan prasarana nya saja.

Saya rasa masalahnya adalah kita sulit sekali untuk bisa duduk bersama dalam satu forum untuk berdiskusi dan membicarakan hal-hal yang mendasar untuk membangun pondasi yang kokoh untuk bisa membangun sebuah sistem yang baik.

Kita terlalu banyak menguras tenaga dan pikiran untuk berdebat dan berseteru tentang banyak hal yang tidak perlu sehingga membuat apa yang sudah ada menjadi tidak berkembang dan diam di tempat.

Akhirnya hanya ada banyak pertanyaan yang entah kapan akan terjawab walaupun sering diutarakan dan semoga lewat tulisan ini banyak pihak yang bisa menjawab bukan dengan kata-kata tapi dengan bukti nyata yang bisa membawa perubahan.

*Direktur Tbm Hahalaeun Pabuaran serang Banten

Share :