Workshop Penyusunan DUPAK bagi Pejabat Fungsional Pustakwan Provinsi Banten

Workshop Penyusunan DUPAK bagi Pejabat Fungsional Pustakwan Provinsi Banten

Serang - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten melaksanakan kegiatan Workshop Penyusunan DUPAK (Daftar Usulan Pengajuan Angka Kredit) bagi Pejabat Fungsional Pustakwan Provinsi Banten secara virtual, pada tanggal 13 Juli 2021. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pembekalan kepada para Pejabat Fungsional Pustakawan dalam meningkatkan jenjang karir mereka serta peningkatan kapasitas pustakawan mengenai tugas dan fungsi jabatannya. Kegiatan ini penting dilakukan selain untuk menyegarkan kembali pengetahuan tentang tugas-tugas yang harus dilakukan berikut kelengkapannya sesuai jenjang jabatan, juga sebagai bentuk pengayaan para pejabat fungsional yang disesuaikan dengan perubahan-perubahan aturan yang berlaku.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pepustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten, Usman Asshidiqi Qohara kembali mengingatkan tentang peran strategis para pustakawan dalam pengambangan kebijakan dan kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten. “Para Pustakawan memiliki fungsi sebagai Think Thank dalam mendorong inovasi program yang dilakukan perpustakaan, ia tidak hanya terbatas pada kerja-kerja rutin dan teknis, tetapi juga melakukan upaya pengambangan lembaga dan layanan terhadap masyarakat seiring dengan perkembangan yang terjadi sesuai dengan bidang keilmuannya”.

Lebih jauh Usman menyatakan bahwa Pustakawan memiliki peran penting untuk menjawab tantangan perubahan yang terjadi dan kebutuhan masyarakat terkait dengan bidang kepustakaan. “perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi meniscayakan penafsiran dan adaptasi baru dalam melakukan tugas-tugas kepustakwanan, sehingga kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dapat berjalan efektif dan dan efesien”.

Ia juga mengingatkan bahwa perpustakaan memiliki peran sangat penting dalam mengembangkan sumber daya manusia. “tidak seperti kegiatan fisik seperti membangun jalan yang langsung terlihat hasilnya, perpustakaan mungkin hasilnya akan terlihat pada 10 atau 20 tahun mendatang”. Kendatipun demikian, perpustakaan salah satu institusi yang memiliki tanggungjawab mempersiapkan masyarakat dalam menghadapi tantangan di masa depannya atau lebih jauh lagi mempu memberikan bayangan tentang peran yang akan dilakukan di masa depan. “Saya berharap pustakawan di Provinsi Banten tampil lebih profesional yaitu memiliki kompetensi sesuai bidangnya dan sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Perpustakaan (SKKNI-PRP)” Ujar Usman menutup sambutannya.

Kegiatan ini diikuti oleh 50 orang peserta yang terdiri dari Pustakawan DPK Provinsi Banten, Pustakawan Kabupaten/Kota, Pustakawan Perguruan Tinggi, Pustakawan Perpustakaan Khusus serta Pustakawan Instansi vertikal yang ada di Provinsi Banten. Kegiatan ini menghadirkan narasumber pustakawan yang berasal dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yaitu Indra Astusti dan Alit Sri Mulyani. Kedua narasumber tersebut menyampaikan tentang teknis penyusunan DUPAK Pustakawan sekaligus berbagi pengalaman mengenai tugas-tugas kepustakawanan. “Pustakawan untuk menjadi profesional harus memahami tugas-tugas yang harus dilakukan dan terus melakukan pengembangan diri sehingga mampu tampil maksimal untuk mengatasi masalah-masalah yang muncul” ujar Indra Astuti. Pelaksanaan tugas-tugas tersebut tidak saja merupakan pemenuhan terhadap kewajiban, tetapi juga diharapkan memiliki kebermanfaat terhadap pengguna perpustakaan.

Perlu diketahui bahwa menurut Standar Nasional Perpustakaan, kondisi ideal pustakawan adalah 1 per 250.000 penduduk. Oleh karena itu, Banten masih kekuarangan jumlah pustakawan. Kendala lainnya adalah kekurangan pustakawan yang ada di sekolah, selama ini perpustakaan sekolah dikelola oleh tenaga pengelola perpustakaan yang sebagian berstatus honorer atau guru yang kekuarangan jam mengajar. Untuk memenuhi kondisi ideal, dibutuhkan kebijakan yang mampu mendorong pemenuhan pengelolaan perpustakaan di Provinsi Banten agar intitusi perpustakaan, baik perpustakaan sekolah maupun perpustakaan umum dapat berjalan optimal dalam melayani kebutuhan masyarakat.

Kegiatan yang dipandu oleh Hafid Farhati berlangung lancar dengan pemaparan materi yang dilakukan oleh narasumber seta dialog dengan peserta kegiatan. Tim DPK.

Share :