READING AT HOME : membangun minat baca dimulai dari keluarga

READING AT HOME : membangun minat baca dimulai dari keluarga

READING AT HOME : membangun minat baca dimulai dari keluarga


Oleh:Munawir Syahidi*


Dunia hari ini dirisaukan dengan wabah virus Corona atau Covid19, dalam masa penanganan ini pemerintah Indonesia bahkan sampai membentuk tim penanganan Covid19 yang terpusat dan langsung dikomandani oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Terlepas daripada itu, beberapa kepala daerah memberikan status KLB (Kejadian Luar Biasa) dan langsung diberikan wewenang lebih untuk mengendalikan virus tersebut dengan membentuk tim penanganan khusus di darahnya masing-masing. Pemerintah Provinsi Banten telah membuat edaran agar lembaga pendidikan mengalihkan kegiatan pembelajaran di rumah. Disusul dengan instruksi kepala daerah kabupaten/kota yang juga menginstruksikan pembelajaran melalui sistem yang terhubung internet mulai dari tingkat PAUD sampai SLTP.

Setelah pelajar dan guru-gurunya dirumahkan, mahasiswa dan dosen dirumahkan, para pekerja dirumahkan, beberapa masjid dihimbau untuk tidak melaksanakan salat berjamaah, maka masyarakat Banten menghadapi hal-hal lain dalam kehidupan sehari-hari, masalah finansial, dan pembelajaran daring yang melibatkan orang tua di rumah. Masalah ekonomi beberapa kalangan yang tidak mendapatkan gaji bulanan, menjadi pertimbangan pemerintah untuk tidak melakukan lock down total.

Kembali ke rumah, apa yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk mengisi kegiatan Stay At Home? Work From Home?

Terlepas dari tugas-tugas sekolah yang diberikan oleh guru untuk para siswanya, yang dilakukan oleh orang tua berikutnya adalah mari mendorong anak-anak kita dan kita sendiri sebagai orang tua untuk lebih dekat dengan keluarga dan mari membaca di rumah Read At Home, membaca dari rumah. Read At Home, membaca di rumah bisa kita lakukan dengan mengajak anak-anak untuk membaca nyaring, membacakan dongeng yang sesuai dengan anak-anak. Bukunya dari mana? mungkin sebelumnya pernah membeli buku bacaan?

Atau jika belum pernah membeli buku, saat berada di rumah inilah waktunya memulai untuk membuat pojok baca di rumah dengan klasifikasi buku yang sederhana misalnya bacaan anak, bacaan dewasa, bacaan anak lebih bawah dan bacaan dewasa agar tidak terjangkau anak-anak. Jangan sampai karena kita sangat panik mengahdapi Covid 19 kita juga lupa menyiapkan generasi Indonesia berikutnya setelah wabah ini sirna.

Pemberitaan di televisi tidak kunjung berhenti membicarakan Covid 19, pesan-pesan singkat media sosial juga menyuarakan hal yang sama, tetapi ada hal yang harus juga kita persiapkan terus dan tidak boleh berhenti yaitu menyiapkan generasi bangsa dengan membaca.

Beberapa hal yang bisa disiapkan, mulai mencari buku-buku yang lama tidak tersentuh dan menyimpannya pada tempat yang akan kita jadikan pojok baca di rumah, usahakan pojok baca adalah tempat yang paling sering kita kunjungi bersama keluarga.

Tidak perlu dari bahan mahal untuk membuat pojok baca di rumah, dari peti bekas buah sudah sangat bagus untuk memulainya, atau jika punya lemari buku lebih bagus, bahkan kardus tebal saja bisa digunakan untuk memulai membuat pojok baca. Setelah itu mulailah menuliskan sesuatu yang berguna, tentang motivasi belajar, motivasi membaca, bahkan bisa menyediakan tempat untuk apresiasi karya anak-anak. Ini pasti sangat membahagiakan.

Kita harus percaya, bahwa orang tua dan rumah memberikan efek paling dominan dalam kehidupan anak-anak dan anggota keluarga kita, maka saat kita harus stay at home, work from home dan sekarang harus memulai read at home. Setelah itu, kita bisa menjadikan pojok baca itu untuk aktivitas belajar keluarga, yang saling melengkapi satu sama lain dengan aktivitas yang lain.

Membiasakan aktivitas membaca pada anak-anak sejatinya bukan hanya tugas guru disekolah dengan program pembiasaan membaca untuk siswa, yang terkesan lebih pada tugas, bukan menyentuh pada persoalan mendasarnya yaitu kesadaran.

Beberapa hal yang harus diperhatikan didalam meningkatkan minat baca bagi masyarakat, pertama kesadaran, kesadaran untuk meyakini bahwa tumbuh kembang anak seperti yang dikatakan oleh Ki Hajar Dewantara Tripusat Pendidikan, keluarga sekolah dan masyarakat.

Pendidikan sekolah yang sekarang terhambat karena adanya wabah Covid 19, menjadikan media internet dipilih untuk menanggulangi pembelajaran tersebut, walaupun semua orang menyadari tidak semua wilayah di Indonesia memiliki akses internet yang sama, ditambah tidak semua lapisan masyarakat memiliki gaway. Walaupun menurut data penggunaan internet dan media sosial di Indonesia begitu tinggi tetapi hakikatnya itu belum bisa menunjukan jika masyarakat Indonesia sudah bijak dalam ber media sosial, terbukti masih banyaknya berita bohong ditengah bencana wabah Covid 19 ini. Akhirnya pendidikan di sekolah yang sekarang digiring melalui pembelajaran daring (dalam jaringan) sejatinya adalah hanya upaya agar kita tidak benar-benar jatuh dan mundur kebelakang dalam pendidikan. Keputusan besar dengan menghapuskan Ujian Nasional dan ujian-ujian yang lain setelah persiapan sedemikian rupa harus terhenti karena wabah Covid 19, dan merumahkan anak-anak cukup menjadi cambuk untuk kita betapa pendidikan keluarga adalah hal yang utama dari yang disebutkan oleh Ki Hajar Dewantara mengenai Tripusat Pendidikan.

Pendidikan masyarakat, Covid 19 juga menjadikan aktivitas bermasyarakat menjadi terhalang, diantara kita lahir kecurigaan sedemikian rupa, tegur sapa menjadi canggung dan hal yang menakutkan, dan media sosial menjadi lebih tinggi penggunanya karena masyarakat kita harus mengisolasi diri didalam rumah, membatasi aktivitas bermasyarakat, kita lebih terbuka dengan media sosial? Maka lagi-lagi seolah memberikan keterangan kepada kita betapa keluarga menjadi sangat penting dalam lingkaran pusat pendidikan.

Membangun kesadaran.

Membangun minat baca memang harus dimuali dari kesadaran masing-masing individu, dalam hal ini, kedaran dari kita sebagai bagian dari masyarakat yang lebih luas, di keluarga kita misalnya sudahkah kita sadar untuk mendampingi anak-anak beberapa menit saja untuk dekat dengan membaca? Kesadaran ketika kita pulang dari bepergian oleh-oleh yang kita bawa adalah sebuah buku yang cocok untuk anak-anak kita? kesadaran untuk terlibat dalam tumbuh kembang anak dan mendampingi pembelajaran anak-anak kita di sekolah dengan buku penunjang? Kesadaran itu menjadi penting agar kita semua menjadi sadar kembali, ditengah Stay At Home, Work From Home, kita juga harus memulai Read At Home.

Membiarkan rumah acak-acakan dengan buku.

Terdengar ngelantur? Tidak, mengapa? Karena sebenarnya kegiatan membaca di rumah, tentu bukan aktivitas memaksa untuk membaca, tetapi aktivitas membangun kebiasaan, kebiasaan membaca buku berarti harus dibiasakan dengan menjadikan rumah dipenuhi dengan buku, seperti ketertarikan kita kepada gaway, yang seolah tidak bisa dipisahkan dari aktivitas kita sehari-hari, setiap menitnya setiap detiknya, gaway menemani kita hampir delapan puluh persen keseharian kita.

Tetapi jika kita biarkan buku berada di setiap pojok rumah kita, maka ketika kita berada di manapun mungkin kita dapat mbaca buku, dengan tidak senagaja tertarik, membaca beberapa paragraf, melupakannya, menyimpannya kembali dan tangan kita dengan kebiasaannya yang utama yaitu memegang gaway. Tidak apa-apa ketika kita berada  pada bagian yang lain dari rumah, jika disitu ada buku mungkin kita akan dengan tidak sengaja membacanya, membangun alam bawah sadar yang lama kelamaan akan menjadi kesadaran. Bila perlu tempatkan buku di kamar mandi, seperti anda sengaja membawa gaway ke kamar mandi?

Era tekhnologi, hari ini, tugas kita sebagai orang tua adalah terlibat pada controling aktivitas anak-anak kita untuk bijak dalam berinternet, setidaknya kita sebagai orang tua dapat mengarahkan anak-anak untuk bertindak berdasarkan sumber.  Untuk sumber bacaan hari ini yang berbasis daring telah banyak disediakan. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten juga telah menyediakan aplikasi perpustakaan digital dengan nama iBanten, anda bisa mendapatkannya di Play Store, setelah itu silahkan masuk dengan alamat e-mail ataupun Facebook, anda akan diarahkan pada berbagai jenis buku, nah silahkan anda pilih buku yang ingin anda baca, atau anda bacakan dengan nyaring bersama orang-orang di rumah, sambil menunggu situasi membaik.

*Pengelola TBM Saung Huma, Pengurus FTBM Banten dan pengajar di MAN 4 Pandeglang


Share :