LITERASI ISLAM DAN KEMAJUAN ILMU PENGETAHUAN

LITERASI ISLAM DAN KEMAJUAN ILMU PENGETAHUAN

LITERASI ISLAM DAN KEMAJUAN ILMU PENGETAHUAN

 Ratu Nijmah Salamah, S.IP.

Untuk mempelajari literasi Islam, kita perlu mengetahui sejarah Islam terlebih dahulu. Islam adalah ajaran yang menuntut umatnya untuk berpikir. Sebagaimana tercantum dalam ayat-ayat Al Qur'an ada sekitar 100 ayat perintah untuk berfikir dan menghayati. Artinya literasi memiliki kedudukan penting sebab Literasi sebagai bagian dari pendidikan atau aktivitas menuntut ilmu itu merupakan kewajiban bagi setiap orang, baik laki-laki maupun perempuan.

Apa itu Literasi Islam ?

Secara etimologis istilah literasi sendiri berasal dari bahasa Latin “literatus”, artinya adalah orang yang belajar. Dalam hal ini, literasi sangat berhubungan dengan proses membaca dan menulis.

National Institute for Literacy, mendefinisikan Literasi sebagai “kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat.” Jadi literasi tidak hanya membaca dan menulis saja tapi juga harus memiliki keterampilan dan mempraktekkan apa yang sudah dipelajari sehingga ilmunya bermanfaat untuk diri sendiri dan masyarakat.

Sedangkan literasi Islam itu berarti mempelajari ilmu pengetahuan yang sudah diturunkan oleh Allah SWT kepada para Nabi dan Rasul lalu kepada para sahabat,  orang-orang beriman, sehingga sampai kepada kita umat Islam. Mempelajari literasi Islam bukan hanya membuka buku sejarah tapi literasi Islam adalah bagian dari pola pikir, pandangan hidup dan identitas kaum muslimin.

Literasi Islam dimulai oleh para Nabi dan Rasul

Pada mulanya, sejarah literasi telah dimulai dan diajarkan oleh para Nabi dan Rasul sebagai utusan Allah SWT. untuk mengajarkan ilmu pengetahuan dan petunjuk kebenaran kepada umatnya. Manusia pertama Nabi Adam As. Dan isterinya Hawa, telah diberikan ilmu pengetahuan oleh Allah SWT. untuk disebarkan kepada anak keturunannya. Kemudian Nabi Idris as. adalah keturunan keenam dari Nabi Adam as. Dia adalah putra dari Qabil dan Iqlima (putra dan putri Nabi Adam as). Melalui Nabi Idris as. Inilah, ilmu pengetahuan mulai berkembang.

Nabi Idris as adalah yang mula-mula pandai dalam baca-tulis, fasih berkomunikasi dengan 72 Kabilah (dengan dialek mereka sendiri-sendiri). Nabi Idris as lincah merancak kuda, mahir menjahit pakaian (dari kulit binatang), ahli dalam ilmu falaq, matematika dan giat melaksanakan berbagai proyek pembangunan (188 Kota didirikan). Hal ini sesuai dengan kata asal nama Nabi Idris as "Darasa' yang artinya "belajar".

Nabi Idris disebut juga sebagai "Bapak Ilmu Pengetahuan" Kemudian para Nabi dan Rasul (Rasul yang telah dipilih hanya berjumlah 25 sedangkan Nabi berjumlah banyak) selanjutnya juga mewariskan ilmu literasi dari para pendahulunya untuk bekal hidup bagi umat manusia. Sampai kepada Nabi Ibrahim as. sebagai Bapak Peradaban dan Bapak Para Nabi. Sebab jasa-jasa beliau terhadap peradaban umat manusia dan khususnya umat Islam sangatlah besar. Umat sebelumnya memang sudah memiliki budaya tapi belum memiliki peradaban. Nabi Ibrahim as. mengajarkan ilmu Tauhid, rasa toleransi yang tinggi, bidang ilmu pendidikan, dll. Sehingga Allah SWT mengangkatnya sebagai Imam/pemimpin umat manusia.

Terjemahan Firman Allah dalam AlQur’an Surat Albaqoroh ayat 124 berbunyi “Dan (ingatlah) ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya.  Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia.” Ibrahim berkata, ”(Dan saya mohon juga) dari keturunanku.” Allah berfirman, “JanjiKu (ini) tidak mengenai orang yang zalim”.

Dan tugas semua para Nabi adalah menyampaikan literasi Islam, dalam arti ajaran dan petunjuk dari sang Maha pemberi Ilmu untuk disampaikan kepada umat manusia agar tidak tersesat.  Hingga sampailah malaikat Jibril utusan Allah SWT yang mengajarkan kepada nabi yang terakhir, Muhammad Saw. dengan kata "IQRA" (Bacalah...!) Artinya, kita sebagai umat manusia diperintahkan untuk Membaca, memahami dan mengamalkan apa yang sudah diajarkan oleh para Nabi. Sebagaimana tugas nabi Muhammad Saw yang membawa umat manusia dari kegelapan menuju cahaya. "Mina dzulumati ila nnur..." (QS. 2 : 257).

Itulah membaca sangat penting agar tidak terjerumus dalam kebodohan dan kesesatan.Nabi Muhammad Saw. Bisa dikatakan sebagai tokoh literasi yang paling sukses sepanjang zaman. Dia lah yang menyempurnakan ajaran para Nabi dan Rasul pendahulunya. Melalui beliau lah, peradaban Islam terbentuk sampai ke seluruh dunia. Peradaban Islam yang membawa cahaya, pembebasan bukan penindasan. Karena Islam adalah ajaran yang rahmatan Lil alamin. Rahmat untuk semua.

Sahabat Nabi adalah Tokoh Literasi

Para sahabat yang telah dididik di madrasah kenabian banyak melahirkan tokoh-tokoh literasi yang kontribusinya terhadap  ilmu pengetahuan dan peradaban dunia sangat besar. Abu Bakar Shiddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib, adalah para pengganti Rasulullah Saw. Dalam memimpin umat Islam. Mereka telah sukses dalam memajukan ilmu pengetahuan, antara lain ; menyusun Al Qur'an, memberantas buta aksara dengan banyaknya para penghafal Al-Qur'an dan para pakar ilmu lainnya. Tidak hanya di bidang literasi, tapi dalam hal politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan, para Khulafaur Rasyidin itu berhasil menjayakan peradaban Islam. Memerangi kemiskinan, menegakkan keadilan hukum, baik untuk umat Islam dan non Muslim.

Sementara sosok literasi lainnya yaitu,  Zayd bin Tsabit, sekretaris Rasulullah SAW. Penulis Al-Qur'an. Abu Dardaa dikenal akan kesalehan dan kekayaan intelektualnya dan masih banyak sahabat nabi lainnya yang turut menyumbang dalam memajukan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam. Tidak hanya sahabat laki-laki, bahkan para sahabat perempuan memiliki figur Ummu Salamah, Hafsah binti Umar, dan Aisyah binti Abu Bakar, yang hafal seluruh kitab suci. Hafsah binti Sereen, sang fuqaha (ahli hukum Islam).  Bahkan Aisyah, Ummul Mukminin adalah orang yang paling banyak meriwayatkan hadits selain itu beliau juga ahli dalam bidang kedokteran dan sastra. Sungguh luar biasa dan kita sudah sepatutnya merasa bangga akan pendahulu kita dalam memajukan ilmu pengetahuan sehingga kita bisa dengan mudah mempelajarinya.

Ilmuwan Pertama adalah Muslim

Sebuah Yayasan Sains, Teknologi dan Peradaban (The Foundation for Science Technology and Civilisation (FSTC) yang berpusat di London Mengadakan pameran untuk memperlihatkan dan menegaskan kepada publik dunia barat Eropa tentang kontribusi besar peradaban Islam yang sudah ada jauh 1000 tahun yang lampau.

Inilah penemuan-penemuan ilmuwan muslim yang luar biasa itu:

1. Operasi Bedah

Sekitar tahun 1000, seorang dokter Al-Zahrawi mempublikasikan 1500 halaman ensiklopedia berilustrasi tentang operasi bedah yang digunakan di Eropa sebagai Sumber Refrensi medis pertama pada 500 tahun berikutnya.

2. Kopi

Seorang Arab bernama Khalid pertama kali menemukan minuman kopi pada abad ke-9. Lalu para sufi meminumnya untuk tetap terjaga sepanjang malam untuk berdoa pada acara-acara khusus.

3. Mesin Terbang

Abbas ibn Firnas adalah orang pertama yang mencoba membuat konstruksi sebuah pesawat terbang dan menerbangkannya di abad ke-9, dia mendesain sebuah perangkat sayap dan secara khusus membentuk layaknya kostum burung.

4. Universitas

Ternyata, bahasa arab dari universitas adalah jami’ah. Seperti nama tempat sholat yaitu masjid jami’. Ini membuktikan bahwa lebih dari satu milenium lalu, ilmu pengetahuan dan agama Islam telah duduk berdampingan. Islam-lah yang pertama kali menyuruh manusia untuk belajar persis sepeti Wahyu pertama yang diterima oleh Rasulullah: "IQRO" yang artinya "BACALAH...!!!" itulah Firman Allah yang pertama, 1 kata tapi sejuta makna terselubung di dalamnya.

Islam membangun pengetahuan dari Babilonia, Mesir, Yunani, Cina dan Peradaban India, Muslim mengembangkan budaya belajar di mana pikiran bertanya mencari kebenaran didasarkan pada ketelitian ilmiah dan eksperimen. Sebagaimana kitab suci AL-QUR'AN banyak yang membuktikan tentang ilmu sains dan Teknologi di hampir setiap bidang pengetahuan, muslim membuat penemuan baru dan penemuan dengan hasil praktis yang membantu mengembangkan masyarakat di seluruh dunia.

Dalam tahun 859 putri muda bernama Fatima al-Firhi mendirikan universitas-pemberian gelar pertama di Fez, Maroko. Miryam, kakaknya, mendirikan sebuah masjid yang berdekatan dan bersama-sama menjadi kompleks Masjid al-Qarawiyyin dan Universitas yang masih beroperasi hampir 1.200 tahun kemudian.

Hal ini mengingatkan bahwa orang bahwa belajar adalah kewajiban bagi laki-laki dan perempuan yang merupakan inti dari tradisi Islam dan bahwa cerita tentang saudari al-Firhi akan menginspirasi bagi para perempuan muda Muslim di seluruh dunia saat ini.

Dan masih banyak lagi para ilmuwan muslim yang tidak cukup ditulis satu persatu dalam artikel ini. Seperti Al Jabar, sistem penomoran yang ditemukan oleh seorang ulama muslim bernama al-Khawarizmi. Penemu Optik adalah Ibnu Al Haitam seribu tahun lalu. Teori Relativitas Al-Kindi jauh sebelum ilmuwan barat Albert Einstein menemukannya. Lalu sikat gigi, nabi Muhammad Saw orang yang pertama kali mempopulerkan siwak sebagai sikat gigi yang paling baik secara medis. Poros engkol dan kunci kombinasi,  Teknologi tersebut ditemukan oleh Al-Jazari pada abad ke-12, kemudian teori ini digunakan dalam penggunaan sepeda hingga kini. Lalu ada pulpen, sabun, sampo, robotik bahkan penemuan benua Amerika adalah para ilmuwan muslim yang pertama kali menemukan atau menciptakannya.

Dunia Barat mengakui kehebatan literasi Islam. Bahkan melalui para ilmuwan Islamlah, dunia barat mempelajari berbagai ilmu pengetahuan. Masa kejayaan Islam setelah Nabi Muhammad Saw. Dan para sahabat memimpin, Islam terus berjaya dan melahirkan banyak ilmuwan seperti yang sudah dijelaskan diatas. Hingga para intelektual di barat mempelajari dan mengembangkan literasi dan karya-karya para sarjana muslim. Sampai akhirnya Eropa dan dunia baratnya mengalami kemajuan peradabannya hingga kini. Ironisnya, dunia Islam kini malah mengalami kemunduran peradaban. Karena umatnya tidak lagi mempelajari literasi Islam malah banyak yang meninggalkannya.

Al-Qur'an seperti “Playstore”

Pada hakekatnya Alquran adalah gudang ilmu. Ilmu itu ibarat jaman sekarang adalah software, Aplikasi atau  program yg dibutuhkan untuk berbagai hal yang punya  kegunaan masing-masing, yang secara sistematis selalu  diupdate lewat Playstore yang tidak lain adalah gudang aplikasi. Bagaimana kita mau Update aplikasi kalau kita tidak punya playstore? Itulah salah satu fungsi Alquran. Alquran sudah ketinggalan jaman? sebenarnya mereka hanya salah memposisikan Alquran dan dirinya .Wallahu alam.

 *Dari berbagai sumber.

Share :