MEMBACA DAN BELAJAR SEPANJANG HAYAT

MEMBACA DAN BELAJAR SEPANJANG HAYAT

MEMBACA DAN BELAJAR SEPANJANG HAYAT

Oleh Ai Bida Adidah Shofa*

 

Banyak pendapat yang mengatakan bahwa membaca itu penting dan memiliki banyak manfaat serta mampu menjadikan seseorang memiliki wawasan yang sangat luas. Kebiasaan membaca menjadikan seseorang mampu berfikir kritis dan tanggap terhadap keadaan yang terjadi disekitarnya, mampu mengembangkan daya imajinasinya dan memiliki perspektif baru. Membaca merupakan proses yang panjang yang akan terwujud melalui kebiasaan sejak dini, yang dimulai sejak usia anak-anak. Hal ini memiliki konsekuensi pada orang tua untuk lebih berperan aktif dalam upaya menumbuhkan kebiasaan membaca pada anak-anaknya.

Ada beberapa alasan mengapa kebiasaan membaca ini dimulai dari masa kanak-kanak. Pertama, membaca akan memberi wawasan yang lebih luas keberagamannya. Ada banyak hal yang terdapat  dalam bacaan yang berasal dari buku, majalah, surat kabar seperti fakta-fakta sejarah, geografi, politik, dan pngetahuan lainnya. Kedua, kebiasaan membaca akan memberikan berbagai macam perspektif atau sudut pandang kepada seseorang yaitu dengan melihat suatu masalah atau keadaan dari berbagai sudut pandang karena banyak pengetahuan yang dimilikinya. Ketiga, dengan membaca seseorang akan  mampu mengembangkan pola pikir kreatif dan menjajdi aktif karena membaca dapat menumbuhkan imajinasi sehingga pikiran seseorang akan lebih berkembang. Keempat, dengan membaca seseorang akan mengenal hal-hal baru, memeroleh keterangan tentang yang dia inginkan dan mencerna ide-ide. Semuanya itu akan mempengaruhi jalan pikiran sekaligus membantu perkembangan mental terutama untuk anak-anak.

Melihat banyaknya manfaat yang diperoleh dari kebiasaan membaca, maka sudah sewajarnya kebiasaan membaca mulai ditumbuhkan sejak masa kanak-kanak. Dalam benak oarang tua kadang muncul kesan bahwa usaha menumbuhkan kebiasaan membaca semata-mata tugas para pendidik di sekolah. Padahal anggapan seperti sangat keliru, karena usaha kearah pembiasaan tersebuat adalah upaya bersama yang harus dilakuka antara orang tua dirumah dan guru di sekolah.

Untuk mewujudkan kebiasaan membaca tersebut, orang tua juga harus jeli dan kreatif untuk mencari sarana pendukung, tempat maupun cara-cara yang tepat agar proses tersebut tidak berbenturan dengan kondisi dan perkembangan psikis anak itu sendiri. Perpustakaan memberikan sebuah alternatif ditengah gencar “wabah” media audio visual. Perpustakaan menyediakan jasa dan sarana informasi yang bernuansa rekreatif. Perpustakaan juga merupakan media informal yang sangat ideal dan cocok bagi orag tua untuk mengenalkan kepada anak-anaknya kebiasaan membaca. Selain aksesnya yang mudah, perpustakaan juga merupakan sarana yang murah karena memberikan akses informasi dan bahan informasi yang cuma-cuma

Perpustakaan sebagai lembaga keilmuan memiliki tangungjawab moral untuk ikut serta dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui koleksi bahan informasi dan fasilitas yang dikelolanya. Dalam hal ini perlu adanya usaha untuk menumbuhkan kesadaran berinformasi dan pembelajaran sepanjang hayat untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Untuk menjaga kelestarian, pengembangan dan penyebaran kekayaan intelektual, maka masyarakat juga perlu memahami adanya kewajiban terhadap perpustakaan. Kewajiban itu antara lain menjaga kelestarian koleksi, menyimpan, merawat, menjaga sumberdaya perpustakaan dan mentaati peraturan yang diberlakukan perpustakaan.

Informasi yang disediakan perpustakaan hendaknya berpotensi diperlukan masyarakat untuk mencari solusi permasalah yang dihadapi. Teknologi tepat guna dan kesejahteraan masayarakat adalah subjek yang dipandang sesuai untuk menentukan prioritas pengadaan bahan pustaka. Pengembangan koleksi perpustakaan perlu diupayakan keseimbangan antara  informasi lokal dan global. Teknologi informasi merupakan salah satu perangkat pendukung layanan perpustakaan, untuk itu penerapannya perlu pertimbangan ekonomis dan startegis.

Keberadaan institusi perpustakaan tidak akan lepas dari partisipasi masyarakat. Dua komponen ini akan terus saling mendukung dan saling ketergantungan diantara keduanya. Perpustakaan membutuhkan masyarakat dan masyarakat memutuhkan perpustakaan. Selanjutnya perkembangan perpustakaan tidak dapat pula dipisahkan dengan perkembangan masyarakat. Hal ini didasarkan pada pemikiran bahwa perpustakaan memiliki peran strategis untuk ikut serta dalam usaha peningkatan kemajuan kehidupan bangsa, dimana kemajuan bangsa ditandai dengan kesadaran terhadap literasi dan informasi. Maka dari sudut pandang ini bisa dipastikan bahwa maju tidaknya perpustakaan merupakan refleksi dari keberadaan masyarakatnya.

Belajar Sepanjang Hayat

Perpustakaan sebagai salah satu lembaga keilmuan yang menghimpun, mengelola, melestarikan dan melayankan bahan informasi secara profesional dikembangkan guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi para pemustaka (UU No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan). Dari berbagai sumber informasi yang dikelola perpustakaan, masyarakat dapat menikmati berbagai macam santapan ilmu pengetahuan.

Perpustakaan memiliki peran strategis dalam proses pendidikan formal, nonformal dan informal. Melalui koleksi bahan pustaka dan fasilitas yang ada di perpusakaan, masyarakat dapat melakukan proses belajar sepanjang hayat (long life education), yakni proses belajar segala aspek kehidupan yang tidak dibatasi ruang dan waktu. Pembelajaran ini memberikan kesempatan kepada setiap individu untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi dalam rangka peningkatan kualitas kehidupan.  Dimana ciri individu sebagai pembelajar sepanjang hayat adalah memiliki kesadaran bahwa ia harus belajar sepanjang hayat, memiliki semangat dan pandangan bahwa belajar hal-hal yang baru merupakan cara  logis untuk mengatasi masalah, menyambut baik perubahan, dan percaya bahwa tantangan hayat adalah peluang untuk belajar pada hal-hal yang baru. Hal yang sangat mendasar dalam proses belajar sepanjang hayat adalah melek informasi (information literate). Melek informasi adalah kemampuan seseorang untuk mengakses, menemukan kembali, mengartikan dan menerapkan informasi.

Tantangan Perpustakaan

Perpustakaan merupakan tempat belajar bagi beragam individu maupun  masyarakat luas. Pada saat  sekarang ini semakin banyak informasi disimpan dan disebarkan secara elektronik, maka pada saatnya nanti melek informasi juga akan mensyaratkan melek teknologi informasi, sehubungan dengan hal ini, perkembangan perpustakaan menuju digitalisasi koleksi menjadi tidak dapat dielakan lagi. Maka muncul perhatian atau masalah yang dihadapi perpustakaan antara lain; bagaimana melaksanakan perannya dalam proses belajar sepanjang hayat, bagaimana menerapkan teknologi informasi yang berkembang sangat cepat, dan bagaimana harus mempertahankan kelangsungan hidup perpustakaan.

Beberapa langkah yang harus ditempuh perpustakaan agar peran dan fungsinya dapat secara langsung dirasakan masayarakat adalah pertama, mengidentifikasi permasalahan penting dan mendesak yang benar-benar dihadapi masayarakat, dimana pertumbuhan dan perkembangan perpustakaan diarahkan agar dapat ikut memecahkan persoalan komunitas, terutama masalah kesejahteraan. Bahan koleksi informasi yang dilayankan kepada masyarakat luas bisa dimanfaatkan secara teori dan praktek, yang bisa membantu mereka menemukan jalan untuk meraih kesuksesan atau mensejahterakan mereka. Kedua, hendaknya perpustakaan tidak dikembangkan secara eksklusif. Perpustakaan harus menyatu dengan masyarakat. Mereka dilibatkan agar dalam diri mereka tertanam rasa memiliki terhadap perpustakaan. Dana-dana yang dikelola perpustakaan, yang diperoleh baik secara langsung maupun tidak langsung dari masyarakat harus de kelola untuk sebesar-besarnyanya kepentingan mereka. Masyarakat akan menilai seberapa jauh keberfihakan perpustakaan terhadap kepentingan masyarakat.

Upaya-upaya yang dilakukan perpustakaan adalah meningkatkan dan menjamin kebebasan akses masyarakat, penyediaan infrastruktur maupun pelatihan, membantu masyarakat untuk dapat mengambil keuntungan termasuk penyedian akses bagi yang tidak memiliki kemudahan sendiri, mengatasi hambatan yang dihadapi sebagian pengguna di daerah untuk mengakses jaringan informasi sehubungan dengan kelemahan infrastruktur, mengurangi kesenjangan informasi masyarakat sebagai dampak negatif atas akses pada sumberdaya informasi, dan mencukupi tambahan dana guna mempertahankan kelangsungan hidup perpustakaan.

Harapan kedepan adalah ketika masyarakat berkunjung ke perpustakaan, apa  yang mereka butuhkan dapat diakses dengan mudah di perpustakaan. Karena perpustakaan merupakan window of the world yang memungkinkan masyarakat menyusuri tempat-tempat yang belum pernah dikunjunginya dan merasakan berbagai kelezatan pengetahuan.

*Peminat masalah sosial

Share :