MENELISIK KEBERMANFAATAN PERPUSTAKAAN DIGITAL DI MASA WABAH VIRUS CORONA

MENELISIK KEBERMANFAATAN PERPUSTAKAAN DIGITAL DI MASA WABAH VIRUS CORONA

MENELISIK KEBERMANFAATAN PERPUSTAKAAN DIGITAL

DI MASA WABAH VIRUS CORONA

Oleh : Verry Mardiyanto, M.A

Keadaan mendesak memungkinkan lembaga pemerintah maupun swasta untuk dapat berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Salah satu lembaga tersebut adalah lembaga perpustakaan. Lembaga perpustakaan diharuskan untuk melakukan inovasi layanan perpustakaan dengan basis digital. Basis digital ini mengarah kepada pengguna perpustakaan yang dalam mengakses perpustakaan dengan bantuan media smartphone, komputer atau tablet. Sekali klik dalam aplikasi perpustakaan maka pengguna perpustakaan dapat dengan mudah mencari sumber informasi dan menggunakan untuk kebutuhan informasinya.

Awal sebuah pelayanan perpustakaan adalah berangkat dari layanan konvensional yang kesehariannya fokus kepada pengguna perpustakaan dengan kegiatan yang rutin. Berawal dari pengguna perpustakaan datang ke perpustakaan, pengguna perpustakaan menuliskan buku kehadiran atau tap kartu perpustakaan, pengguna perpustakaan mengambil kunci loker dengan menjaminkan kartu pengenal kemudian mencari sumber informasi berupa buku, jurnal, koran, peta atau sumber informasi yang sesuai kebutuhan pengguna kemudian menggunakannya dan mengembalikannya ke tempat yang sudah disediakan, dan penggunakan perpustakaan pulang dengan mengambil tas di loker dan menukarkan jaminannya. Selanjutnya beralih ke pelayanan perpustakaan semi digital, perpustakaan ini mengkolaborasikan pelayanan konvensional dengan bantuan komputer sebagai mesin pencari sumber informasi. Aplikasi yang digunakan adalah aplikasi familiar seperti SLIMS. Pengguna perpustakaan dalam prosedur ke perpustakaan sama seperti perpustakaan konvensional, namun berbeda dalam melakukan pencarian informasi. Dalam perpustakaan semi digital ini penelusuran informasi dilakukan secara online yang hanya di dalam ruang perpustakaan. Selanjutnya perpustakaan digital mengkolaborasikan perpustakaan konvensionaL dan semi digital menjadi perpustakaan digital dengan menghadirkan aplikasi perpustakaan secara online, baik itu website perpustakaan, mesin penelusur informasi secara online, peminjaman dan pengembalian online serta aktifitas-aktifitas pustakawan dilakuakn secara online seperti memebrikan pengumuman, menampilkan buku baru, memposting artikel dan sampai kegiatan surat menyurat dilakuakn secara online. Perbedaan yang terlihat adalah pada buku yang digunakan oleh perpustakaan. Buku yang digunakan dalam perpustakaan digital tersebut semuanya menggunakan e-book sedangkan perpustakaan konvensional menggunakan buku fisik dan perpustakaan semi digital menggunakan buku fisik dan e-book, namun rata-rata masih banyak menggunakan buku fisik, mesin penelususran digunakan hanya untuk membantu pencarian buku yang ada di rak dengan status deksripsi yang detail dan status buku dalam sirkulasi.

Perpustakaan digital di tengah wabah corona ini semakin diminati oleh masyarakat. Hal tersebut dikarenakan anjuran pemerintah untuk tetap tinggal di rumah aja. Aktifitas masyarakat dalam menggunakan layanan perpustakaan beralih ke perpustakaan digital dengan mengunduh aplikasi di playstore untuk android atau dari website perpustakaan untuk pengguna perpustakaan yang menggunakan media komputer. Sebagai contoh perpustakaan digital yang salah satu aplikasi perpustakaan yang digunakan adalah iPusnas dari Perpustakaan Nasional. Aplikasi ini berisikan berbagai macam konten e-book yang tersedia yang dapat di pinjam dan di baca untuk jangka waktu beberapa hari. Kemudian Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten mempunyai aplikasi perpustakaan digital dengan nama iBanten. Alur penggunaannya cukup mudah dan ringkas. Pengguna perpustakaan dapat dengan mudah memanfaatkan buku-buku atau sumber-sumber informasi yang ada di perpustakaan. Terlebih lagi dengan kolaborasi dengan website Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten yang memberikan informasi secara detail dan mudah di akses serta memberikan solusi bagi pengguna perpustakaan yang terkendala dalam menggunakan perpustakaan digital dengan bantuan kontak kami.

Bagaimana kebermanfaatan perpustakaan digital selain memudahkan pengguna perpustakaan untuk tetap di rumah saja? Selanjutnya adalah perpustakaan digital dengan konsep aplikasi perpustakaan digital yang di lihat dari sisi sirkulasi adalah dapat memantau pergerakan keberadaan buku yang di pinjam oleh pengguna perpustakaan. Selain itu juga, pengguna perpustakaan dapat melakukan usulan buku pada kolom atau kontak kami di aplikasi perpustakaan. Kebermanfaatan perpustakaan digital berikutnya adalah user interface dengan tampilan yang memudahkan dan mudah digunakan oleh seluruh kalangan dari segi pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum dapat dengan mudah berselancar di aplikasi perpustakaan digital. Perpustakaan digital bermanfaat juga pada pustakawan selaku pengelola perpustakaan. Pustakawan dapat dengan mudah melakukan monitoring dari berbagai lokasi dan kapan pun. Jika terjadi permasalahan di aplikasi perpustakaan maka dengan mudah dilakukan perbaikannya. Perpustakaan digital juga bermanfaat bagi pengambil keputusan atau kebijakan dalam situasi wabah virus corona. Pengambil kebijakan dapat melihat indeks literasi dari sudut pandang minat baca masyarakat dalam mengakses dan menggunakan aplikasi perpustakaan. Hal tersebut dapat di lihat dari jumlah kunjungan dan jumlah peminjaman serta pengembalian ebook. Pengambil kebijakan juga dapat merencanakan lebih lanjut mengenai pengembangan-pengembangan bagian tools dalam aplikasi perpustakaan dengan penambahan ebook, jurnal, laporan kegiatan, artikel ilmiah hingga majalah yang sifatnya menstimulkan minat baca masyarakat.

Menilai dari manfaat perpustakaan digital di dalam masa wabah corona tidak hanya bermanfaat bagi internal dan eksternal perpustakaan saja tetapi juga bermanfaat bagi pengembangan literasi informasi dan pengetahuan secara digital. Perpustakaan sebagai tempat pengelola informasi mengedepankan layanan kepada masyarakat dengan berbagai media, yang salah satunya adalah dengan membangun perpustakaan digital. Pengembangan-pengembangan selanjutnya perlu terus dilakukan untuk dapat selalu dirasakan oleh masyarakat. Hasilnya masyarakat dapat menikmati layanan perpustakaan tanpa perlu keluar rumah dan mendapatkan pengetahuan secara mudah, kapan dan dimanapun berada serta manfaat akhirnya adalah meningkatkan budaya membaca masyarakat dan meningkatkan indeks literasi informasi.

* Dosen Ilmu Perpustakaan, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Share :