MEMBACA DI TENGAH PANDEMI

MEMBACA DI TENGAH PANDEMI

MEMBACA DI TENGAH PANDEMI

Oleh Asep Awaludin*


Menjalani hidup dalam isolasi diri telah banyak memberikan dampak pada kondisi sosial-ekonomi. Meskipun semakin banyak penelitian menunjukkan bahwa physical distancing dengan menerapkan metode karantina dan isolasi diri dinilai efektif, namun hal ini jelas membuat kita merasa bosan. Kemudian, banyak di antara kita yang mulai bertanya-tanya berapa lama pandemi Covid 19 ini akan berlangsung. Coronavirus adalah suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Beberapa jenis coronavirus diketahui menyebabkan infeksi saluran nafas pada manusia mulai dari batuk pilek hingga yang lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru yang ditemukan menyebabkan penyakit COVID-19. COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan. Ini merupakan virus baru dan penyakit yang sebelumnya tidak dikenal sebelum terjadi wabah di Wuhan, Tiongkok, bulan Desember 2019. Walaupun pada akhirnya pemerintah menetapkan kehidupan kenormalan baru sebagai scenario skenario untuk mempercepat penanganan Covid-19 dalam aspek kesehatan dan sosial-ekonomi.

Sekolah, bekerja bahkan beribadah pun dianjurkan untuk dilakukan di rumah saja. Hampir semua negara mengimbau warganya untuk tidak beraktivitas di luar rumah jika tidak ada kepentingan yang mendesak. Terkecuali, memang bagi mereka yang harus keluar dan kegiatannya tidak bisa dilakukan dari rumah. Perubahan tersebut tentu juga berdampak luas di banyak sektor. Salah satunya adalah kegiatan pembelajaran masyarakat.

Manusia yang diperintahkan oleh Allah sebagai khalifah di muka bumi dengan dianugerahkan potensi akal, pada dasarnya dituntun untuk berlomba-lomba dalam mengembangkan potensi diri dan mengaktualisasikannya secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Secara naluri, manusia adalah makhluk yang memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Dengan demikian semua manusia berusaha untuk mengetahui segala sesuatu yang belum diketahuinya, dengan cara bertanya kepada seseorang atau menggali pengetahuan dari berbagai sumber informasi.

Kejayaan peradaban yang ada di dunia, mulai dari Romawi, Islam, Eropa atau peradaban lainnya, semua dibangun dari tradisi membaca dan menulis sehingga muncul berbagi karya intelektual dalam berbagai bentuk.

Membaca memiliki peran yang sangat vital dalam menyumbang generasi-generasi emas pembawa kemajuan, tentu kita sepakat bahwa membaca akan meningkatkan kecerdasan dan pengetahuan. Siapa yang menyangka jika memahami bacaan itu ternyata memiliki definisi yang lebih spesifik. Ya namannya definisi, tentu saja jika konteksnya diajukan ke satu orang dengan yang lain akan berbeda-beda.

Tapi pada kesempatan kali ini sedikit berbeda. Berbeda karena tidak sekedar mengupas pengertian membaca secara umum dan menurut para ahli. Tetapi juga mengulik tentang manfaat membaca bagi diri sendiri.

Apa saja sih manfaat membaca buku itu? Banyak jawabannya, setelah membaca kamu akan tahu apa saja yang bisa kamu dapat dari kegiatan reading atau membaca. Berikut kami kutipkan dari (https://penerbitbukudeepublish.com/manfaat-membaca-buku) tentang beberapa manfaat membaca bagi kita. Diantaranya :

1.    Menambah wawasan dan pengetahuan. Membaca buku akan membuat kita banyak mengetahui tentang berbagai macam informasi dan pengetahuan yang selama ini belum kita ketahui. Dengan begitu akan mengantarkan kita menjadi pribadi yang kaya akan pengetahuan, kaya akan informasi dan sering dijadikan sebagai rujukan ketika bertanya.

2.    Membuka jalan pikiran. Jalan pikiran merupakan sebuah jalan menuju ide-ide cemerlang, atau sebuah jalan menuju solusi dari sebuah permasalahan. Apa-apa yang didapat dari membaca buku entah itu konsep, pengetahuan atatu informasi bisa digunakan sebagai base atau landasan dalam menemukan sebuah ide atau solusi.

3.      Membuat otak lebih sehat. Manusia itu ibarat mesin yang jika didiamkan saja justru akan rusak, manusia jika tidak olahraga maka badannya kurang sehat begitu juga dengan otak jika tidak pernah kita asah maka bisa-bisa otak kita akan tumpul.

4.     Menambah kosa kata. Banyak sedikitnya kosa kata mungkin kurang begitu berarti bagi orang-orang biasa, tapi bagi orang yang pekerjaannya adalah menulis, mengajar atau sebagai pemimpin yang sering berbicara di depan umum maka kosa kata adalah hal yang sangat penting. Semakin banyak kosa kata yang dikuasai tentu akan sangat mendukung orang tersebut ketika menulis, mengajar atau berbicara di depan umum. Bahkan bagi orang biasa pun, dengan banyak-banyak membaca buku pasti akan memperlancar dirinya ketika menyampaikan suatu pendapat atau gagasan kepada orang lain.

5.     Meningkatkan kemampuan menulis (writing skills). Seseorang akan meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah buku yang dibaca, karena membaca buku akan membuat seseorang memiliki wawasan yang dengan wawasan itu akan dituangkan kedalam tulisan.

6.   Meningkatkan kemampuan public speaking. Membaca tidak hanya mengasah kemampuan menulis, tapi juga memiliki manfaat dalam meningkatkan kemampuan public speaking. yaitu merupakan komunikasi lisan di hadapan orang banyak (umum), bisa seperti pidato, ceramah, atau sekadar menyampaikan pendapat di depan orang banyak.

7.    Mengurangi stress. Membaca buku ternyata bisa juga membuat orang terhindar dari stress, apalagi jika membaca buku merupakan sebuah hobi. Atau membaca buku dengan jenis buku yang menghibur seperti komik, atau buku-buku yang berbau humor.

8.     Belajar dari pengalaman orang lain. Banyak orang yang bilang belajar dari pengalaman adalah guru terbaik, jika pengalaman diri sendiri merupakan guru terbaik maka ada yang lebih baik dari itu, yaitu belajar dari pengalaman orang lain. Jika ada pepatah mengatakan “jangan sampai jatuh di lubang yang sama”, maka kita bisa belajar dari pengalaman orang lain agar tidak sampai jatuh di lubang tersebut.

9.     Membuat lebih fokus. Pada saat kita membaca sebuah buku, otak kita akan dibiasakan untuk fokus terhadap bacaan pada sebuah buku yang kita pegang. Pada saat inilah sebenarnya kita sedang berlatih untuk fokus terhadap sesuatu hal, efek positifnya adalah ketika kita mengerjakan sesuatu kita akan lebih fokus lagi. Misal pada saat kita bekerja, saat ujian, saat berkendara dan kegiatan-kegiatan yang lainnya.

10.  Membuat lebih bersemangat. Beberapa jenis buku seperti motivasi atau biografi tentang orang-orang sukses akan memberikan kita secuil energi positif yang dapat memicu luapan semangat untuk meraih kesuksesan serupa.

Membaca adalah salah satu proses yang sangat penting untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan. Tanpa bisa membaca, manusia dapat dikatakan tidak bisa hidup di zaman sekarang ini karena hidup manusia sangat bergantung pada ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Dan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan itu, salah satunya dengan cara membaca. Dalam situasi pandemi sekarang ini, tentu dikembalikan lagi kepada diri kita masing-masing, bagaimana kreatifitas kita dalam mencari dan menemukan informasi agar kita tidak ketinggalan dan kehilangan informasi.

*Pemustaka


Share :