LITERASI CORONA

LITERASI CORONA

LITERASI CORONA

Oleh  HMS. SUHARY  AM

“Dan hendaklah kamu tertap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang orang jahiliyah dahulu, dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan RasulNya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih bersihnya”. (QS. Al Ahzab : 33)

            Dalam Al Qur’an Corona disebut Qorna yang artinya tetap di rumah (berdiam di rumah/stay at home). Ibnu Katsir dalam Tafsirnya menjelaskan bahwa Qorna berhubungan dengan Tabarruj (yakni bagi wanita menanggalkan krudung yang ada di kepalanya dan tidak mengikatnya dengan kuat  sehingga tampaklah kalung, leher dan tengkuknya (aurat yang terbuka,pen). Inilah makna Tabarruj. Kemudian hukum inipun diberlakukan kepada seluruh kaum wanita. Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu, berarti janganlah kamu keluar rumah, kecuali karena ada keperluan yang bersifat syar’iyah seperti pergi ke mesjid disertai pemenuhan syarat yang ditetapkan Nabi SAW. (Ibnu Katsir, Jiiid 3. Hal.852-853). Ayat tersebut tidak berhubungan dengan COVID 19, akan tetapi berkaitan dengan perintah Allah kepada para istri-istri Nabi. Sekaligus menjadi ibroh bagi wanita muslimah.

            Adapun yang berhubungan dengan wabah penyakit Tho’un (kolera) Nabi bersabda : Kata Abdurahman Bin Auf. Aku mendengar Rosulullah bersabda : “Apabila kamu mendengar wabah penyakit di negeri tempat kamu berada, maka janganlah keluar dari negeri itu karena hendak melarikan diri”.

            Lalu apa yang dimaksud dengan Corona Virus Deaseas (COVID 19) ? sepanjang Penulis ketahui Corona tersebut menurut para ahli medis, merupakan virus penyakit yang berbahaya, bahkan bisa mematikan. Corona Virus Deseas (COVID 19) adalah keluarga besar dari virus yang menyebabkan penyakit, mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah, seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Resopiratory Syndrome (SARS). Sebagian besar adalah virus yang tidak berbahaya. Virus Corona pada manusia pertama kali ditemukan pada tahun 1960 dalam hidung pasien yang terkena flu biasa (common cold). Virus ini diberi nama berdasarkan struktur mirip mahkota dipermukaannya. Corona dalam bahasa Latin berarti “Halo” atau “mahkota”.

Adapun gejala Virus Corona awalnya dari hidung berair, sakit kepala, batuk, sakit tenggorokan, demam (panas dingin), dan tidak enak badan secara keseluruhan.

Munculnya Virus Corona

Virus Corona muncul awal  terjadinya di Wuhan (China) kemudian merembet ke Amerika, Itali, Iran dan terus ke bagai mancanegara termasuk di Indonesia. Sudah banyak korban kematian  di berbagai negara yang dapat dilihat  dalam jumlah kematian antara lain  14,687 orang dalam kematian karena Corona Virus, 69,602 orang, common cold, 140,584 orang terkena Malaria, 153,696 (orang)  Suicide (bunuh diri), 193,479 (orang) road accidents/kecelakaan di jalan raya, 240,950 (orang)  HIV loss, 358,471 (orang) karena alcohol, 716,498 (orang) mati  karena rokok, 1,177,141 (orang) mati karena Cancer/kanker. Ternyata angka kematian akibat Corona dibanding karena penyakit lainnya masih relatif kecil, tapi gaung Corona begitu mengejutkan dunia karena yang terkena Virus Corona  banyak para petinggi negara, para anggota dewan di Eropa, Amerika, Israel dan para dokter medis, masyarakat biasa meninggal  atau sakit  karena Virus Corona. (Data Medosos/You Tube). Dalam Hadist Nabi Corona tersebut dinisbatkan seperti penyakit wabah Thou’n (penyakit Kolera) yang menyerang negeri Syam (Syria) tahun 18 Hijriyah menyebabkan 25 ribu kaum muslimin meninggal dunia, diantara sahabat yang meninggal adalah Yazid bin Abu Sofyan, Muadz bin Jabal, Abu Ubaidah, Syarhbil bin Hasanah dan Al Fadl bin Abbas. Untuk menghindari korban lebih banyak, Khalifah Umar RA  melarang umat Islam mendatangi negeri tempat wabah tersebut.

Apa kata WHO

            Warga dunia menurut WHO (World Health Organization) Badan Kesehatan Dunia di PBB menjelaskan bahwa umat manusia sedang menghadapi Virus Corona yang mematikan, Virus Corona yang secara resmi dinamakan WHO Corona Virus Diseas 2019 atau COVID-19. Berdasarkan data resmi per hari Covid-19 telah menjangkit lebih dari 145 ribu orang di 121 negara dengan jumlah kematian 5000 jiwa/hari.

Sejarah abad 20 mencatat beberapa kali dunia menghadapi virus kematian, diantaranya yang paling dikenal adalah Virus Ebola asal Kongo (1976) yang mematikan 14.000 jiwa lebih  manusia.Virus H1N1 asal Amerika dan Meksiko (2009) yang mematikan manusia lebih dari 123.000 jiwa. Virus MERS asal Saudi Arabia (2012) yang mematikan manusia kurang dari 900 orang. Namun, wabah yang paling mematikan adalah Spanish Flu atau Virus H1N1 (Januari 1918-Desember 1920) yang diperkirakan menjangkit 500 juta jiwa (27 % dari populasi dunia masa itu yang berjumlah 1.9 milyar jiwa) dan diperkirakan membunuh setidaknya  17 juta hingga 50 juta jiwa, namun, ada juga yang memperkirakan hingga 100 juta jiwa. (Hidayatullah.Com).

Hikmah di balik Corona

Akibat Corona tempat maksiat menjadi ditutup, Corona menurunkan suku bunga bank, Corona membawa keluarga diam di rumah, Corona memindahkan anggaran militer menjadi anggaran perawatan kesehatan, Corona membungkam arogansi/kesomobongan menusia karena sains dan teknologi, Corona memaksa negara memperhatikan rakyatnya, corona mengajarkan tentang kesehatan dan kebersihan manusia, Corona mengajarkan manusia agar hidup sederhana jangan ber foya foya, Corona bisa menghancurkan manusia dan manusia tidak akan berdaya, Corona mengajarkan manusia bahwa kematian itu pasti adanya, Corona mengajarkan manusia tidak makan sembarang makanan (khuusnya yang haram), Corona mengajarkan manusia agar memohon ampunan pada Yang Maha Kuasa (Allah SWT), Corona mengajarkan kepada umat manusia bahwa nyawa manusia kapan saja bisa diambil dan mengajarkan apa yang dimiliki oleh manusia kapan saja bisa diambil Tuhan. Tuhan tidak akan menurunkan sesuatu musibah, melainkan ada di balik hikmah bagi manusia agar manusia tetap sadar dan kembali kepada khaliqul alam (Tuhan Pemilik Alama Semesta).

Curahan hati dari Puisi  KH. Mustofa Bisri

katanya Tuhan  mengajarkan melalui  Corona. Sebagai renungan buat para pembaca. Apa kata Kyai dalam Curahan Hati (Puisi) Sang kyai tersebut.

Katanya….Vatikan sepi, Yerusalem Sunyi, Tembok Ratapan di pagari, Paskah tak pasti, Ka’bah di tutup, Sholat Jumat di rumahkan, Umrah batal, Sholat Taraweh Ramadhan mungkin juga bakal sepi.

Corona datang , seolah membawa pesan bahwa ritual itu rapuh…bahwa huru hara atas nama Tuhan itu semu….bahwa simbol dan upacara itu banyak yang hanya menjadi topeng….dan komoditi dagangan saja….

Ketika Corona datang…engkau dipaksa mencari Tuhan…bukan di Basilika Santo Petrus….bukan di Ka’bah….bukan di dalam Gereja….bukan di masjid….bukan di mimbar khotbah….bukan di majlis Taklim…..bukan dalam misa Minggu….bukan dalam sholat Jumat…. Melainkan pada  kesendirianmu….pada mulutmu yang terkunci…pada hakekat yang senyap….pada keheningan yang bermakna….

Corona mengajarimu….Tuhan itu bukan (melulu) pada keramaian…..bukan (melulu) pada ritual….Tuhan  itu ada jalan keputus-asaanmu…dengan ujian  yang berpenyakit….Corona memurnikan agama…bahwa tak ada yang boleh  tersisa….kecuali Tuhan itu sendiri…!

Tak ada lagi indoktrinasi…yang menjajah nalar….tidak ada lagi sorak sorai….memperdagangkan nama Tuhan….Datangi…,temui dan kenali Dia di dalam relung jiwa dan hati nuranimu sendiri…. Temukan Dia di saat yang teduh….di mana engkau hanya sendiri bersamanya…..

Sesungguhnya kerajaan Tuhan ada dalam dirimu….Qalbun mukmin baitullah….Hati rang yang beriman adalah rumah Tuhan….Biarlah hanya Tuhan yang ada….biarlah hanya nurani yang berbicara….biarlah para pedagang dan para penjual agama disadarkan oleh Tuhan melalui kejadian ini….Semoga kita bisa belajar dan mengambil hikmah dari kejadian ini. (Surabaya, 22 Maret 2020. Ikhtiar dan Bermunajat).

Nasehat untuk mencegah infeksi Corona Virus antara lain :

(1). Cuci Tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik.

(2). Hindari menyentuh wajah (hidung, mulut, dan mata) dengan tangan yang kotor.

(3). Hindari berhubungan dengan orang yang sakit.

(4). Hindari daerah mana infeksi/wabah terjadi.

(5). Bersihkan barang yang sering anda sentuh.

(6). Tutupi mulut anda saat batuk dan bersin dengan tisue dan segera cuci tangan.

(7). Tetaplah di rumah jika sakit/tentu sambil berobat ke Dokter.

(8). Jaga jarak (physical distancing) dengan orang-orang/keramaian.

Renungan buat kita semua, dalam Al Qur’an dinyatakan bahwa musibah, azab, ujian dan cobaan itu datang kepada umat manusia adalah merupkan peringatan dari Allah SWT agar manusia manyadari, dan kembali kepada jalan yang benar serta kembali kepada Allah serta bertwakkal kepadaNya.

Allah meng-azab suatu kaum yang sudah diperingatkan (QS. 17:16) Azab Allah pasti akan datang pada waktunya (QS.29:53) Azab Allah kepada yang mendustakan karuniaNya (QS.52:11; QS.70:39). Azab bagi orang kafir (QS. 8:26). Azab bagi orang yang tidak percaya Hari Akherat (QS. 27:4,5). Azab Allah bagi kaum yang durhaka (QS. 29:40). Azab bagi kaum musyrikin (QS. 44:10,11).  Allah SWT akan menguji manusia dengan harta dan dirinya (QS.2:156; QS.3:186). Allah akan menguji manusia (QS. 5:48; QS. 6:53, 165).  

Share :