GOOGLE SEBAGAI SUMBER INFORMASI UNTUK MENULIS DI ERA DISRUPSI COVID-19

GOOGLE SEBAGAI SUMBER INFORMASI UNTUK MENULIS  DI ERA DISRUPSI COVID-19

GOOGLE SEBAGAI SUMBER INFORMASI UNTUK MENULIS

DI ERA DISRUPSI COVID-19

Oleh Jamridafrizal.S.Ag.,S.S.,M.Hum*

 


Latar Belakang

Selama pandemi Covid-19, masyarakat dipaksa untuk melakukan aktivitas di rumah, termasuk mencari informasi untuk berbagai kebutuhan dengan menggunakan google, saat ini Google melakukan beragam hal untuk memastikan orang-orang memiliki informasi yang relevan dengan kebutuhan. Menurut laporan  April 2020 Google memiliki pangsa pasar 86,02 persen.¹ Google dan produk turunannya Google Cendekia, dan Google Buku mempermudah pencarian sumber-sumber informasi berupa teks karena dapat melakukan beberapa pencarian lebih banyak hasil daripada database perpustakaan tradisional. Pencari informasi dapat mengakses sumber digital yang memiliki tautan ke teks lengkap, kutipan, atau alat bantu pencarian arsip sehingga dapat dijadikan kutipan dalam karya tulis, tanpa biaya mahal yang dapat memajukan keadilan sosial berkenaan dengan informasi (Hoffmann, A. L. 2016) ²

Beberapa penelitian lain mengenai penggunakan Google Cendekia untuk mencari dan mengutip reference sebagaimana temuan penelitian Ronshteyn, K., & Tvaruzka, K. (2008).3 Pemfaaatan google cendikian oleh Zientek, L. R., dkk (2018) membahas pemnfaatan sarana ini untuk mencari informasi untuk tinjauan pustaka dan memudahkan cara mengutip rujukan.4 Ameen, A. A. K. (2017) mengungkapkan tren meningkatnya kesukaan dalam menggunakan Google Cendekia di negara berkembang seperti Pakistan oleh akademisi untuk mencari artikel jurnal elektronik.5

Kousha, K., & Thelwall, M. (2020)  meneliti sumber informasi yang digunakan oleh mahasiswa  tingkat doktoral di Inggris dari tahun  2009 sampai dengan 2018 yang mengutip googlebooks sebanyak 9%, kutipan Google Buku lebih umum di Seni dan Humaniora (18%), Dalam Ilmu Sosial (13%),6 Harper, S. F. (2016) menemukan bahwa Google Buku dapat menjadi sumber yang jauh lebih berguna untuk perpustakaan ilmu kesehatan.7

Kousha, K., & Thelwall, M. (2009) menilai Pencarian informasi di Buku Google dapat mengisi sebagian celah ini dengan membandingkan kutipan dari buku dengan kutipan dari artikel jurnal ke artikel jurnal dalam 10 disiplin ilmu, ilmu sosial, dan humaniora.8 Buku Google dapat menjadi peluang untuk memperbesar skala digitalisasi informasi.9

Meskipun google search engine dan produk turunanya sangat bermanfaat untuk menemukan informasi, namun, masih sulit ditemukan informasi bagaimana cara menelusur informasi yang berkualitas dengan google secara sistematis, meskipun beberapa pendapat di atas sudah ada bukti bahwa google sudah digunakan untuk  menemukan sumber informasi guna menemukan informasi ilmiah.

Mengingat pentingnya sumber informasi utama dan perlunya keahlian dalam menelusurnya maka penulis menganggap perlu berbagi pengetahuan  untuk mencari informasi melalui google mengingat masih banyak penelusur informasi masa kini terutama mahaiswa belum memiliki kemampuan untuk menemukan sumber-sumber utama di google dan produk turunannya.

Pembahasan

Sumber Informasi Utama  Karya Tulis

 

Kebutuhan informasi berkualitas merupakan respons terhadap masalah yang sedang dicarikan solusinya. Kebutuhan berasal dari mengenali "masalah" yang menghalangi seseorang untuk bergerak maju. Pencarian informasi adalah tindakan alami untuk mengurangi ketidakpastian, 'mengisi kesenjangan pengetahuan, atau memahami dunia seseorang. Dalam Teori Kebutuhan Informasi, Cole mengidentifikasi salah satu kebutuhan informasi disimpulkan dari perilaku yang menyiratkan kebutuhan akan informasi.10 Sharon A. Cox (2014) menyebutkan bahwa kebutuhan informasi memberikan kriteria apa yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan,pada tingkat apa informasi harus diberikan dan berapa banyak detail yang harus diberikan.11

Kebutuhan akan informasi, khususnya  sumber utama itu penting karena penulis sumber kedua mungkin telah salah menafsirkan sebuah artikel yang mereka kutip. Kadang-kadang, sumber utama tidak akan tersedia karena tidak dicetak atau dalam bahasa asing. Penting ketika melakukan tinjauan pustaka untuk studi penelitian bahwa sumber yang digunakan adalah penelitian berbasis bukti dan empiris.12 Alasan lain sumber utama sangat penting bagi para peneliti.

Para ahli memberikan pandangan yang beragam tentang pentingnya sumber utama. Singh, G. (2013) berpendapat Sumber utama memiliki nilai lebih dan penting daripada sumber informasi lainnya karena didalamnya terdapat pengetahuan baru atau interpretasi baru dari pengetahuan lama. Banyak informasi yang diterbitkan dalam sumber primer tidak pernah dipublikasikan kembali di sumber lain. Sumber-sumber ini juga disebut sumber informasi asli. Sumber primer yang merupakan catatan publikasi pertama dari kegiatan penelitian dan pengembangan asli yang dicatat dan dipublikasikan pertama kali di sumber-sumber utama seperti jurnal. Ini juga akan membantu para peneliti untuk menghindari duplikasi dalam penelitian. Sumber primer terdiri dari teori asli, ide, penemuan, dan penemuan. Sumber-sumber ini tersebar dan tidak terorganisir. Informasi tentang pengembangan tidak dipublikasikan sebelumnya di sumber lain.13

Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan tentang pentingnya sumber utama untuk memastikan sumber primer karena penulis sumber kedua mungkin telah salah menafsirkan sebuah artikel yang mereka kutip.14 seperti Scanlon,M. dan Daugman,E. memperkaya dan menginformasikan makalah penelitian; mereka menawarkan perspektif unik tentang suatu peristiwa, situasi atau orang, memberikan uraian langsung tanpa filter, yang tidak ada dari sumber-sumber sekunder dan murni lainnya.15

Ragam sumber informasi utama

Sumber utama dapat dibagi menjadi empat kelompok: kata-kata, gambar, artefak dan ingatan yang ditimbulkan melalui metode sejarah lisan.16 Grudzina (2008), dkk sumber informasi utama paling umum yaitu 1) Catatan pribadi, seperti buku harian, jurnal, memoar, otobiografi, dan surat; sementara sumber-sumber ini sering diterbitkan lama setelah penulis meninggal, mereka masih primer. 2) Publikasi kontemporer, termasuk artikel surat kabar dan majalah dari periode yang diteliti, surat publik oleh orang-orang penting, esai, teks pidato, dan sebagainya; bahkan sejarah dan biografi dapat menjadi sumber utama, jika ditulis selama periode pentelitian. 3) Catatan resmi, termasuk dokumen hukum, pemerintah, atau bisnis.17 Smallwood, C. (Ed.). (2015) lebih merenci jenis sumber utam yaitu 1). Teks tercetak, 2). Serial, 3). Peta 4). Dokumen Pemerintah 5). Materi Visual 6). Audio.18

Ketrampilan Literasi Informasi Era Google

 

Konsep literasi informasi di abad ke-21 sangat diperlukan  ketika informasi digital yang semakin berkembang pesat menghasilkan lingkungan informasi yang berubah dari meningkatnya kompleksitas.  Untuk menanggapi lingkungan yang selalu berubah, individu membutuhkan lebih dari sekadar basis pengetahuan, mereka juga membutuhkan teknik untuk mengeksplorasi, menghubungkannya ke basis pengetahuan lain, dan memanfaatkannya secara praktis. Literasi informasi dengan demikian diakui tidak hanya sebagai kompetensi pribadi yang diperlukan untuk menavigasi melalui banjir informasi yang dihadapi setiap individu 19 Asosiasi Perguruan Tinggi dan Perpustakaan Penelitian (ACRL)  mendefinisikan bahwa 'Literasi Informasi adalah seperangkat kemampuan yang membutuhkan individu untuk mengenali kapan informasi dibutuhkan dan memiliki kemampuan untuk menempatkan, mengevaluasi dan menggunakan informasi yang dibutuhkan secara efektif.20

            Di era ledakan informasi ketersediaan referensi dan dokumen serta informasi lainnya tidak lagi menjadi masalah. Pada saat yang sama, informasi yang ditemukan di Internet tidak selalu berkualitas. Dengan demikian, meskipun mesin pencari adalah alat yang sangat baik untuk mengumpulkan informasi tentang topik yang sedang ditulis/diteliti maka penelusur informasi harus menetapkan keandalan, validitas, dan kepercayaa terhadap sumber yang digunakan21 dengan demikian diperlukan ketrampilan mengenali sumber utama saat menelusuran. Standar Kompetensi Literasi Informasi ACRL (2000) untuk Pendidikan Tinggi dapat digunakan sebagai kerangka litrasi informasi era google, yaitu :

1.    Mendefinisikan dan mengartikulasikan kebutuhan akan informasi

2.    mengakses informasi yang dibutuhkan secara efektif dan efisien

3.    mengevaluasi informasi dan sumber-sumbernya secara kritis dan memasukkan informasi yang dipilih ke dalam basis pengetahuannya

4.    menggunakan informasi secara efektif untuk mencapai tujuan tertentu

5.    menggunakan informasi secara etis dan legal.22

 

Strategi penelusuran sumber informasi utama dengan Google

Smallwood, C. (Ed.). (2015) menyarankan sebelum melakukan penelusuran online, penelusur dianjurkan mengumpulkan informasi tentang latar belakang tentang topik yang sedang ditulis dan mengidentifikasi istilah pencarian. Salah satu hasil pencarian pertama untuk topik yang ditulis umumnya sudah tersedia di Wikipedia ensiklopedia online. Umumnya  entri yang ada di Wikipedia menyediakan tanggal, tempat, informasi historis, nama orang yang terlibat, nama organisasi, lembaga pemerintah, masyarakat, keanggotaan, asosiasi, dan afiliasi yang penting. Seorang peneliti dapat menggunakan ini untuk menemukan institusi dan arsip. Entri Wikipedia sering menyebutkan sumber-sumber utama dalam teks, dan sumber-sumber ini biasanya hyperlink ke materi digital. Jika tidak tersedia maka kutipan dapat dengan mudah ditemukan menggunakan mesin pencari Google untuk melihat apakah sumber telah didigitalkan atau berada dalam domain public, misalnya di buku Google yang menyediakan sumber daya berharga yang memungkinkan seorang peneliti kemampuan untuk mencari teks lengkap dari semua buku dan majalah yang disimpan Google dalam basis datanya. Ketika mencari sumber-sumber utama, seringkali bermanfaat untuk melihat daftar pustaka sumber sekunder.Buku-buku domain publik akan sering berlokasi di Project Guttenberg dan Google Books. Untuk menemukan informasi yang relevan dengan kebutuhan diperlukan strategi agar hemat waktu dan tenaga23 Alternatif lain menggunakan Google Cendekia hanya mencari sumber akademis dan akademis. Oleh karena itu, hasil pencarian Google Cendekia dapat berupa berbagai jenis dokumen, termasuk buku, artikel yang diulas sejawat, laporan pengadilan, abstrak, dan paten.24

Dalam penelusuran dan pemanfaat sumber informasi berbasis google dan produk turunannya penulis memakai  Standar Kompetensi Literasi Informasi ACRL (2000) untuk Pendidikan Tinggi yaitu:25

1.  mendefinisikan dan mengartikulasikan kebutuhan akan informasi

2.  mengakses informasi yang dibutuhkan secara efektif dan efisien

3.  mengevaluasi informasi dan sumber-sumbernya secara kritis dan memasukkan informasi yang dipilih ke dalam basis pengetahuannya

4.  menggunakan informasi secara efektif untuk mencapai tujuan tertentu

5.  menggunakan informasi secara etis dan legal.26

   Pertama, definisikan dan artikulasikan kebutuhan akan informasi. Penelusur yang melek informasi mendefinisikan dan mengartikulasikan kebutuhan informasi melaui identifikasi topik penelitian, atau kebutuhan informasi lainnya. Mengembangkan pernyataan penelitian dan merumuskan pertanyaan berdasarkan kebutuhan informasi. Menggali sumber-sumber informasi umum untuk meningkatkan pengetahuan tentang topik. Menentukan atau memodifikasi kebutuhan informasi untuk mencapai fokus yang dapat dikelola. Mengidentifikasi konsep dan istilah kunci yang menggambarkan kebutuhan informasi Mengakui bahwa informasi yang ada dapat dikombinasikan dengan pemikiran, eksperimen, dan/atau analisis asli untuk menghasilkan informasi baru27 Misalnya  Kebutuhan informasi  untuk penelitian “Information Seeking Behavior of digital native using online resources ”dengan metode penelitian “ Survey Research Methods, tinjauan ilmiah saat ini yang berkaitan dengan topik penelitian.

Kedua, mengakses informasi yang dibutuhkan secara efektif dan efisien.Untuk mengakses informasi yang effektif di google penenlusur harus memahami fitur-fitur utama dan cara operasi sarana penelusuran google,penggunaan kata atau frase kunci yang relevan di Google. Memutuskan sarana mana yang sesuai untuk kebutuhan penelitian apakah google, google schoolar atau googlebooks. Misalnya untuk topik penelitian “Information Seeking Behavior of digital native using online resources ”.Pertimbangkan variabel yang dipilih untuk dimasukkan dalam pertanyaan penelitian, seperti Topik utama (Information Seeking Behavior) populasi yang diminati (mis., digital native, Fokus lokasi (mis. Sumatera Barat dan Indonesia), teori tentang Information Seeking Behavior dan digital native, online resources  periode waktu tertentu. (misalnya dari tahun 2015- sd 2020).

Mahasiswa yang melek informasi mengidentifikasi berbagai jenis dan format sumber potensial untuk informasi. Hasil meliputi : Mengetahui bagaimana informasi secara formal dan informal diproduksi, diorganisasikan, dan disebarluaskan. Mengenali bahwa pengetahuan dapat diorganisasikan ke dalam disiplin ilmu yang memengaruhi cara informasi diakses. Mengidentifikasi nilai dan perbedaan sumber daya potensial dalam berbagai format (misalnya multimedia, basis data), itus web, kumpulan data, audio/visual, buku) Mengidentifikasi tujuan dan khalayak sumber daya potensial (misalnya, populer vs. ilmiah, terkini vs historis) Membedakan antara sumber primer dan sekunder, mengakui bagaimana penggunaan dan kepentingannya berbeda di setiap disiplin ilmu, menyadari bahwa informasi mungkin perlu dibangun dengan data mentah dari sumber primer.28

Langkah-langkah berikut dapat digunakan untuk mengakses sumber informasi di google :

1.    Ketikkan frase yang relevan (misalnya, Information Seeking Behavior), bisa juga dengan menambhakan tanda kutip “Information Seeking Behavior”

2.    Klik search, maka google akan menampilkan informasi yang berkaitan dengan “Information Seeking Behavior”. Ada sejumlah fitur yang ditampilkan google, fitur yang bermanfaat untuk pencarian informasi yang cocok untuk dikutip adalah pada fitur semua, gambar, berita, lainnya, setelan dan alat (bahasa yang digunakan dokumen, rentang waktu dan hasil). Namun tidak semua fitur tersebut memberikan manfaat dalam penelusuran informasi sumber utama, setelah diteliti maka setiap frase yang dimasukkan kedalam google umumnya terdapat di Wikipedia, entri yang ada di Wikipedia menyediakan tanggal, tempat, informasi historis, nama orang yang terlibat, nama organisasi, lembaga pemerintah, masyarakat, keanggotaan, asosiasi, dan afiliasi yang penting. Seorang peneliti dapat menggunakan ini untuk menemukan institusi dan arsip. Entri Wikipedia sering menyebutkan sumber-sumber utama dalam teks, dan sumber-sumber ini biasanya hyperlink ke materi digital.

      Sebagai bahan pertimbangan misalnya, pertanyaan penelitian, "Apa hubungan antara Information Seeking Behavior dengan  digital native " Ketika peneliti  memecah pertanyaan penelitian, maka akan menemukan “Information Seeking Behavior”, “digital native”, dan “online resources”. Ke tiga frasa ini adalah istilah penting yang harus dimasukkan dalam strategi pencarian. Selanjutnya, tulis daftar sinonim dan istilah atau konsep terkait untuk setiap istilah. Misalnya, karena pertanyaan penelitian dalam contoh melibatkan digital native, penelusur  juga dapat mempertimbangkan menggunakan istilah seperti “digital native, iGeneration or iGen and the Homeland Generation, millennial Generation, Z-generation” google generation. information searching behavior, information user behavior, Literature search behavior,  information behavior and seeking, information seeking activity, Information-seeking strategies untuk sinonim Information Seeking Behavior

Jika semua istilah pencarian potensial tidak diidentifikasi, beberapa literatur akan dikecualikan dari pencarian dan akan berdampak negatif pada kualitas penelitian. Pencarian literatur hanya akan berhasil seperti istilah pencarian yang digunakan peneliti. Oleh karena itu, sangat penting untuk mempertimbangkan semua istilah yang terkait dengan topik yang ditulis. Juga, pertimbangkan faktor-faktor lain yang membentuk topik penelitian (misalnya, Penulis penting, seperti untuk digital native dipopulerkan oleh Marc Prensky. atau terminologi alternatif  untuk digital native misalnya istilah digital inclusion atau 21 century generation, digital generation, information seeking behaviour of  students atau Online Searching Behavior of Millennial Students untuk sinonim untuk untuk Information Seeking Behavior of digital native using online resources.

3.    Memasukkan istilah pencarian ke mesin pencari dengan menggunakan operator Boolean (mis., AND, OR, NOT). Penggunaan AND di antara dua kata atau frase, mesin pencari hanya akan mengembalikan hasil yang kedua istilahnya ada. Misalnya, jika penelusur ingin mencari Information Seeking Behavior and digital native,” hanya hasil yang mengandung istilah “Information Seeking Behavior and digital native,” akan disajikan. Model pencarian menggunakan AND ini dapat menggunakan google, google sechoolar, dan google book. Operator Boolean OR harus digunakan untuk menghubungkan sinonim, karena ini mengindikasikan mesin pencari untuk mencari istilah mana pun. Misalnya, menggunakan “millennial Generation or digital native"akan menampilkan hasil yang menggunakan salah satu dari sinonim tersebut.

Menggunakan operator NOT akan mengecualikan hasil apa pun yang mengandung istilah mengikuti NOT. Misalnya, jika penelusur tertarik pada literatur yang berkaitan dengan Information Seeking Behavior  bukan Information behavior, maka penelusur dapat menggunakan Information Seeking Behavior NOT Information behavior.” Maka google,google sechoolar, akan menampilkan hasil penenlusuran dengan menghilangkan hasil yang termasuk Information Behavior, sedangkan pencarian di google book tidak menghasilkan informasi yang baik. Pencari informasi online juga dapat menggabungkan berbagai operator Boolean agar sesuai dengan hasil yang diinginkan.

 

          Ketiga, mengevaluasi informasi sumber utama. Mengevaluasi sumber informasi adalah bagian penting dalam pemilihan sumber informasi utama. Tidak semua informasi yang disediakan google  dapat diandalkan atau benar, juga tidak semua informasi cocok untuk penelitian yang sedang dilakukan. google menampilan banyak domain,akhiran domain dapat memberi petunjuk tentang asal-usul situs web. Secara umum, yang terbaik adalah mencari situs web yang menawarkan sumber daya informasi kompeten dan seimbang. Untuk situs dengan domain .com adalah situs bisnis atau komersial. Situs nirlaba ini bermanfaat dalam proses pengumpulan informasi, tetapi seorang sarjana perlu menemukan sumber asli melalui lokasi yang lebih bereputasi, seperti database perpustakaan tradisional, arsip, atau lembaga. Situs dengan domain .edu adalah untuk institusi pendidikan. Situs dengan domain .gov adalah sumber pemerintah dan dianggap kredibel. Situs dengan domain .org adalah situs web nirlaba atau advokasi.

Ada berbagai macam dan beragam informasi yang tersedia di internet, dengan berbagai akurasi, keandalan, dan nilai. Tidak seperti kebanyakan sumber informasi tradisional (buku, majalah, dll.). Karena itu, adalah tugas sebagai peneliti perlu mengevaluasi apa yang ditemukan, untuk menentukan apakah itu sesuai dengan kebutuhan atau tidak. Salah satu sarana yang kerangka yang bisa dipakai adalah daftar Periksa CARS (Credibility, Accuracy, Reasonableness, Support) dirancang untuk membantu para peneliti dalam mengevaluasi sumber-sumber informasi. Beberapa sumber akan memenuhi setiap kriteria dalam daftar ini, tetapi jika menggunakan dan menerapkan kriteria ini, pencari informasi akan lebih mampu memisahkan informasi berkualitas tinggi dari informasi berkualitas buruk saat melakukan penelitian.29

Credibility. Karena orang selalu membuat keputusan penting berdasarkan informasi, bukti keaslian dan keandalan — atau kredibilitas, kepercayaan — selalu penting. indikator kredibilitas: Nama penulis, jabatan, pendidikan, dan/atau pelatihan Informasi kontak penulis, tanggal dan/atau versi artikel

Accuracy. Akurasi adalah kondisi atau kualitas menjadi benar, atau tepat. Untuk memastikan keakuratan dan bahwa penelitian bebas dari kesalahan, gunakan daftar periksa berikut. Tepat waktu, terperinci dan komprehensif,  tujuan, maksud, atau audiensi yang ditentukan atau diketahui.

Reasonableness. Adalah kondisi bersikap adil, obyektif, moderat, dan konsisten. Untuk memastikan bahwa informasi masuk akal, gunakan daftar periksa berikut: Adil dan seimbang, Tidak ada konflik kepentingan, argumen didukung oleh alasan dan nada netral dan objektif.

Support. Sebagian besar informasi yang disajikan dalam artikel berasal dari sumber lain. perlu mempertanyakan  asal informasi ini berasal, Sumber yang digunakan pencipta informasi, Apakah terdapat daftar pustaka atau dokumentasi lainnya? Dengan mengutip dan mengakui sumber informasi dengan benar, seorang penulis memperkuat kredibilitasnya.

            Keempat, menggunakan informasi secara efektif untuk mencapai tujuan tertentu. Penulis sangat perlu memasukkan informasi yang relevan saja untuk memenuhi kebutuhan informasi, mencakup menerapkan informasi baru dan sebelumnya untuk perencanaan dan pembuatan karya tulis. Mengintegrasikan informasi baru dan sebelumnya, termasuk kutipan dan parafrase, dengan cara yang mendukung tujuan karya tulis. Memanipulasi teks digital, gambar, dan data, sesuai kebutuhan, mentransfernya dari lokasi dan format aslinya ke konteks baru

            Kelima, penggunaan etis dari sumber utama. Penggunaan etis dari sumber utama adalah penting dalam budaya yang menggunakan kembali dan mendaur ulang sumber informasi. Seorang penulis harus mengenali bagaimana secara jujur ​​mewakili dan menggunakan konten sumber utama. Memahami masalah hukum dan sosial yang diwakili dalam sumber utama juga penting untuk penggunaannya yang bertanggung jawab.

 

Kesimpulan

Google menawarkan informasi yang beragam termasuk informasi yang tak berasal dari sumber yang memiliki otoritas. sumber informasi utama dibutuhkan mendukung argumen dan teori sebagai alat dasar untuk membantu menemukan kebenaran tentang orang, peristiwa, dan masalah dalam penelitian atau karya tulis. Google search engine dan turunannya diyakini dapat memudahkan menemukan sumber informasi utama berkualitas. Memberikan hasil yang lebih baik, lebih relevan, memungkinkan Google dianggap sebagai sumber yang dapat dipercaya untuk menemukan informasi di web.

Namun, dibutuhkan pengetahuan dan ketrampilan dalam menemukan informasi yang berkualitas dan menggunakan  google search engine secara baik. Demikian pula halnya dalam pilihan menggunakan kata dan frasa kunci yang tepat, suatu hal yang mesti dicoba terus menerus sampai menemukan sebuah pola yang tepat untuk bidang penilitan/tulisan yang sedang di buat.

Mengingat sumber informasi online yang ada di google terutama yang ada di google book sering tidak utuh, maka penelusur bisa mendapatkannya di berbagai situs gratis yang menyediakan buku, demikian juga artikel yang ditelusur di google schoolar sering berbayar, maka juga dapat ditemukan di situs situs gratis, namun peran yang tidak kalah penting adalah perpustakaan harus menyediakan sumber informasi yang dibutuhkan oleh pencari informasi yang menjadi klien mereka.

*Dosen UIN SMH Banten.

jamridafrizal@uinbanten.ac.id

 

Catatan Kaki :

1. https://www.statista.com/statistics/216573/worldwide-market-share-of-search-engines/diakses 26-6-2020

2. Hoffmann, A. L. (2016). Google books, libraries, and self-respect: Information justice beyond distributions. The Library Quarterly86(1), 76-92

3. Bronshteyn, K., & Tvaruzka, K. (2008). Using Google Scholar at the reference desk. Journal of library administration47(1-2), 115-124

4. Zientek, L. R., Werner, J. M., Campuzano, M. V., & Nimon, K. (2018). The use of Google Scholar for research and research dissemination. New Horizons in Adult Education and Human Resource Development30(1), 39-46.

5. Ameen, A. A. K. (2017). Scholarly communication in the age of Google: Exploring academics’ use patterns of e-journals at the University of the Punjab. The Electronic Library35(1), 167-184.

6. Kousha, K., & Thelwall, M. (2020). Google Books, Scopus, Microsoft Academic and Mendeley for impact assessment of doctoral dissertations: A multidisciplinary analysis of the UK. Quantitative Science Studies, 1-26.

7. Harper, S. F. (2016). Google books review. Journal of Electronic Resources in Medical Libraries13(1), 2-7.

8. Kousha, K., & Thelwall, M. (2009). Google book search: Citation analysis for social science and the humanities. Journal of the American Society for Information Science and Technology60(8), 1537-1549.

9. Grogg, J. E., & Ashmore, B. (2007). Google Book Search libraries and their digital copies. Searcher (Medford, NJ)15(4).

10. Hirsh, S. (Ed.). (2018). Information services today: An introduction. Rowman & Littlefield.hal.121

11. Cox, S. A. (2014). Managing information in organizations: A practical guide to implementing an information management strategy. Macmillan International Higher Education.hal.270

12. Gliner, J. A., Morgan, G. A., & Leech, N. L. (2011). Research methods in applied settings: An integrated approach to design and analysis. Routledge.hal.32

13. Singh, G. (2013). Information sources, services and systems. PHI Learning Pvt. Ltd..

14. Gliner, J. A., Morgan, G. A., & Leech, N. L. (2011). Research methods in applied settings: An integrated approach to design and analysis. Routledge.hal.32

15. Scanlon, M., Daugman, E., Keener, M., Lock, M. B., & Makaravage, E. (2013). Research Like a Librarian: Accessing Information in the 21st Century.

16. Belk, R. W. (Ed.). (2007). Handbook of qualitative research methods in marketing. Edward Elgar Publishing.hal.72

17. Grudzina, Douglas and Kolba, Boris (2008)Writing an A Research Paper: A Roadmap for Beginning and Experienced Writers  Pearson Education Limited..hal,44

18. Smallwood, C. (Ed.). (2015). The complete guide to using Google in libraries: instruction, administration, and staff productivity (Vol. 1). Rowman & Littlefield.hal.53

19. Hepworth, M., & Walton, G. (Eds.). (2013). Developing people's information capabilities: fostering information literacy in educational, workplace and community contexts. Emerald Group Publishing.hal.53

20. Choi, J. H. (2016). Considering Core Ideas of ACRL Information Literacy'Framework (2015)'. Journal of the Korean Society for Library and Information Science50(3), 171-191.

21. Choi, J. H. (2016). Considering Core Ideas of ACRL Information Literacy'Framework (2015)'. Journal of the Korean Society for Library and Information Science50(3), 171-191.

22. American Library Association. (2000). Information literacy competency standards for higher education.

23. Smallwood, C. (Ed.). (2015). The complete guide to using Google in libraries: instruction, administration, and staff productivity (Vol. 1). Rowman & Littlefield.hal.56

24. Allen, M. (Ed.). (2017). The SAGE encyclopedia of communication research methods. Sage Publications.hal.1576

25. http://www2.lawrence.edu/fast/revieg/acminfolit/acrl.html

26. American Library Association. (2000). Information literacy competency standards for higher education.

27. American Library Association. (2000). Information literacy competency standards for higher education.

28. http://www2.lawrence.edu/fast/revieg/acminfolit/acrl.html

29. Harris, R. (1997). Evaluating Internet research sources. Virtual salt17(1), 1-17.

Share :