MENINGKATKAN MINAT BACA ANAK MELALUI DONGENG VIRTUAL

MENINGKATKAN MINAT BACA ANAK MELALUI DONGENG VIRTUAL

MENINGKATKAN MINAT BACA ANAK MELALUI DONGENG VIRTUAL


Oleh : Siti Mulyani Awalia*


Pendahuluan

Pesatnya perkembangan teknologi informasi yang ditandai dengan maraknya game, internet dan media hiburan lainnya, kian merebut perhatian masyarakat khususnya anak-anak. Kegiatan mendongeng yang dulu sering terdengar sekarang sudah jarang dilakukan oleh orang tua atau pihak-pihak lain kepada anak-anak. Padahal, jika dikaji secara mendalam kegiatan mendongeng merupakan sarana untuk berkomunikasi dua arah (umumnya antara orang tua dan anak). Kegiatan ini juga merupakan metode yang sangat ampuh dalam menumbuhkembangkan daya nalar, rasa ingin tahu dan kreativitas anak serta merupakan suatu cara yang efektif untuk memperkenakan buku-buku (bahan bacaan) kepada anak-anak.

Saat ini minat baca di kalangan anak-anak masih rendah. Berbagai hasil kajian dan data statistik menunjukkan bahwa minat membaca anak belum menggembirakan. Hal ini tentunya menjadi perhatian semua baik pemerintah, orangtua anak, maupun pihak swasta serta tokoh-tokoh semua elemen menyatukan persepsi dan langkah yang aplikatif agar minat baca di kalangan anak-anak dapat tumbuh dengan baik. Hal ini mengingat bahwa anak-anak adalah calon generasi penerus yang akan mengisi dan melanjutkan pembangunan bangsa di masa yang akan datang.

Keluarga merupakan tempat pendidikan yang pertama dan utama bagi anak. Orang tua mempunyai peranan kunci dan penting bagi anak. Pendidikan dalam keluarga adalah untuk mengantarkan anak agar kelak dapat hidup mandiri sebagai pribadi dan warga masyarakat. Pendidikan dalam keluarga juga sangat menentukan dalam mengembangkan watak, kepribadian, nilai-nilai budaya, nilai-nilai keagamaan dan moral; serta keterampilan dalam kehidupan sehari-hari.


 Pembahasan

Pengembangan minat baca yang baik secara teoritis harus dimulai sedini mungkin pada masa anak-anak. Di sini, keluarga terutama orangtua mempunyai peranan yang sangat menentukan dalam upaya mengembangkan perilaku gemar membaca pada diri anak-anak. Dalam hal ini, fungsi keluarga bukanlah semata-mata hanya melakukan fungsi reproduksi atau fungsi perlindungan, akan tetapi juga bertanggung jawab melakukan fungsi sosial, termasuk di dalamnya mendidik dan mengarahkan anak agar memiliki jiwa gemar membaca. Menumbukan minat baca sejak dini perlu didukung oleh lingkungan yang mendorong kearah itu. Peranan orang tua dan keluarga, salah satunya dapat dilakukan dengan mendongeng.

Jika anak-anak ditanya, apakah pernah mendengar atau membaca dongeng? Barangkali hanya sedikit menjawab pernah dan selebihnya mengatakan jarang atau bahkan tidak pernah mendengar atau membaca sama sekali. Kondisi seperti itu tidak dapat dipungkiri dan memang harus diakui bahwa kegiatan mendongeng sudah mulai menurun dan tidak popular lagi di setiap keluarga, terutama pada saat pandemi covid 19 seperti sekarang ini kegiatan mendongeng yang biasanya menghadirkan anak-anak yang berkerumun untuk menyaksikan seorang pendongeng bercerita harus dibatasi karena untuk menjaga kesehatan setiap anak agar tidak terkena wabah virus yang sangat berbahaya tersebut, kondisi semacam ini akan semakin menjauhkan diri akan-anak pada dunia dongeng.

Dongeng adalah media yang paling baik untuk mengajarkan bahasa dan literasi. Dongeng mengandung ungkapan bahasa yang eksploratif dan imajinatif, yang memungkinkan anak-anak berpikir, bercermin diri dan bertanya pada eksistensi dirinya, karena dongeng menyajikan keindahan dan renungan hidup. Dikatakan pula bahwa dongeng adalah kehidupan. Ia bercerita tentang kehidupan, merepleksikan kehidupan di masa lalu dan memproteksikan kehidupan di masa depan. Dongeng adalah sebuah media untuk pembelajaran karakter. Bahkan salah satu definisi dari cerita (fiksi) dalam Basuki (1988) menyebutkan bahwa cerita adalah sebuah karangan yang bercerita tentang karakter (tokoh). Jadi cerita dalam sastra adalah tentang seorang tokoh menghadapi persoalannya dan menyelesaikannya. Karakter disini adalah seseorang yang menghadapi kehidupan dan kompleksitasnya. Ia adalah subjek dalam cerita, sebagaimana manusia adalah subjek dalam kehidupan.

Menurut Lilian Holewell dalam “A Book for Children Literature”, ada enam manfaat dongeng bagi anak-anak, yaitu :

1.      1. Mengembangkan daya imajinasi dan pengalaman emosional;

2.      2. Memuaskan kebutuhan ekspresi dirinya melalui proses identifikasi;

3.    3.   Pemberian pendidikan moral tanpa si anak digurui;

4.      4. Memperluas cakrawala mental si anak dan memberikan kesempatan untuk meresapi keindahan;

5.      5. Menumbuhkan rasa humor dalam diri anak, dan ;

6.      6. Memberikan persiapan apresiasi sastra dalam kehidupan anak setelah dia dewasa.


Dimasa pandemi Covid 19 seperti sekarang ini, kegiatan mendongeng banyak dilaksanakan secara virtual. Menurut salah satu pendongeng profesi, M. Ariyo Zidni, bercerita secara virtual dapat merangsang anak untuk dapat meningkatkan kegemaran membaca serta menjelaskan situasi pandemi ini kepada anak-anak. Pada dasarnya anak-anak suka dengan cerita. Ini membuat mereka lebih mudah mengerti akan suatu hal. Apalagi terkait pandemi virus corona ini di mana banyak istilah dan peraturan yang kompleks untuk dimengerti anak. Mendongeng bisa dijadikan sarana untuk menjelaskan situasi sulit ini kepada mereka. Dan yang paling penting agar menjaga mood anak agar tetap senang dan ceria meski harus setiap hari berada di rumah, dongeng secara virtual bisa menjadi alternatif bagi para orang tua untuk meningkatkan minat baca bagi anak dimasa pandemi seperti sekarang ini. Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin maju menjadikan sarana untuk mendongeng semakin mudah.


 Kesimpulan

Minat baca anak-anak saat ini belum menggembirakan. Peranan orangtua dan lembaga pendidikan sangat penting untuk menumbuhkan minat baca pada anak-anak. Untuk mewujudkannya diperlukan berbagai upaya agar anak-anak memiliki budaya dan gemar membaca. Salah satu upaya untuk menumbuhkan minat baca pada anak adalah dengan mendongeng. Pada dasarnya dongeng mengandung nilai-nilai positif bagi kehidupan, karena didalamnya terkandung tuntutan moral dan etika. Kegiatan mendongeng (bercerita) merupakan salah satu upaya atau teknik untuk menumbuhkan minat baca pada diri anak-anak.

Kegiatan mendongeng yang dilakukan secara virtual dapat memberikan pengetahuan dan pengalaman baru terhadap anak-anak, dimana anak-anak akan lebih memahami pentingnya protokol kesehatan dan menjaga jarak disaat masa pandemi Covid 19 seperti sekarang ini.


 *Pemustaka


 Daftar Pustaka:

Dantes, Nyoman, dkk. 2016. Pengembangan Buku Dongeng Berbasis Budaya Lokal untuk Memfasilitasi Pembelajaran Tematik dalam rangka Optimalisasi Pendidikan Sikap dan Literasi Dini


Share :