PERAN MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN

PERAN MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN

PERAN MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN


Oleh Firman Daiman*


Pada penjelasan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, disebutkan bahwa Perpustakaan sebagai sistem pengelolaan rekaman gagasan, pemikiran, pengalaman, dan pengetahuan umat manusia, mempunyai fungsi utama melestarikan hasil budaya umat manusia tersebut, khususnya yang berbentuk dokumen karya cetak dan karya rekam lainnya, serta menyampaikan gagasan, pemikiran, pengalaman, dan pengetahuan umat manusia itu kepada generasi-generasi selanjutnya. Sasaran dari pelaksanaan fungsi ini adalah terbentuknya masyarakat yang mempunyai budaya membaca dan belajar sepanjang hayat.

Di sisi lain, perpustakaan berfungsi untuk mendukung Sistem Pendidikan Nasional sebagaimana diatur dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Perpustakaan merupakan pusat sumber informasi, ilmu pengetahuan, teknologi, kesenian, dan kebudayaan. Selain itu, perpustakaan sebagai bagian dari masyarakat dunia ikut serta membangun masyarakat informasi berbasis teknologi informasi dan komunikasi.


Keberadaan perpustakaan muncul karena kebutuhan masyarakat akan informasi, dan harus dipertahankan serta dikembangkan secara berkesinambungan, agar informasi yang dikelola semakin kondusif dengan memperhatikan dinamika perkembangan pengatahuan pada masyarakat itu sendiri. Masyarakat harus tetap terlibat dalam setiap program-program yang direncanakan perpustakaan, sehingga masyarakat akan merasa ikut memiliki terhadap keberadaan perpustakaan itu sendiri. Strategi ini akan membawa perpustakaan semakin baik untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan yang diberikan untuk mensejahterakan masyakat secara luas.


Seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, maka kebutuhan masyarakat akan informasi semakin beragam. Apalagi semenjak penggunaan internet semakin meluas, tantangan perpustakaan untuk dapat menyediakan layanan secara cepat hingga ke peloksok daerah semakin tinggi. Dalam laju arus informasi ini, keingintahuan masyarakat semakin tinggi, kehausan akan informasi secara akurat dan cepat. Apabila keinginan-keinginan masyarakat seperti ini dapat terpenuhi, maka peran perpustakaan dengan koleksi dan fasilitas yang dimiliki dapat dengan mudah di akses oleh masyarakat.


Namun jangan dilupakan bahwa partisipasi masyarakat dalam pengembangan perpustakaan juga tidak mengabaikan hak dan kewajibannya. Dimana hak masyarakat dalam pendayagunaan perpustakaan sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, sebagaimana tercantum dalam Pasal 5 disebutkan bahwa :


(1) Masyarakat mempunyai hak yang sama untuk:


a. memperoleh layanan serta memanfaatkan dan mendayagunakan fasilitas perpustakaan;


b. mengusulkan keanggotaan Dewan Perpustakaan;


c. mendirikan dan/atau menyelenggarakan perpustakaan;


d. berperan serta dalam pengawasan dan evaluasi terhadap penyelenggaraan perpustakaan.


(2) Masyarakat di daerah terpencil, terisolasi, atau terbelakang sebagai akibat faktor geografis berhak memperoleh layanan perpustakaan secara khusus.


(3) Masyarakat yang memiliki cacat dan/atau kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, dan/atau sosial berhak memperoleh layanan perpustakaan yang disesuaikan dengan kemampuan dan keterbatasan masing-masing.


 Sementara kewajiban masyarakat diatur pada Pasal 6, sebagaimana disebutkan bahwa :


(1) Masyarakat berkewajiban:


a. menjaga dan memelihara kelestarian koleksi perpustakaan;


b.menyimpan, merawat, dan melestarikan naskah kuno yang dimilikinya dan mendaftarkannya ke Perpustakaan Nasional;


c. menjaga kelestarian dan keselamatan sumber daya perpustakaan di lingkungannya;


d. mendukung upaya penyediaan fasilitas layanan perpustakaan di lingkungannya;


e. mematuhi seluruh ketentuan dan peraturan dalam pemanfaatan fasilitas perpustakaan;


f. menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan lingkungan perpustakaan.


Dari aturan tersebut kita mendapat gambaran bahwa dalam pengembangan perpustakaan masyarakat memiliki hak dan kewajiban. Hak dan kewajiban tersebut dilaksanakan oleh masyarakat dalam bentuk partisipasi secara aktif, misalnya dalam hal penyediaan bahan pustaka/informasi di perpustakaan, pihak perpustakaan memiliki keterbatasan karena tidak mengetahui secara menyeluruh kondisi strata masyarakat yang dilayani dan kebutuhan masyarakat akan informasi dibidang apa saja. Mengingat hal tersebut, maka secara aktif masyarakat memberikan masukan koleksi apa saja yang dibutuhkan, sehingga dengan demikian bahan informasi yang disediakan perpustakaan akan tepat sasaran dan memiliki nalai guna yang sangat tinggi. Disinilah peran perpustakaan dalam pengembangan pengetahuan masyarakat akan terasa manfaatnya.


Wiji Suwarno (2010) mengatakan bahwa istilah “peran” untuk sebuah perpustakaan adalah kedudukan, posisi, dan tepat yang dimainkan. Apakah penting, strategis, sangat menentukan, berpengaruh atau hanya sebagai pelengkap. Pada umumnya peran perpustakaan masih belum memiliki peran yang sebagaimana diharapkan. Peran perpustakaan sangat erat hubungannya dengan kinerja yang mesti dilakukan karena dengan kinerja yang baik, secara langsung atau tidak, akan mengangkat citra perpustakaan, masyarakat akan memberikan penilaian berdasarkan nilai manfaat yang nereka dapatkan.


Selanjutnya disebutkan bahwa peran perpustakaan merupakan agen perubahan, pembangunan budaya, dan pengembangan pengetahuan dan teknologi informasi. Perubahan selalu terjadi dari waktu ke waktu sesuai dengan perkembangan zaman dan seiring dengan sifat manusia yang ingin serba tahu. Dengan demikian informasi yang disediakan di perpustakaan seyogyanya memperhatikan keinginan dan kebutuhan masyarakat akan informasi secara luas, dan selalu menerima masukan dan saran dari masyarakat, sehingga perpustakaan akan selalu dirindukan keberadaannya oleh masyarakat.


Beberapa langkah yang harus ditempuh perpustakaan agar peran dan fungsinya dapat secara langsung dirasakan masayarakat adalah pertama, mengidentifikasi permasalahan penting dan mendesak yang benar-benar dihadapi masayarakat, dimana pertumbuhan dan perkembangan perpustakaan diarahkan agar dapat ikut memecahkan persoalan komunitas, terutama masalah kesejahteraan. Bahan koleksi informasi yang dilayankan kepada masyarakat luas bisa dimanfaatkan secara teori dan praktek, yang bisa membantu mereka menemukan jalan untuk meraih kesuksesan atau mensejahterakan mereka. Kedua, hendaknya perpustakaan tidak dikembangkan secara eksklusif. Perpustakaan harus menyatu dengan masyarakat. Mereka dilibatkan agar dalam diri mereka tertanam rasa memiliki terhadap perpustakaan. Dana-dana yang dikelola perpustakaan, yang diperoleh baik secara langsung maupun tidak langsung dari masyarakat harus de kelola untuk sebesar-besarnyanya kepentingan mereka. Masyarakat akan menilai seberapa jauh keberfihakan perpustakaan terhadap kepentingan masyarakat.

Upaya-upaya yang dilakukan perpustakaan adalah meningkatkan dan menjamin kebebasan akses masyarakat, penyediaan infrastruktur maupun pelatihan, membantu masyarakat untuk dapat mengambil keuntungan termasuk penyedian akses bagi yang tidak memiliki kemudahan sendiri, mengatasi hambatan yang dihadapi sebagian pengguna di daerah untuk mengakses jaringan informasi sehubungan dengan kelemahan infrastruktur, mengurangi kesenjangan informasi masyarakat sebagai dampak negatif atas akses pada sumberdaya informasi, dan mencukupi tambahan dana guna mempertahankan kelangsungan hidup perpustakaan.


*Pemustaka


Share :