DIBAWAH DINAMIKA YANG TABU

DIBAWAH DINAMIKA YANG TABU

DIBAWAH DINAMIKA YANG TABU


Oleh : Muhammad Furqon Hadiwijaya*


Entah kenapa saya selalu senang ketika berdiskusi dan membicarakan tentang pendidikan, bagi saya pendidikan adalah pondasi manusia yang harus dibangun bahkan sejak masih dalam kandungan. Sejak manusia lahir ke dunia ini pendidikan adalah hal yang paling utama didapatkan dan diberikan kepada setiap manusia hingga akhirnya manusia itu bisa melakukan banyak hal dan mempunyai banyak pengetahuan serta pengalaman yang baru.

Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia, pendidikan juga mengalami perkembangan dan dan perubahan sesuai dengan masa dan eranya sendiri baik disengaja maupun mengalir begitu saja. Sehingga pada perkembangannya ilmu dan pengetahuan yang ditawarkan oleh pendidikan semakin bervariatif dan disesuaikan dengan kebutuhan tiap-tiap manusianya untuk bekal hidup dimasa yang akan datang.

Bukan hanya ilmu dan pengetahuan saja bahkan metode dan cara yang ditawarkan pun turut mengalami perkembangan yang pesat, hingga pendidikan dengan ilmu dan pengetahuannya menghasilkan banyak sekali metode dan cara yang bisa digunakan untuk setiap manusia dalam menambah isi kepalanya dengan setiap hal yang dipelajari. Tempat dan waktu yang ditawarkan pun tidak lepas dari perkembangan dan modernisasi yang cukup maju sehingga banyak tempat dan lembaga pendidikan yang berlomba-lomba untuk menjaring manusia agar bisa menggunakan jasa pendidikannya.

            Nah sampai sini sudah mulai terlihat bukan, bagaimana sesungguhnya tujuan daripada pendidikan itu ? Apakah betul hanya untuk ilmu dan pengetahuan ? Apakah ada hal lain yang terkandung didalamnya? Apakah pendidikan ini bisnis? Apakah pendidikan sengaja dibuat untuk menjadi sebuah yang mencetak manusia dan menjadikannya sesuai keinginan pembuatnya ?

Pertanyaan-pertanyaan mulai banyak bermunculan seiring berjalannya waktu, karena memang sekarang pendidikan sudah mulai banyak jenis dan metodenya sehingga saya mencoba untuk menggali dan berdiskusi tentang apa sebetulnya pendidikan itu? Tujuannya untuk apa?

Hingga kini dinamika yang terjadi diantara manusia cukup hebat dan jarang yang mengkaji dan berdiskusi secara terbuka tentang sistem pendidikan dan metode yang digunakan untuk ilmu dan pengetahuan itu sendiri.

Pendidikan nyaris sudah tidak menjadi pembahasan yang menarik karena seolah-olah semua manusia sudah tahu bahwa pendidikan yang umum dan familiar dikalangan masyarakat adalah yang disebut dengan sekolah tanpa mau mengkaji lebih dalam tentangnya. Pendidikan seolah menjadi hal yang tabu untuk dibahas secara menyeluruh dan meluas ditengah-tengah akademisi sekalipun sudah jarang dijumpai diskusi tentang apa sesungguhnya pendidikan itu.

Saya rasa selama pendidikan tidak menjadi prioritas untuk diperbincangkan dan dikritik ilmu pengetahuan hanya akan menjadi propaganda yang digunakan untuk berlindung dari kebodohan. Maka dari itu sudah selayaknya pendidikan mempunyai ruang yang tidak terbatas dan tidak tersekat oleh ruang dan waktu, sehingga semua manusia bisa dengan mudah mengaksesnya dimanapun dan kapanpun. Tidak lagi membedakan pendidikan dari berseragam dan mengkotak-kotakkan ilmu dan pengetahuan berada, seperti yang bapak pendidikan kita Ki Hajar Dewantara pernah katakan semua orang adalah guru dan alam raya adalah sekolah.

Hari ini nampaknya pendidikan masih sangat terkesan eksklusif dan hanya bisa diakses oleh kalangan yang memiliki kecukupan ekonomi saja, walaupun sudah tidak dipungut biaya pendidikan sampai tingkat atas, akan tetapi tetap saja pendidikan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Biaya untuk keperluan ATK, transportasi, jajan, seragam, perlengkapan dan lain sebagainya adalah kebutuhan yang tidak termasuk dalam subsidi dari pemerintah. Jika masih seperti itu sistem pendidikan yang terjadi maka ilmu dan pengetahuan hanya akan menjadi barang mahal yang tidak bisa diakses oleh semua manusia.

Lalu apa gunanya pendidikan jika seperti itu, bagaimana dengan mereka yang tidak mempunyai kecukupan ekonomi, berarti tidak bisa mendapatkan fasilitas ilmu dan pengetahuan yang memadai, dengan begitu pendidikan hanya akan menjadi cerita pengantar tidur saja untuk mereka.

Akhirnya dimanapun saya berada selalu mencoba untuk menguak hal-hal yang selama ini dianggap tabu khususnya dalam dunia pendidikan, yang saya rasa semakin hari semakin erat dengan sistem yang bukannya untuk menambah daya saing sumber daya manusia menjadi lebih maju justru malah sebaliknya, pendidikan seolah hanya untuk mencetak tenaga kerja manusia untuk kebutuhan industri yang entah kedepannya industri masih membutuhkan tenaga manusia atau tidak.

Disadari atau tidak revolusi industri akan berkembang pesat, teknologi akan mendominasi seluruh unsur kehidupan tanpa terkecuali, kedepannya entah akan menjadi seperti apa dinamika kehidupan yang terjadi kita juga belum tahu pasti.

Akan tetapi yang pasti adalah jika sistem pendidikan yang hari ini sedang kita jalankan masih saja belum berubah tentu ini akan menjadi hambatan bagi generasi muda kedepan khususnya yang ada didesa-desa karena keterlambatan informasi dan modernisasi.

Jika isu-isu tentang pendidikan tidak banyak didiskusikan di banyak tempat dan tidak dibicarakan serta digali solusinya tentu akan menyulitkan dalam perkembangan pola pikir dan daya saing sumberdaya manusia itu sendiri.

Besar keinginan saya untuk bisa menyaksikan dinamika yang tabu tentang pendidikan ini dikupas tuntas disemua tempat tanpa terkecuali, pendidikan dan ilmu pengetahuan bisa diakses dengan mudah oleh semua orang tanpa tersekat oleh lembaga pendidikan atau hanya berbuktikan selembar ijazah semata, karena sejatinya ilmu dan pengetahuan tidak terbatas ruang dan waktu dan tidak berbukti selembar ijazah berisi kumpulan nilai. Tapi lebih daripada itu ilmu dan pengetahuan harus melekat pada nilai individu setiap manusia itu sendiri dibuktikan dengan cara berpikir, bertindak dan berkarya dengan hasil yang nyata yaitu peradaban yang lebih baik dikemudian hari.


*Direktur Utama TBM HAHALAEN


Share :