MEMBACA UNTUK MENGEMBANGKAN IMAJINASI ANAK

MEMBACA UNTUK MENGEMBANGKAN IMAJINASI ANAK

MEMBACA UNTUK MENGEMBANGKAN IMAJINASI ANAK


Oleh Ai Bida Adidah Shofa*


Masih banyak orang tua yang mengatakan bahwa mengajari anaknya membaca dirumah mengalami banyak kesulitan, padahal dia belum melakukan apapun untuk mengajari ataupun mengembangkan anaknya untuk membaca. Apa yang terjadi kemudian? Mereka (para orang tua tersebut) langsung menyerahkan pengajaran anaknya kepada orang lain. Padahal, jika saja para orang tua mau meluangkan waktunya untuk membimbing dan mengarahkan anaknya untuk membaca, akan terjadi ikatan emosional antara orang tua dan anak, dan hal ini akan berdampak positif terhadap perkembangan mental anak itu sendiri.

Membangun keterampilan membaca pada anak memang tidak bisa dilakukan secara singkat, perlu waktu dan bimbingan yang lebih intens serta memahami psikologi anak itu sendiri. Mengajari anak dalam mengenal sesuatu yang baru memerlukan ketelatenan, karena konsentrasi yang dimiliki anak biasanya tidak lebih dari lima menit. Proses pengajaran itu sendiri harus dilakukan dalam situasi santai dan tidak terlalu memaksakan target kapan anak harus memahami materi yang diberikan.

Proses pembelajaran formal yang dilakukan pada lembaga pendidikan mengalami perubahan menyesuaikan dengan perkembangan pengetahuan, dan hal ini juga menyebabkan orang tua harus melakukan tindakan kreatif dan inovatif, agar anak-anaknya mampu menyesuaikan diri dalam pembelajaranya terutama bagi anak-anak yang dalam taraf usia dini. Posisi orang tua dalam hal menjadi sangat menarik, penuh dengan tantangan dan pengharapan agar anak-anaknya mampu memahami apa yang disampaikan. Orang tua merupakan guru pertama yang sangat mempengaruhi kehidupan anak-anak selanjutnya. Seharusnya peran yang dimaikan orang tua sejak dini mampu menanamkan dasar-dasar pendidikan yang penting sebagai pengantar paling awal belajar secara formal bagi anaknya. Dalam memberikan pembelajaran membaca, yang perlu dilakukan adalah mengenalkan huruf, membaca kata-kata sederhana, gambar-gambar, hingga menyediakan buku-buku yang disenangi sehingga anak bisa mengenal hal-hal baru dari bahan bacaan yang diberikan, sehingga memunculkan daya imajinasi yang positif bagi perkembangan emosi selanjutnya.

Beberapa manfaat membaca yang kami kutip dari laman  https://penerbitbukudeepublish.com diantaranya adalah pertama, membuat otak berkembang. Membaca akan memberikan wawasan dan cara berfikir yang berbeda dan menstimulus otak lebih terbuka menerima pengetahuan dari luar dan mampu berfikir jernih dan lebih berkembang. Kedua, meningkatkan pengetahuan. Dengan membaca terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, artinya dengan banyak membaca kita bisa menyelesaikan masalah-masalah yang timbul dikemudian hari. Selain itu membaca membantuk kita menjadi pribadi yang lebih berfikir sederhana dalam menyikapi permasalahan. Orang yang memiliki kemampuan berfikir yang baik, dia memiliki cara dan solusi sendiri. Dimana keputusan solusi yang diambil sebagai cerminan bahwa ada banyak solusi. Ketiga, meningkatkan daya ingat. Dengan membaca akan melatih otak untuk tetap aktif, pada waktu membaca kata-kata dengan singkat dan dengan sendirinya akan menhafal kata-kata dengan sendirinya. Disitulah akan menguji ingatan kita, kita akan hafal dengan sendirinya walaupun tidak menghafalnya. Hafal atau tidaknya, tergantung dari kemampuan masing-masing orang. Keempat. Menambah kosa kata. Banyak sedikitnya kosa kata mungkin kurang begitu berarti bagi orang-orang biasa, tapi bagi orang yang pekerjaannya adalah menulis, mengajar atau sebagai pemimpin yang sering berbicara di depan umum maka kosa kata adalah hal yang sangat penting. Kelima, Kemampuan menulis. seseorang akan meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah buku yang dibaca, karena membaca buku akan membuat seseorang memiliki wawasan yang dengan wawasan itu akan dituangkan kedalam tulisan. Keenam, meningkatkan kemampuan public speaking. Membaca tidak hanya mengasah kemampuan menulis, tapi juga memiliki manfaat dalam meningkatkan kemampuan public speaking. Public speaking merupakan komunikasi lisan di hadapan orang banyak (umum), bisa seperti pidato, ceramah, atau sekadar menyampaikan pendapat di depan orang banyak. Dan masih banyak lagi manfaat yang diperoleh dari kegiatan membaca ini.

Membaca merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan anak-anak, karena dengan membaca akan merubah pola berimajinasi, mendapat ilmu pengetahuan, dan menumbuhkan daya kreatifitas anak. Pada saat membaca, otak lebih aktif terstimulus dibandingkan pada waktu menonton. Oleh karena itu, anak-anak perlu diakrabkan dengan bahan bacaan yang berkualitas, yang memberikan pengajaran positif bagi perkembangan fisik dan mental.

Imajinasi diartikan sebagai daya pikir untuk membayangkan atau menciptakan gambar (lukisan, karangan, dan sebagainya) kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang secara umum. Istilah ini secara teknis dipakai dalam psikologi sebagai proses membangun kembali persepsi darisuatu benda yang terlebih dahulu diberi persepsi pengertian (wikipedia).

Dalam pengertian lain imajinasi juga berarti membayangkan, memikirkan, memimpikan, mencitakan, mencita-citakan, mencitrakan, mengangankan, menggambarkan, menghendaki, meengidamkan, menginginkan, menghayalkan, merancangkan, merindukan. (Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia. dalam Tesaurus.kemendikbud.go.id).

Dengan kata lain imajinasi itu timbul dari informasi-informasi yang masuk kedalam otak kita, dan kita berusaha membayangkan atau menggambarkan baik dalam bentuk kata-kata atau dituangkan dalam sebuah tulisan. Imajinasi ini akan menembus ruang dan waktu, jika tidak terkontrol akan memberikan dampak yang tidak baik bagi perkembangan mental seseorang.

Imajinasi anak akan tumbuh positif jika ia diarahkan kepada hal-hal yang positif. Kita sebagai orang tua harus berupaya mengarahkan kepada hal-hal yang positif, dengan menyediakan bahan bacaan positif pula dan memberikan bacaan yang disesuaikan dengan tingkat umurnya. Pada masa pertumbuhan emosi, anak akan menirukan karakter yang diperolehnya Dari bahan bacaan, dengan demikian, orang tua harus memberikan arahan dan pengertian agar imajinasi yang dibangun oleh pemikiran anak tidak berlebihan ditafsirkan, sehingga informasi yang diperoleh dari bahan bacaan mampu dimanfaatkan untuk perkembangan emosi dan pemikirannya.


*Peminat masalah sosial.


Share :