Sisi Lain Pendidikan

Sisi Lain Pendidikan

Sisi Lain Pendidikan

Oleh : Muhammad Furqon Hadiwijaya*

 Istilah pendidikan memang menarik dan tidak ada habisnya untuk dibahas serta didiskusikan disemua ruang bahkan oleh semua kalangan tanpa mengenal strata sosial dan disiplin ilmu yang dimiliki, pendidikan jadi bahan diskusi yang selalu menghadirkan dialektika yang panjang dan luas hingga tidak ada batasan dan kesimpulan yang pasti tentang pendidikan itu sendiri.

Pendidikan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI ) berarti "proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik". Artinya cukup luas dan mempunyai pembahasan yang mendalam karena sekilas ini akan berhubungan erat dengan kehidupan manusia yang ada diseluruh muka bumi.

Jelas bahwa dari pengertian diatas tidak tertuju khusus pada lembaga atau badan tertentu yang melaksanakan pendidikan, walaupun kita mengenal sejak lama istilah pendidikan selalu identik dengan sekolah atau kuliah. Bahwa secara tidak langsung sekolah atau kuliah menjadi cerminan dari pendidikan dan seseorang bisa dikatakan tidak berpendidikan jika tidak sekolah sampai tingkat tinggi.

Fenomena ini menjadi menarik perhatian saya secara pribadi yang sedang mencoba untuk menggali apa sebetulnya esensi dan makna dari pendidikan yang selama ini dikenal oleh masyarakat luas, saya mencoba menggali sisi lain daripada pendidikan yang identik dengan sekolah atau kuliah. Jika melihat pada pengertian yang mendasar tentang perjalanan hidup manusia dari mulai dilahirkan sampai dengan meninggal dunia, maka ada fase diantara itu bahwa setiap manusia harus bisa menjalankan dan mempertahankan kehidupannya.

Berarti proses dalam menjalani kehidupan dalam rangka bertahan hidup dan kehidupannya membutuhkan ilmu dan tata cara untuk bisa melakukan banyak hal dalam kehidupannya, mungkin dalam kondisi inilah pendidikan mempunyai peran yang sangat penting untuk setiap manusia yang hidup karena harus tetap mempertahankan kehidupan dan mencapai keinginannya sebelum mati.

Akan tetapi ada pertanyaan yang menarik tentang siapa sesungguhnya yang bisa memberikan pendidikan yang layak bagi setiap manusia yang hidup? Dimanakah setiap manusia yang hidup bisa menerima dan mendapatkan pendidikan yang layak? Apakah pendidikan yang layak itu hanya sekolah atau kampus?

Tapi saya tidak akan membahas pendidikan formal seperti sekolah dan kampus yang selama ini dikenal sebagai tempat pendidikan, sesuai judul yang saya ingin ungkapkan bahwa pendidikan juga punya sisi lain yang cukup beragam baik dari cara ataupun hasilnya. Saya mencoba membuat kerangka berpikir tentang tujuan dari pendidikan itu misalkan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa seperti pada amanat Undang-Undang Dasar 1945, berarti dimanapun, kapanpun, dengan siapapun asalkan bisa mencerdaskan kehidupan bangsa berarti itu adalah bagian dari pendidikan.

Jika tujuan hidup seseorang ingin menjadi pedagang maka tidak perlu masuk sekolah atau kuliah, seseorang itu punya pilihan untuk langsung berlatih dan praktek kepada para pedagang yang sudah lebih dulu berhasil, dengan begitu ilmu dan pengalaman dari pedagang yang sudah berhasil itu akan lebih berarti dan kongkrit sebagai fondasi dasar untuk seseorang yang ingin memulai berdagang.

Itu adalah salah satu contoh kecil yang juga kebenarannya harus dikaji lebih mendalam, karena jika mengacu pada kalimat fenomenal yang berbunyi semua orang adalah guru dan alam raya adalah sekolah, kalimat ini cukup mendasar untuk membicarakan ilmu dan pengetahuan tanpa mengenal ruang, waktu dan lembaga tertentu.

Kalimat yang dulu pernah familiar pada masanya yaitu "kalo mau pintar ya sekolah yang tinggi" Nampaknya kalimat itu sudah tidak relevan pada era ini karena pintar itu sudah tidak menjadi kebutuhan yang pokok, pintar itu jadi tidak penting karena yang lebih penting adalah berilmu, berwawasan dan berpengalaman.

Untuk memperoleh tiga hal itu sekolah bukan lagi cara satu-satunya akan tetapi sekolah malah menjadi alternatif diantara banyak pilihan tersedia yang sudah  berkembang dilingkungan masyarakat modern dengan berbagai cara unik, menarik, hemat dan menyenangkan, hal ini sejalan dengan hadist yang disampaikan baginda kita Nabi Muhammad SAW, yaitu "menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim dan muslimah" Yang bisa juga diartikan bahwa yang wajib itu mencari ilmunya buka dimana harus mempelajarinya, bahkan juga disebutkan bahwa sekalipun sampai ke negeri Cina ilmu itu harus dipelajari.

Maka dari itu sudah seharusnya kita sudah harus mulai melakukan hal apapun dengan cara dan bentuk apapun asalkan menambah ilmu, wawasan dan pengalaman karena itu adalah bekal yang cukup ideal untuk menjalani kehidupan di dunia ini. Stop membatasi diri dan mulailah berbaur dengan segala hal yang membuat kita mendekati diatas kaki kita sendiri.

Pendidikan tidak sempit hanya pada lembaga tertentu dan ruangan tertentu saja, tapi jauh lebih daripada itu pendidikan itu luas bahkan alam raya adalah medianya. Jangan batasi diri dan mulailah kemerdekaan yang sesungguhnya.


*Direktur Utama TBM HAHALAEN


Share :