LITERASI KELUARGA : Diet Gadget Dengan Membaca Buku

LITERASI KELUARGA : Diet Gadget Dengan Membaca Buku

LITERASI KELUARGA : Diet Gadget Dengan Membaca Buku


Oleh : Asri Rakhmawati *

         Di beberapa daerah, BDR atau Belajar Dari Rumah masih digalakkan oleh pemerintah. Menyusul semakin tingginya kasus Covid yang muncul pasca liburan sekolah usai. Banyak sekali keluhan orang tua murid di media sosial yang mengatakan bahwa mereka sudah lelah dengan pembelajaran jarak jauh atau online. Dilema bagi orang tua ketika anak-anak harus banyak berinteraksi dengan gawai. Lambat laun, anak-anak mulai kecanduan bermain gadget. Dari awalnya digunakan untuk kegiatan belajar kemudian beralih menjadi bermain game yang kebablasan.

            Mengapa anak menjadi kecanduan gadget? Susah lepas dari gawai, bahkan mengamuk ketika gawai direbut oleh orang tua. Salah satu jawabannya adalah : karena anak tidak memiliki pilihan lain untuk menghabiskan waktu mereka.

            Usia anak-anak adalah usia yang penuh dengan energi. Anak-anak butuh bergerak untuk melampiaskan energi positifnya. Pada tahun 1990-an hingga pertengahan 2010-an, anak-anak banyak menghabiskan waktu dengan sekolah dan bermain. Di awal 2010, dengan bermunculannya game online dan kemudahan mendapatkan gadget ponsel, anak-anak pun mendapatkan akses mudah untuk bermain game.

            Sebelum pandemi, orang tua bisa memberikan anak-anak pilihan untuk berhenti bermain gadget dan bermain di luar rumah. Ketika pandemi datang, pilihan itu terasa sulit. Demi kesehatan anak, maka waktu bermain anak di luar rumah pun dibatasi. Apalagi dengan sistem belajar online, anak-anak pun lebih sering terpapar layar. Hal ini membuat anak-anak semakin ketergantungan dengan gadget.

            Mari kita lakukan diet gadget pada anak-anak agar terbentuk kegiatan belajar di rumah yang positif dan menyenangkan. Energi anak-anak pun bisa disalurkan pada hal yang tepat. Ketika anak-anak dijauhkan dari gadget, mereka akan bertanya : apa yang harus aku lakukan? Orang tua juga mungkin menanyakan hal yang sama.

            Kegiatan apa yang bisa dilakukan di rumah selain bermain gadget? Jawabannya adalah berikan anak-anak buku di rumah.

            Harga buku mahal, tak punya uang untuk membeli? Datanglah ke Perpustakaan atau Taman Bacaan Masyarakat (TBM) terdekat yang ada di tempat tinggal kita. TBM menyediakan buku-buku anak yang bisa diakses oleh orang tua. Pinjamkan anak-anak satu dua buku cerita dan jangan biarkan mereka membacanya sendiri. Jadikan kegiatan membaca di rumah adalah kegiatan bersama dengan orang tua. Bacakanlah anak-anak kita buku meski mereka sudah bisa membaca.

            Berikut adalah kegiatan literasi keluarga yang bisa dilakukan oleh orang tua dan anak-anak sebagai alternatif mengisi kegiatan positif selama BDR (Belajar Di Rumah) :

1.     Memberikan pilihan buku yang ingin anak baca. Bisa membeli atau meminjam beberapa buku untuk usia anak-anak kemudian ajak anak memilih buku mana yang paling ingin mereka baca. Pilihlah buku cerita anak yang memiliki gambar dengan warna menarik, kertas yang kuat, dan sesuai dengan usia anak.

2.      Membacakan secara nyaring atau read aloud. Kegiatan ini dapat membantu kedekatan orang tua dan anak sehingga anak bisa lebih mudah membuka komunikasi dengan orang tua. Ajak juga anak membacakan buku yang berbeda, kemudian lemparkan beberapa pertanyaan sehingga tercipta diskusi dua arah.  

3.     Membuat jurnal pagi bersama-sama, bebaskan anak-anak menulis atau menggambar apa pun yang mereka inginkan. Mulai dari menulis perasaan, harapan, keinginan atau hal-hal remeh temeh sekalipun. Bisa juga menuliskan kesan-kesan dari buku yang mereka baca.

4.     Ajak anak membuat video presentasi jurnal pagi, minta mereka menjelaskan apa yang mereka tulis dan gambar. Upload video tersebut di Youtube atau media sosial sesuai dengan ijin anak. Sehingga mengajarkan mereka tentang literasi digital yang sehat yaitu membagikan postingan yang bermanfaat.

5.       Anak ingin bermain game? Jadikan membuat resensi buku sebagai syarat anak mengambil jatah bermain game. Orang tua harus memiliki wewenang untuk membuat anak mau mengikuti peraturan di rumah. Jangan berikan anak hak milik anak ponsel yang mereka pakai. Berikan saja hak pinjam, sehingga kuasa atas ponsel tetap di tangan orang tua.

6.     Bermain boardgame yang berhubungan dengan kata-kata seperti scrable, bermain ABC lima dasar dengan menyebut nama-nama tertentu, mengajak bermain tebak kata, membuat peta pikiran bersama, teka teki silang dan lain sebagainya.

7.        Latihan menulis huruf sambung atau tulisan Al-Qur’an, bisa membantu perkembangan motorik halus anak-anak.

8.        Bermain peran bersama anak, ajak anak-anak bermain peran sebagai kasir, dokter, pemadam kebakaran atau berimajinasi dengan boneka-boneka di rumah.

9.    Permainan mencari kata dan membuat cerita. Buka buku apa saja secara acak, tutup mata anak dan minta mereka menempelkan jari di sembarang kata. Buat kalimat pendek dari kata tersebut.

Ulangi kegiatan-kegiatan di atas setiap hari. Tambahkan kegiatan kreatifitas lain yang bisa membangun kebersamaan dengan keluarga. Karena saat pandemi, keluarga adalah tempat berlindung paling aman dan nyaman untuk tetap berkegiatan di rumah saja. Ciptakan atmosfer keluarga yang menyenangkan di rumah agar anak-anak mengenal cara mengusir kebosanan yang lain selain bermain game.


 *Penulis dengan nama pena Achi TM telah menulis 38 novel, Instruktur Literasi Nasional, Founder TBM Rumah Pena


Share :