MEMBANGUN KREATIFITAS PUSTAKAWAN

MEMBANGUN KREATIFITAS PUSTAKAWAN

MEMBANGUN KREATIFITAS PUSTAKAWAN


Oleh Iman Sukwana*


Sejatinya sebagai seorang pustakawan harus memiliki kreatifitas dalam aktifitas pekerjaannya. Hal ini dimungkinkan agar kenaikan pangkat dan jabatannya tepat waktu. Selain itu, pustakawan memiliki posisi yang tepat dalam lembaganya yang memiliki peran untuk menyebarkan informasi secara luas kepada masyarakat, sehingga informasi tersebut memiliki arti penting dalam kehidupan masyarakat tersebut.

Pengertian pustakawan secara umum sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan disebutkan bahwa Pustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang di peroleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan. Sementara menurut Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 9 Tahun 2014 menyatakan bahwa Pustakawan adalah Jabatan yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak untuk melaksanakan kegiatan kepustakawanan.

Dimana kegiatan kepustakawanan adalah kegiatan ilmiah dan profesional yang meliputi a). pengelolaan perpustakaan, yaitu kegitan yang meliputi perencanaan, monitoring dan evaluasi penyelenggaraan kegiatan perpustakaan, b). pelayanan perpustakaan, merupakan kegiatan memberikan bimbingan dan jasa perpustakaan dan informasi kepada pemustaka, c). pengembangan sistem kepustakawanan, yaitu kegiatan yang meliputi pengkajian, pengembangan, penganalisian/ pengkritisian/penelaahan sistem kepustakawanan. Dengan demikian pustakawan adalah orang yang memiliki sikap profesional dalam keterampilan (skill), pengetahuan (knowledge) dan kemampuan (ability) yang terus dikembangkan untuk kepentingan profesi dan lembaganya.

Keterampilan yang dimiliki oleh seorang pustakawan yang berasal pengetahuan yang diperolehnya baik dari formal maupun informal terus diasah dan dikembangkan sehingga melahirkan kemampuan yang manfaatkan untuk kepentingan pribadi, lembaga dan terutama masyarakatnya. Tujuan akhir dari kemampuan yang dimiliki seorang pustakawan ini adalah bagaimana mengarahkan masyarakat agar memiliki kemampuan mencari dan mendapatkan informasi yang sesuai dengan profesi dan keinginannya. Karena pada saat ini, arus informasi begitu deras melalui berbagai sarana. Kalau tidak diarahkan dengan sebaik-baiknya, maka informasi tersebut akan menjadi boomerang dan tidak memiliki manfaat terhadap kehidupan masyarakat.

Pustakawan yang kesehariannya bergelut dengan dunia kepustakawanan seyogyanya mampu menyajikan informasi yang ada di perpustakaan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang dilayaninya. Informasi-informasi yang dikemas dengan berbagai format, mampu diakses oleh masyarakat dengan mudahnya.


Kreatifitas

Jasa Ungguh Muliawan (2001) dalam buku “Mengembangkan Imajinasi dan Kreatifitas Anak”, mengatakan bahwa kreatifitas merupakan kemampuan istimewa seseorang yang didominasi oleh kekuatan imajinasi dan gerak mencipta. Dan kreatifitas bukan merupakan potensi khusus yang diwariskan secara turun temurun melalui persilangan genetik, tetapi kemampuan yang terbentuk atau dibentuk melalui proses pengalaman, pembelajaran, imajinasi dan berfikir. Sementara menurut Utami Munandar sebagaimana dikutip kembali oleh  Muliawan (2001) mengatakan bahwa krteatifitas menunjukan ada tiga tekanan kemampuan, yaitu yang berkaitan dengan kemampuan untuk mengkombinasi, memecahkan/menjawab masalah dan cerminan kemampuan opearsional kreatif. Dimana kemampuan tersebut adalah :

1.   Kemampuan untuk membuat kombinasi baru berdasarkan data, informasi atau unsur-unsur yang ada.

2.  Kemampuan berdasarkan data atau informasi yang tersedia menemukan banyak kemungkinan jawaban terhadap suatu masalah, dimana penekannya adalah pada kuantitas, ketepatgunaan dan keragaman jawaban.

3.    Kemampuan yang secara operasional mencerminkan kelancaran, keluwesan dan orisinalitas dalam berfikir, serta kemampuan untuk mengelaborasi suatu gagasan.

Dimana hal ini juga dikatakan oleh Michalko (2012) dalam buku “ Pemikiran Pemikir Kreatif”, bahwa kunci agar dapat secara kreatif adalah dengan membentuk asosiasi dan hubungan diantara hal-hal yang berbeda yaitu pembauran konsep. Dan hal ini merupakan sebuah proses berfikir kreatif yang melibatkan pembauran dua atau lebih konsep dalam suatu ruang mental yang sama untuk membentuk ide-ide baru.


Tindak Lanjut

Konsep berfikir kreatif yang dikembangkan pustakawan yaitu dengan berupaya melaksanakan tugas sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat dan berupaya mempertahankan keunggulan kompetensi setinggi mungkin serta berkewajiban mengikuti perkembangan situasi yang sedang berjalan. Selain itu sebagai seorang pustakawan juga berupaya membedakan antara pandangan atau sikap hidup pribadi dan tugas profesi untuk menjamin bahwa tindakan dan keputusannya berdasarkan pertimbangan profesional dan tidak menyalahgunakan posisinya dengan mengambil keuntungan kecuali atas jasa profesi.

Upaya-upaya yang dilakukan oleh pustakawan sebagai realisasi dari aktifitas kreatif yang dilakukan untuk pengembangan pengetahuan dan literasi masyarakat akan berdampak pada :

1.  Mengidentifikasi permasalahan penting dan mendesak yang benar-benar dihadapi masayarakat, dimana pertumbuhan dan perkembangan perpustakaan diarahkan agar dapat ikut memecahkan persoalan, terutama masalah kesejahteraan.

2.  Bahan koleksi informasi yang dilayankan kepada masyarakat bisa dimanfaatkan secara teori dan praktek, yang bisa membantu mereka menemukan jalan untuk meraih kesuksesan atau kensejahteraan.

3.    Perpustakaan dikembangkan menyatu dengan masyarakat. Mereka dilibatkan agar dalam diri mereka tertanam rasa memiliki terhadap perpustakaan.

4.    Dana-dana yang dikelola perpustakaan, yang diperoleh baik secara langsung maupun tidak langsung dari masyarakat harus dikelola untuk sebesar-besarnyanya kepentingan mereka.

5.    Masyarakat akan menilai seberapa jauh keberpihakan perpustakaan terhadap kepentingan masyarakat.

Pada akhirnya pustakawan harus memahami bahwa kreatifitas akan melahirkan pemikiran yang positif dan melahirkan aktifitas yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat secara luas. Dalam hal ini Ziauddin Sardar (1990) mengatakan bahwa Pustakawan sebagai profesional informasi masa depan perlu memiliki jiwa pionir dan futuristik. Harus menerima kenyataan bahwa ia tidak dapat meramalkan apa yang akan dikerjakan pemustaka, bagaimana cara mengerjakannya dan dengan siapa mereka mengerjakannya. Profesional informasi perlu luwes dan lincah, perlu pemberdayaan untuk mengambil keputusan, bertindak dan belajar. Peranan pustakawan berada pada aktifitas yang bersifat kritis seperti mengembangkan teknologi, aplikasi teknologi, pengembangan isu-isu mutakhir, cara baru dalam berfikir tentang masalah yang dihadapinya, cara baru melaksanakan pekerjaan, dan cara baru berkolaborasi.


*Pustakawan DPK Provinsi Banten


Share :