KONSEP PERPUSTAKAAN DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA MASYARAKAT

KONSEP PERPUSTAKAAN DALAM  MENINGKATKAN MINAT BACA MASYARAKAT

KONSEP PERPUSTAKAAN DALAM


MENINGKATKAN MINAT BACA MASYARAKAT



Oleh : Aip Rohadi*


 



 Pendahuluan


 

Perpustakaan adalah unit kerja suatu badan atau lembaga tertentu yang mengelola bahan pustaka, baik berupa bahan tercetak maupun non cetak yang diatur secara sistematis menurut aturan tertentu, sehingga dapat digunakan sebagai sumber informasi oleh setiap pemakainya. Perpustakaan merupakan sarana yang bersifat mendidik, berbagai bidang ilmu pengetahuan tersimpan diperpustakaan, dan koleksi merupakan sumberdaya informasi pengetahuan yang sangat besar. Perpustakaan merupakan sarana penyediakan informasi yang bisa diakses oleh pemustaka. Seiring waktu perpustakaan kian berkembang menjadi tempat yang menyenangkan. Kemajuan yang sekarang terjadi di segala aspek memang menuntut perpustakaan untuk membenahi diri agar dapat menarik minat masyarakat.


Tulisan ini merupakan sebuah konsep pengembangan perpustakaan yang dilaksanakan pada Perpustakaan Daerah Kota serang. Dari tahun ke tahun, Perpustakaan Daerah Kota Serang semakin berkembang ke arah yang lebih baik namun belum menjadi tempat yang nyaman bagi para penggunanya, penataannya pun semakin terkelola dengan baik akan tetapi masih harus memiliki tambahan ruang koleksi. Perpustakaan Daerah Kota serang harus berupaya menyelaraskan eksistensinya agar dapat selaras dengan kemajuan teknologi dengan menyediakan akses informasi yang dapat memberikan solusi untuk dapat meningkatkan minat baca mayarakat hingga memberantas buta aksara.


Pembahasan


 Menurut Sutarno NS (2006:68) Peranan perpustakaan adalah bagian dari tugas pokok yang harus dijalankan di dalam perpustakaan. Oleh karena itu peranan yang harus dijalankan itu ikut menentukan dan mempengaruhi tercapainya tujuan perpustakaan. Setiap perpustakaan yang dibangun akan mempunyai makna apabila dapat menjalankan peranannya dengan sebaik-baiknya. Peranan tersebut berhubungan dengan keberadaan tugas dan fungsi perpustakaan.


Dengan lahirnya UU Nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan. aspek-aspek pengembangan perpustakaan dan kepustakawanan sudah diatur rapi secara terperinci dalam pasal perundang-undangan tersebut, Undang-undang tentang perpustakaan menjadikan setiap Kota/Kabupaten memiliki tanggung jawab  menyelenggarakan perpustakaan. Selanjutnya dalam tatanan teknis penyelenggaraan perpustakaan melaksanakan standar yang terdapat dalam UU Nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan. Tercapainya perpustakaan yang ideal serta mampu memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi yang di perlukan baik dalam bentuk koleksi tercetak ataupun digital, ini akan membuktikan bahwa Perpustakaan Kota Serang telah mampu menghadapi perkembangan teknologi informasi yang terjadi pada masa kini. Gedung perpustakaan yang megah, layanan koleksi yang terkelola dengan sistematis dan di sertai berbagai ruang tambahan agar aktivitas di perpustakaan juga menjadi sarana rekreasi, selain penelitian dan pendidikan adalah tujuan yang di maksud dalam standar penyelenggaraan perpustakaan pada UU Nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan, artinya Pemerintah Kota Serang semestinya melaksanakan segala yang diamanahkan negara lewat UU Nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan hingga berhasil menjadi perpustakaan ideal, berstandar, membanggakan dan bermanfaat untuk masyarakat.

 

Walikota sebagai pemimpin daerah harus hadir, Kongkretnya konsep penyelenggaraan dan anggaran yang telah tersusun harus pula mendapatkan dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang yang memiliki hak untuk mengesahkan program yang diajukan pemerintah kota. Disini terlihat dimana wakil rakyat juga memiliki peran, dan sudah seharusnya lebih tahu kebutuhan masyarakatnya, wakil rakyat juga harus sadar akan pentingnya minat baca yang akan mendorong peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM) sehingga akan bermuara pada akselerasi pembangunan di kota Serang, salah satunya dengan mendorong minat baca. Wakil rakyat terkadang seolah tidak peduli akan pentingnya minat baca, tak sepopuler akselerasi pembangunan infrastruktur, padahal impian lahirnya  smart city akan sangat berpengaruh jika masyarakatnya berkualitas dan cerdas.


Selanjutnya sebagai pemimpin tertinggi, Walikota hanya perlu melakukan instruksi untuk melakukan pengawasan penjaminan mutu terhadap kegiatan penyelenggaraan perpustakaan pada Institusi Pendidikan di wilayahnya, dengan mengingatkan dan mengharuskan institusi pendidikan memprioritaskan penyelenggaraan perpustakaan dilingkungaan civitas akademika nya, Beberapa hal di atas akan terlaksana efektif dan efisien jika dilaksanankan bersama antara Pemerintah Kota Serang dengan seluruh Institusi atau lembaga pendidikan di kota serang. Dengan pencapaian hingga seluruh Institusi Pendidikan di kota serang sudah melaksanakan amanah Undang-Undang nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, Peraturan Pemerintah nomor 24 Tahun 2014, Permendiknas nomor 25 Tahun 2008, Permendikbud nomor 3 Tahun 2015 tentang Budi Pekerti (GLS), SN.DIKTI


  Menurut Lisda Rahayu (2011:6.5) Minat adalah suatu keinginan atau kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu. Minat baca berarti suatu keinginan atau kecenderungan hati yang tinggi terhadap bahan bacaan. Bahan bacaan atau koleksi perpustakaan yang diamati pemakai adalah yang mengandung manfaat atau nilai sesuai dengan kebutuhan pembaca yang bersangkutan. Menurut Zohra Djohan (2015:47) Pemustaka merupakan orang, maupun kelompok orang yang menggunakan fasilitas dan layanan yang ada di perpustakaan. Perpustakaan dapat dikatakan berhasil mencapai tujuannya jika terdapat pemustaka yang memanfaatkan fasilitas dan layanan yang ada.


Sebelumnya kita telah membahas tentang gedung megah dan sarana perpustakaan yang nyaman serta memberikan layanan informasi online dalam bentuk koleksi elektronik adalah salah satu ciri mengikuti perkembangan teknologi terkini. Akhir dari pembahasan ini adalah bagaimana perpustakaan kota serang mampu menggairahkan masyarakatnya berliterasi dengan penuh semangat berkunjung ke perpustakaan dan yang tidak pun dapat menikmati layanan perpustakaan. Masyarakat kota serang yang juga bagian dari civitas akademika dapat terlayani kebutuhan informasinya oleh institusi pendidikan yang menyelengarakan perpustakaan yang berstandar.


Pada konsep ini, perpustakaan Kota Serang memiliki program mendekatkan koleksi kepada  masyarakat dengan jangkauan yang lebih luas,  yaitu lingkungan masyarakat, melihat demografi Kota Serang yang memiliki 6 kecamatan dan 30 kelurahan, kembali keinginan kuat pemimpin daerah akan literasi di uji dengan memberikan instruksi pada seluruh kecamatan dan kelurahan untuk melaksanakan penyelenggaraan perpustakaan, perpustakaan Kota Serang bekerja sama dengan memberikan layanan silang layan koleksi dan juga menghadirkan pojok baca, yaitu sudut khusus ruang baca termasuk rak dinding beserta koleksinya. Rak dan beserta buku juga bisa hadir di tempat-tempat umum lainnya seperti tempat ibadah dan taman bacaan masyarakat yang ada di Kota Serang dengan catatan serah terima rak dan buku untuk masyarakat terkelola dengan baik.


Kesimpulan


Kepemipinan kepala daerah sangat berpengaruh dalam membangun Kota Serang, dengan melihat bahwa literasi menjadi hal yang sangat penting, disertai pula dukungan anggota Dewan yang terhormat, sebagai wakil rakyat semestinya memberikan apa yang masyarakat inginkan. Dimilikinya gedung perpustakaan yang megah, layanan koleksi yang terkelola dengan sistematis disertai berbagai ruang tambahan agar aktivitas di perpustakaan  menjadi sarana rekreasi, selain dari aktivitas penelitian dan pendidikan adalah tujuan yang di maksud dalam standar penyelenggaraan perpustakaan pada UU Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, artinya Pemerintah Kota Serang telah melaksanakan segala yang diamanahkan negara lewat UU Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan hingga berhasil menjadi perpustakaan ideal, berstandar, membanggakan dan bermanfaat untuk masyarakat.


Tercapainya perpustakaan yang ideal yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi yang di perlukan baik dalam bentuk koleksi tercetak ataupun digital, membuktikan bahwa Perpustakaan Kota Serang telah mampu menghadapi perkembangan teknologi informasi yang terjadi pada masa kini dan memahami masyarakatnya.


 Bergairahnya semangat literasi di Kota Serang manjadi sangat luas jangkauannya, dimana lingkungan Institusi pendidikan, kecamatan dan kelurahan diberikan instruksi oleh Walikota bertujuan untuk dapat menyelenggarakan perpustakaan demi melayani kebutuhan informasi civitas akademika/masyarakat di lingkungannya. Di tambah hadirnya pojok-pojok baca di tempat publik menyempurnakan pembangunan sumber daya manusia yang literat di Kota Serang dengan lahirnya peradaban smart city, kota yang diharapkan seluruh masyarakat Kota Serang. Literasi hadir memerlukan sinergitas, capaian diatas adalah berkualitasnya kepemimpinan kepala daerah menjadikan literasi hal strategis untuk pembangunan Kota Serang, bekerja sama dengan berbagai pihak demi melayani kebutuhan masyarakatnya.


 

Demikianlah, Salam Literasi


 

*Pegiat Literasi


 

Daftar Rujukan


Sutarno NS. (2006). “Perpustakaan dan Masyarakat”. Jakarta:  Anggota IKAPI.


Rahayu, L. (2011). “Materi Pokok Pelayanan Bahan Pustaka”.  Jakarta:Universitas Terbuka.


Zohra Djohan. (2015). "Analisis Kepuasan Pemustaka  Terhadap Layanan PerpustakaanUniversitas”


Share :