MENGEMBANGKAN SDM PERPUSTAKAAN MELALUI BIMBINGAN TEKNIS PERPUSTAKAAN


MENGEMBANGKAN SDM PERPUSTAKAAN

MELALUI BIMBINGAN TEKNIS PERPUSTAKAAN

Oleh Iman Sukwana

(Pustakawan BPAD Provinsi Banten)

Pendahuluan

Sebagai salah wahana belajar sepanjang hayat, perpustakaan memiliki arti penting dalam kehidupan. Pergeseran pemahaman masyarakat terhadap perpustakaan yang berkembang tentu perlu mendapat apresiasi dari pengelola dan penentu kebijakan di bidang perpustakaan. Dulu masyarakat memandang perpustakaan dengan memincingkan mata, pengelolaannya asal-asalan, lokasinya jauh dari keramaian, terkesan kumuh dan tidak sedikit orang yang ditempatkan sebagai pengelola perpustakaan merasa “dibuang dan diasingkan”.

Tetapi sekarang, secara lambat laun paradigama itu terbalik seratus delapan puluh derajat. Perpustakaan sudah dikelola dengan sistem yang baku sesuai kaidah ilmu perpustakaan. Apalagi perkembangan teknologi informasi yang membuncah turut memberi warna bagi pengembangan perpustakaan secara signifikan. Pengelolaan perpustakaan yang disesuaikan dengan perkembangan zaman, semata-mata adalah untuk memberikan berbagai kemudahan bagi pemustaka untuk mengakses berbagai informasi yang ada di perpustakaan secara tepat, cepat dan akurat.

Untuk menghadirkan perpustakaan yang pengelolaannya sesuai kaidah ilmu perpustakaan, maka perlu tangan-tangan terampil untuk mengelolanya. Sumber daya manusia pengelola perpustakaan harus terus di didik dan dikembangkan agar menjadi manusia unggul dan hasil yang unggul pula. Sebagaimana yang diungkap Abdurrahman Saleh (2014), bahwa keunggulan dimaksud adalah keunggulan partisipatoris artinya“manusia unggul yang selalu ikut aktif dalam persaingan yang sehat untuk mendapatkan yang terbaik dari yang baik”. Lebih jauh beliau mengatakan bahwa keunggulan partisipatoris menggali dan mengembangkan seluruh potensi individu yang akan digunakan dalam kehidupan yang penuh persaingan yang semakin lama makin tajam dan akan menjadi kejam bagi manusia yang tidak mau belajar keras dan bekerja keras.

Jika kita simak perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dari tahun ke tahun mengalami perkembangan yang pesat sejalah dengan perkembangan arah pemikiran dan kebutuhan manusia itu sendiri. Jika pengelolaan perpustakaan termasuk pengelolanya tidak dibina, di didik dan dikembangkan, maka perpustakaan akan ditinggalkan oleh masyarakatnya.

SDM perpustakaan

Keberhasilan pelaksanaan pengelolaan perpustakaan secara keseluruhan akan tergantung pada sumber daya manusia yang ada. Sumber daya manusia memiliki kekuatan di semua lini bidang kepustakawanan. Sumber daya manusia di perpustakaan adalah semua tenaga kerja atau perangkat perpustakaan, sebagaimana yang disebut Wiji Suwarno (2009 : 108) yang terdiri atas : a). Pimpinan, dengan tugas utama merumuskan kebijakan dan mengambil keputusan untuk dijalankan oleh semua pegawai. b). Pejabat Fungsional Pustakawan, yang bertugas dan berfungsi melaksanakan kegiatan perpustakaan secaraprofesional dan proporsional. c). Pelaksana Teknis Operasional seperti pengadaan, pengolahan dan pelayanan. d). Pelaksana Teknis dan ketatausahaan yang mendukung semua kegiatan perpustakaan.

Manajemen SDM di perpustakaan sama halnya dengan sistem manajemen di bidang lain. Semua kegiatan diarahkan untuk meningkatkan kinerja pegawai. Dimana manajemen kinerja merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian terhadap pencapaian kinerja dan dikomunikasikan secara terus menerus oleh pimpinan kepada karyawan, antara karyawan dengan atasannya langsung. (AA Anwar PM., 2012 : 19). Evaluasi terhadap kinerja pegawai tentu harus dievaluasi secara berkala oleh pimpinan, agar pelaksanaan roda kegiatan organisasi searah dengan kebijakan yang ditetapkan dan mengerucut pada tugas pokok dan fungsi organisasi.

Bimbingan Teknis Perpustakaan

Bimbingan teknis (Bimtek) atau Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) teknis dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Dimana kompetensi teknis menurut M. Kusasi (2014) diartikan sebagai sejumlah pengetahuan, keahlian, keterampilan sikap dan perilaku yang diperlukan untuk dapat melaksanakan suatu tugas atau pekerjaan tertentu. Dari sini terlihat jelas bahwa yang ditingkatkan melalui Bimtek atau Diklat adalah meningkatkan pengetahuan dan sikap seseorang dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat. Adapun kompetensi yang dikembangkan menyangkut sikap dan pengetahuan yang nantinya melahirkan sikap integritas, profesional, keteladanan, tanggung jawab dan inovatif.

Bimtek atau Diklat di bidang perpustakaan difokuskan pada upaya-upaya pengembangan sumber daya perpustakaan secara komprehensif. Materi dasar pembelajaran Bimtek atau Diklat Perpustakaan meliputi Pengantar Ilmu Perpustakaan, Manajemen dan Administrasi Perpustakaan, Pengadaan dan Pengembangan Bahan Pustaka, Pengolahan koleksi Bahan Pustaka, Layanan dan Otomasi Perpustakaan, Pelestarian koleksi Bahan Pustaka. Jumlah jam latihan dari materi dasar ini berjumlah sekitar 100 jam latihan dan dari materi-materi dasar tersebut akan dikembangkan sebagai materi lanjutan pada jenjang diklat berikutnya.

Badan perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Provinsi Banten memiliki tugas sebagai lembaga pembina teknis semua jenis perpustakaan di daerah. Dalam menjalankan tugasnya tentu harus berkoordinasi dengan Perpustakaan Nasional dan instansi terkait di daerah. Sebagai lembaga pembina teknis semua jenis perpustakaan, BPAD Provinsi Banten memiliki peran sentral. Namun dari peran yang diembannya ini perlu instropeksi dan melakukan kaji ulang, misalnya dari unsur sumber daya manusia yang dimiliki BPAD Provinsi Banten apakah sudah mampu untuk melaksanakan pembinaan perpustakaan, jika belum berarti harus dilakukan upaya pengembangan dan penguatan SDM secara internal. Penguatan ini bisa dilakukan lewat pengiriman diklat ke Pusat atau rekrutmen CPNS dengan latar belakang pendidikan ilmu perpustakaan, hal ini akan menunjukan kualitas pembinaan perpustakaan yang dilakukan BPAD Provinsi Banten. Sementara dari segi kuantitas atau jumlah yang dibina apakah sudah signifikan dengan jumlah dari berbagai jenis perpustakaan yang ada di Provinsi Banten. Tentu harus tersedia data yang akurat tentang berapa perpustakaan yang sudah diberikan Bimtek atau Diklat dari semua jenis perpustakaan yang ada. Data semacam ini dibutuhkan untuk pelaksanaan sebaran bimtek atau diklat terhadap semua jenis perpustakaan.

Jika kita melihat sumber daya manusia yang ada di BPAD Provinsi Banten, dimana komposisinya adalah 4 orang pustakawan, 2 orang sarjana Ilmu Perpustakaan, 3 orang pernah mengikuti diklat penjenjangan calon pustakawan tingkat ahli, dan 3 orang DIII Ilmu Perpustakaan. Dari komposisi sumber daya manusia yang ada tentu belum berbanding lurus dengan kehadiran berbagai jenis perpustakaan yang ada di Provinsi Banten. Hal ini perlu diupayakan penambahan dan peningkatan SDM yang ada sehingga pada saatnya nanti mampu melaksanakan pembinaan pada semua jenis perpustakaan sebagai salah satu tugas pokok dan fungsi BPAD Provinsi Banten.

Amanat Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Bidang Perpustakaan,membagi urusan pembinaan perpustakaan berskala Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota. pada Sub Urusan Pembinaan Perpustakaan, Pemerintah Pusat : a). Penetapan standar dan akreditasi perpustakaan. b). Pengelolaan perpustakaan tingkat nasional. c). Pembudayaan gemar membaca tingkat nasional. Pemerintah Provinsi : a). Pengelolaan perpustakaan tingkat daerah Provinsi. b). Pembudayaan gemar membaca tingkat daerah Provinsi. Pemerintah Kabupaten/Kota : a). Pengelolaan perpustakaan tingkat Kabupaten/Kota. b). Pembudayaan gemar membaca tingkat kabupaten/Kota. Sementara pada Sub Urusan Pelestarian Koleksi Nasional dan Naskah Kuno, Pemerintah Pusat : a). Pelestarian karya cetak dan karya rekam koleksi nasional. b). Penerbitan katalog induk nasional dan biblografi nasional. c). Pelestarian naskah kuno dan pengembalian naskah kuno dari luar negeri. d). Pengembangan koleksi budaya etnis nusantara yang berasal dari luar negeri dan koleksi budaya etnis nusantara yang ditemukan oleh Pemerintah Pusat. Pemerintah Provinsi : a). Pelestarian karya cetak dan karya rekam koleksi daerah di daerah provinsi. b). Penerbitan katalog induk daerah dan biblografi daerah. c). Pelestarian naskah kuno milik daerah provinsi. d). Pengembangan koleksi budaya etnis nusantara yang ditemukan oleh Pemerintah Daerah Provinsi. Pemerintah Kabupaten/Kota : a). Pelestarian naskah kuno milik daerah Kabupaten/Kota. b). Pengembangan koleksi budaya etnis nusantara yang ditemukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.

Dari amanat Undang-Undang tersebut diatas terlihat bahwa semua aspek yang berhubungan dengan perpustakaan harus terus dikembangkan, terutamaSDM yang dinilai sebagai salah satu unsur vital dalam penyelenggaraan perpustakaan. Ilmu pengetahuan bersifat dinamis, begitu juga ilmu perpustakaan. agar penyelenggaraan perpustakaan sesuai keilmuan yang berkembang saat ini, maka penyelenggaraan Bimtek atau Diklat harus terus diupayakan guna peningkatan pengetahuan dan kemampuan bidang perpustakaan.

Penutup

Bimtek atau Diklat merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian terhadap pencapaian kinerja pegawai. Bimtek atau diklat dilaksanakan sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan kemampuan yang berimbas pada pencapaian tujuan organisasi. Di satu sisi, perpustakaan sebagai organisasi yang mengelola bahan informasi terus mengalami perkembangan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi. Sementara di sisi lain, masyarakat yang dilayanipun terus berkembang dan dinamis. Untuk memadukan dua sisi yang berbeda ini, pengelola (SDM) perpustakaan harus dikembangkan dan ditingkatkan pengetahuan dan kemampuannya, agar informasi yang dihimpun, diolah, dilayankan dan dilestarikan di perpustakaan dapat dimanfaatkan secara tepat, cepat dan akurat.

 

Bahan Bacaan :

  1. A.A. Anwar Prabu Mangkunegara, Evaluasi Kinerja SDM. Bandung : Refika Aditama, 2012.
  2. Abdurrahman Saleh, Peran Pustakawan dalam Pendidikan untuk Pembinaan dan Pengembangan Tenaga Perpustakaan. Makalah Rakornas Program Diklat Perpustakaan dan Pengembangan Tenaga Perpustakaan melalui Kerjasama Penyelenggaraan Diklat, Jakarta : Perpusnas RI, 25 Nopember 2014.
  3. M. Kusasi, Kebijakan Kementerian Agama tentang Peningkatan Kualifikasi dan Kompetensi Tenaga Perpustakaan Madrasah. Makalah Rakornas Program Diklat Perpustakaan dan Pengembangan Tenaga Perpustakaan melalui Kerjasama Penyelenggaraan Diklat, Jakarta : Perpusnas RI, 25 Nopember 2014.
  4. Wiji Suwarno, Psikologi Perpustakaan, Jakarta : Sagung Seto, 2009.

Tentang Kami


Statistik Kunjungan