Bedah buku : KYAI HAJI SJAM’UN (1883-1949) Gagasan dan Perjuangannya


Brigjen KH. Syam’un adalah pendiri Perguruan Tinggi Islam Al-Khairiyah Citangkil, Kota Cilegon. 
Beliau lahir pada 5 April 1894 dari pasangan taat beragama H. Alwiyan dan Hj. Hajar. 
Brigjen KH. Syam’un masih keturunan dari KH. Wasid tokoh “Geger Cilegon” 1888 
(perjuangan melawan Pemerintah Kolonial Belanda).

Pada umur 11 Tahun, KH. Syam’un melanjutkan studi ke Mekkah (1905-1910) dan berguru di Masjid
Al-Haram tempat ahli-ahli ke-Islaman terbaik di dunia berkumpul membagi ilmu. Pendidikan 
akademinya dilalui di Al-Azhar University Cairo Mesir (1910-1915).

KH. Syam’un pernah bergabung dengan Pembela Tanah Air (PETA), sebuah gerakan 
pemuda bentukan Jepang. Dalam PETA, jabatan KH. Syam’un adalah Dai Dan 
Tyo yang membawahi seluruh Dai Dan I PETA wilayah Serang. Selama 
menjadi Dai Dan Tyo KH. Syam’un sering mengajak anak buahnya untuk 
memberontak dan mengambil alih kekuasaan Jepang. Keterlibatan 
KH. Syam’un dalam dunia militer mengantarkannya menjadi pimpinan 
Brigade I Tirtayasa Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang berubah menjadi 
Tentara Keamanan Rakyat (TKR), yang kemudian berganti menjadi TNI 
Divisi Siliwangi.

Dengan Pangkat terakhir Brigadir Jenderal (Brigjen), karier KH. Syam’un 
diketentaraan terbilang gemilang hingga diangkat menjadi Bupati Serang
 periode 1945-1949.

Pada Tahun 1948 meletus Agresi Militer Belanda II yang mengharuskan 
KH. Syam’un bergerilya dari Gunung Karang Kab. Pandeglang hingga 
kampung Kamasan Kecamatan Cinangka Kab. Serang.

Daerah ini menjadi tempat tinggal salah satu gurunya KH. Jasim. Di Kampung 
ini juga, Brigjen KH. Syam’un meninggal pada Tahun 1949 karena sakit saat 
memimpin gerilya dari hutan sekitar Kamasan.


Twitter


perpusda_banten

Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan