PEMBERDAYAAN PERPUSTAKAAN DESA


PEMBERDAYAAN PERPUSTAKAAN DESA

Oleh Iman Sukwana*

 

Pembangunan nasional merupakan rangkaian upaya pembangunan yang berkesinambungan, yang meliputi seluruh kehidupan masyarakat dalam berbangsa dan bernegara. Sebagaimana yang termuat dalam Undang-Undang Dasar 1945 salah satu tujuan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Dihubungkan dengan dunia pendidikan, maka tujuan untuk mencerdaskan bangsa dapat dilakukan baik oleh pemerintah maupun masyarakat (Pendidikan Formal/Non Formal dan Informal). Mencerdaskan kehidupan masyarakat, terutama masyarakat desa perlu sarana dan prasarana pendukung, diantaranya perlu adanya sumber belajar berupa perpustakaan. Perpustakaan sebagai pusat sumber belajar harus mempunyai potensi untuk membuat orang tergerak belajar. Disinilah Perpustakaan Desa seharusnya dapat berperan aktif dalam upaya pencerdasan bangsa yang ada ditengah-tengah masyarakat.

 

  • Agen Perubahan

            Bertolak dari derasnya arus perkembangan teknologi informasi, disatu sisi membawa pengaruh perubahan-perubahan di berbagai komponen pendukung sistem kehidupan sosial, budaya, ekonomi, politik, dn lain-lain. Disisi lain, masyarakat desa termarjinalisasi dengan image ”kehidupan tradisional”. Maka agar tidak tertinggal informasi dan untuk mencerdaskan masyarakat, kehadiran Perpstakaan Desa mutlak adanya. Perpustakaan Desa dibentuk atas inisiatif dan keinginan bersama, yang menyadari adanya kebutuhan masyarakat untuk maju dan berkembang melalui informasi dan ilmu pengetahuan yang diperoleh secara cepat, mudah, murah dan tepat. Sebagai lembaga layanan publik yang ada di desa, yang dikembangkan dari, oleh dan untuk masyarakat, Perpustakaan Desa bertujuan untuk memberikan layanan dan memenuhi kebutuhan warga yang berkaitan dengan informasi, ilmu pengetahuan, pendidikan dan rekreassi, disamping sebagai sarana pembelajaran yang strategis dan integral dengan kehidupan masyarakat. Sehingga menjadi sumber dan alat pembaruan/perubahan dalam berfikir dan berprilaku yang prosesnya melalui transfer ilmu pengetahuan yang digali dan dikembangkan, baik dari dalam maupun dari luar Perpustakaan Desa.

 

  • Strategi Pengembangan

            Perpustakaan sebagai salah satu sumber informasi dan komponen pendukung keberhasilan pendidikan, memiliki akses strategis terhadap pelaksanaan penyelenggaraannya, sehingga diperlukan upaya mendorong pelaksanaan pengelolaan dan pengembangan perpustakaan sesuai kebutuhan masyarakat. Upaya-upaya itu adalah pertama, menyusun rencana strategis yaitu menyusun kerangka acuan yang terprogram dalam jangka waktu tertentu, sehingga bisa ditentukan kemana perpustakaan akan bergerak dan apa yang harus dilakukannya.Kedua, pengembangan sumberdaya perpustakaan mencakup sarana, prasarana, koleksi, SDM, Promosi, dll diorientasikan pada visi misi pembangunan daerah secara komprehensif. Ketiga, membangun jaringan perpustakaan dengan maksud behwa kebutuhan informasi masyarakat semakin beragam, dan pasti tidak mungkin terpenuhi oleh satu perpustakaan, disamping media informasi sudah menggunakan fasilitas teknologi modern. Konsep kedepan adalah membangun jaringan informasi yang siap memenuhi kebutuhan informasi masyarakat desa. Keempat, orientasi pasar, karena makin tingginya tuntutan masyarakat akan informasi akibat makin tingginya nilai informasi, maka perpustakaan dibuat lebih menarik dan berorientasi pada kepuasan pemustaka. Dengan demikian perpustakaan harus mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat dengan menyediakan informasi yang lebih variatif tanpa meninggalkan unsur kearifan lokal (local wisdom).

            Perpustakaan sebagai sumber pusat belajar seyogyanya memiliki potensi untuk membuat orang tergerak belajar. Peroustakaan Desa tidak cukup hanya dibentuk kemudian dibiarkan dengan mengharap pemustaka akan datang memenuhi ruang baca, akan tetapi perlu langkah-langkah konkrit untuk memberdayakannya. Sebagai lembaga yang mengelola sumber belajar semestinya menduduki posisi kunci dalam proses pendidikan yang ada di masyarakat.

            Perpustakaan ibarat suatu barang yang hanya dapat bergerak apabila digerakan, dapat bermanfaat apabila dimanfaatkan, dan dapat menjawab pertanyaan apabila dihadapkan pada satu pertanyaan. Menurut penulis hal inilah esensi arti dari pemberdayaan perpustakaan.

 

  • *Pustakawan  Badan Peprustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Provinsi Banten

Tentang Kami


Statistik Kunjungan