• Wednesday, 24 April 2019
  • MINIMNYA PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH


    MINIMNYA PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH

    Oleh Teguh Wahyudi*

    Sejalan dengan perkembangan teknologi telekomunikasi dan informasi, keberadaan perpustakaan memiliki peran penting dalam mencerdaskan masyarakat. Di beberapa perpustakaan sudah memiliki sarana prasarana yang cukup memadai, dikelola dengan profesional, dan informasinya dapat diakses dengan mudah.

    Namun di lain tempat, ada beberapa lembaga termasuk didalamnya lembaga pendidikan yang belum memiliki semangat untuk membangun intelektualitas masyarakat dengan menghadirkan perpustakaan yang representatif. Berbagai alasan klasik semisal dana yang minim termasuk hal yang sering dikemukakan.

    Dunia pendidikan termasuk salah satu lembaga pencerdasan masyarakat, yang harus ditunjang dengan berbagai sarana. Salah satu sarana penting yang harus ada adalah perpustakaan. Perpustakaan Sekolah adalah perpustakaan yang berada pada satuan pendidikan formal di lingkungan sekolah yang merupakan bagian integral dari kegiatan sekolah yang bersangkutan, dan merupakan pusat sumber belajar untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan sekolah yang bersangkutan.

    Lebih jauh dapat dikatakan bahwa perpustakaan sekolah adalah suatu tempat baik berupa gedung maupun non gedung (ruangan khusus) yang merupakan tempat terhimpunnya berbagai bahan pustaka, baik cetak maupun non cetak seperti buku, majalah, surat kabar, film, video dan CD guna menunjang kegiatan pembelajaran di sekolah yang bersangkutan. Dengan tujuan mengembangkan dan meningkatkan minat baca, literasi informasi, bakat dan kecerdasan (intelektual, emosional dan spiritual) peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan dalam rangka mendukung tujuan pendidikan nasional melalui penyediaan sumber belajar.

    Beberapa fungsi perpustakaan sekolah dapat dijelaskan sebagai berikut :

    a. Sebagai pusat sumber belajar, Perpustakaan sekolah menyediakan buku-buku baik fiksi maupun non fiksi. Adanya buku-buku tersebut dapat membiasakan siswa-siswa belajar mandiri. Selain itu adanya perpustakaan sekolah dapat meningkatkan minat membaca siswa-siswa sehingga meningkatkan penguasaan teknik membaca.

    b. Fungsi tanggung jawab administratif. Dalam perpustakaan sekolah terdapat hal-hal yang dilakukan oleh siswa, seperti peminjaman dan pengembalian buku dan adanya tata tertib perpustakaan yang harus dipatuhi oleh siswa. Semua itu selain mendidik siswa-siswa kearah tanggung jawab juga membiasakan untuk bersikap dan bertindak secara administratif.

    c. Pusat penelitian, Adanya bahan pustaka yang relatif lengkap di dalam perpustakaan akan membantu siswa dan guru dalam melakukan penelitian dengan mengumpulkan data-data atau keterangan yang diperlukan dengan cara membaca bahan informasi  yang tersedia di perpustakaan.

    d. Tempat kegiatan kreatif, imajinatif, inspiratif dan menyenangkan, Siswa dan guru dapat menggunakan perpustakaan untuk memanfaatkan waktu senggang yang ada dalam menciptakan kehidupan yang seimbang antara jasmani dan rohani. Hal ini juga akan menunjang kegiatan kreatif sebagai hiburan yang positif.

    Dan masih banyak fungsi perpustakaan sekolah lainnya. Pada dasarnya perpustakaan sekolah difungsikan sebagai pusat sumber belajar bagi semua komponen yang ada di sekolah guna meningkatkan pengetahuan yang pada akhirnya dimanfaatkan baik untuk dirinya sendiri maupun lingkungannya.

    Perpustakaan sekolah mengemban tugas antara lain mengembangkan koleksi perpustakaan, mengorganisasikan bahan perpustakaan, mendayagunakan koleksi perpustakaan, menyelenggarakan pendidikan pemustaka, melakukan perawatan koleksi, menunjang terselenggaranya proses pembelajaran di sekolah, mendayagunakan hasil karya tulis peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, menyediakan jasa perpustakaan dan informasi, melaksanakan kegiatan literasi informasi, melakukan kerjasama perpustakaan, dan melakukan promosi perpustakaan.

    Pengelolaan Perpustakaan

    Sebagaimana telah dibahas diatas bahwa kehadiran perpustakaan sekolah sebagai salah satu pusat kegiatan pembelajaran memiliki peran yang sangat kuat. Perpustakaan harus dikelola sesuai sistem pengelolaan perpustakaan, karena memiliki standar pengelolaan yang dikeluarkan oleh Perpustakaan Nasional RI.

    Namun kita masih prihatin, bahwa belum semua sekolah dengan berbagai tingkatan memiliki perpustakaan yang representatif yang digunakan sebagai pusat kegiatan belajar. Basih banyak sekolah berkutat dengan pola-pola lama dan belum memiliki perhatian dan memiliki kepentingan untuk menghadirkan perpustakaan.

    Beberapa hal yang terkait dengan pengelolaan perpustakaan sekolah adalah :  

    1. Sarana Prasarana. Termasuk didalamnya adalah gedung atau ruang dengan ukuran tertentu dan tersedia pula koleksi bahan pustaka dengan jumlah minimal 1000 judul, yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan informasi dan pembelajaran. Sarana ini termasuk penyediaan komputer sebagai sarana penyimpanan data dan persiapan menuju digitalisasi perpustakaan.

    2. SDM. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 25 Tahun 2008 tentang Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah/Madrasah mengatur bahwa kualifikasi kepala perpustakaan yang melalui jalur pendidik sekurang-kurangnya Diploma 4/S1, memiliki sertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaan, sedangkan yang melalui jalur tenaga kependidikan berkualifikasi D2 Ilmu Peprustakaan dan Informasi atau D2 non-Ilmu Perpustakaan dan Informasi dengan sertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaan. Dan untuk tenaga pengelola serendah-rendahnya SMA dan memiliki sertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaan

    3. Anggaran. Pembiayaan operasional kegiatan tidak akan terlepas dari anggaran yang disediakan. Besaran anggaran tergantung kebijakan yang diambil oleh masing-masing sekolah. Namun jika kita mengutip UU 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan dikatakan bahwa Sekolah/madrasah mengalokasikan dana paling sedikit 5% dari anggaran belanja operasional sekolah/madrasah atau belanja barang di luar belanja pegawai dan belanja modal untuk pengembangan perpustakaan.

    Idealnya perpustakaan sekolah dikelola dengan memenuhi standar pengelolaan perpustakaan. Namun pada kenyataannya masih “jauh panggang dari api”. Masih banyak sekolah belum mengupayakan pendirian perpustakaan. Kalaupun ada, pengelolaan perpustakaan dilaksanakan dengan seadanya. Kondisi ini diperparah dengan anggaran yang tidak jelas.

    Untuk membangun manusia Indonesia yang cerdas dibutuhkan sarana dan prasarana yang memadai, salah satunya adalah penyediaan sarana pembelajaran dan peningkatan pengetahuan yang representatif. Sudah saatnya semua unsur terkait dengan pendidikan masa depan ini berembuk dan memikirkan apa yang seharusnya direalisasikan. Semoga.

    *Pemustaka


    Twitter


    perpusda_banten

    Facebook


    Tentang Kami


    Statistik Kunjungan