• Monday, 21 October 2019
  • TBM Sarana Peningkatan Budaya Membaca


    TBM Sarana Peningkatan Budaya Membaca

    Oleh Gito Waluyo*

     

    Informasi sekarang ini sudah menjadi kebutuhan pokok bagi kehidupan setiap manusia. Derasnya aliran informasi, membuat masyarakat dituntut untuk banyak mengetahui informasi, agar mengetahui dan mengikuti perkembangan yang terjadi di negaranya.

    Salah satu cara untuk memperoleh informasi yaitu dengan membaca, baik membaca buku, koran, ataupun artikel. Melalui membaca masyarakat dapat menciptakan ide-ide baru, mendapatkan informasi dan menambah ilmu pengetahuan sehingga wawasannya menjadi luas dan berkembang. Namun, kebiasaan membaca ini belum terwujud sepenuhnya di negara-negara berkembang seperti yang terjadi di Indonesia.

    Masyarakat Indonesia mayoritas masih memilih nonton televisi dari pada membaca. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) 2012, masyarakat Indonesia lebih memilih nonton televisi 91,68 % atau mendengar radio 18,57 % ketimbang membaca koran atau majalah 17,66 %. Dari data statistik tersebut membuktikan bahwa membaca bukanlah prioritas utama masyarakat Indonesia dalam mendapatkan informasi.

    Kondisi ini sangatlah memprihatinkan. Maka dari itu, seharusnya membaca sudah dikenalkan sedini mungkin kepada anak agar terbiasa untuk membaca dan mendapat informasi dari membaca. Pemerintah dan masyarakat harus memberikan perhatian lebih pada fenomena minat dan budaya baca di Indonesia.

    Salah satu bentuk perhatian pemerintah dan masyarakat yang direalisasikan salah satunya dengan mendirikan Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Seperti yang tertulis dalam UU No. 43 Pasal 49 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan yang berbunyi “Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyara­kat men­dorong tumbuhnya taman bacaan masyarakat dan rumah baca untuk menunjang pem­buda­­yaan kegemaran membaca”.

    Taman bacaan meru­pakan salah satu unsur penting dalam mendukung proses belajar mengajar. Keberadaan taman bacaan masyarakat diharapkan dapat membantu semua lapisan masyarakat dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

    Taman Bacaan Masyarakat sebagai pusat pendidikan masyarakat, harus bisa memotivasi dan menumbuhkan budaya baca bagi masyarakatnya yaitu, dengan menyediakan koleksi yang sesuai dengan kebutuhan informasi masyarakat sekitarnya, sehingga masyarakat dapat tertarik untuk membaca, sehingga dapat terbentuknya budaya baca.

    Peran taman bacaan masyarakat dalam menumbuhkan budaya baca anak diharapkan dapat memberikan gambaran kepada taman bacaan masyarakat, dan sebagai masukan dalam pengembangan ilmu pengetahuan di bidang perpustakaan serta memberikan informasi terhadap peran Taman Bacaan Masyarakat dalam menumbuhkan budaya baca.

    Taman bacaan masyarakat merupakan salah satu media penunjang pelaksanaan pendidikan nonformal, yaitu lembaga yang dibentuk dan diselenggarakan oleh masyarakat untuk memberikan kemudahan dalam mengakses atau memperoleh bahan bacaan bagi masyarakat.

    Keberadaan taman bacaan masyarakat merupakan bagian dari kebutuhan masyarakat yang semakin berkembang. Terbentuknya TBM dimaksudkan untuk mendukung gerakan pemberantas­an buta aksara, membantu mempercepat tumbuhnya aksarawan baru sekaligus memelihara dan meningkatkan kemampuan baca tulis masyarakat.

    Dalam buku Pedoman Pengelolaan Taman Bacaan Masyarakat tahun 2003, taman bacaan masya­ra­kat adalah suatu lembaga atau tempat yang mengelola bahan kepustakaan (buku dan bahan-bahan bacaan lainnya) yang dibutuhkan oleh masyarakat, sebagai tempat penyelenggaraan pro­gram pembinaan kemampuan membaca dan belajar dan sekaligus sebagai tempat untuk menda­patkan informasi bagi masyarakat.

    Dapat disimpulkan bahwa, taman bacaan masyarakat adalah lembaga yang diselenggarakan dan dikelola oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi masyarakat yang menyediakan koleksi bahan bacaan seperti buku, majalah, koran, dan bahan bacaan lainnya. Di Taman Bacaan Masyarakat juga mengadakan kegiatan-kegiatan seperti diskusi, bedah buku, storytelling, dan sebagai­nya yang bertujuan untuk menumbuhkan kegemaran membaca bagi masyarakat.

    Taman bacaan masyarakat memiliki tujuan sebagai pertama membangkitkan dan meningkatkan minat dan budaya baca masyarakat untuk membaca dan belajar sehingga tercipta masyarakat yang cerdas. Kedua memelihara dan meningkatkan kemampuan baca bagi aksarawan baru dengan maksud agar tidak kembali menjadi buta aksara. Dan ketiga mengembangkan TBM sebagai kegiatan belajar masyarakat.

    Taman bacaan masyarakat memiliki fungsi sebagai sumber belajar bagi masyarakat, untuk mem­per­­luas wawasan,  memperkaya pengalaman belajar, menumbuhkan kegiatan belajar masya­­rakat, latihan tanggung jawab melalui ketaatan terhadap aturan-aturan yang ditetapkan.

    Taman bacaan masyarakat merupakan sarana peningkatan budaya membaca masyarakat, yaitu dengan menyediakan ruang untuk membaca, diskusi, bedah buku, menulis, dan kegiatan lainnya yang dilengkapi dengan bahan bacaan berupa buku, majalah, tabloid, koran, komik, dan bahan bacaan lainnya.

    Kegiatan membaca sebagai salah satu unsur kebudayaan merupakan kegiatan yang bersifat rutin dan teratur dilaksanakan guna mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidupnya secara lebih bermakna.

    Dengan demikan, budaya baca akan dapat terwujud apabila kegiatan membaca sudah dirasakan sebagai suatu kebutuhan dan telah mempola sebagai kebiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Tumbuhnya budaya baca berawal dari kebiasaan membaca, sedangkan kebiasaan membaca terjaga dengan tersedianya bahan bacaan yang baik, menarik, memadai, baik jenis, jumlah, maupun mutunya.***

    *Penulis


    Twitter


    perpusda_banten

    Facebook


    Tentang Kami


    Statistik Kunjungan