TBM dan Tanggung Jawab Sosial


TBM dan Tanggung Jawab Sosial

Oleh Iman Sukwana*

Pendahuluan

Pedoman Pengelolaan Taman Bacaan Masyarakat (2003), mengatakan bahwa Taman Bacaan Masyara­kat (TBM) adalah suatu lembaga atau tempat yang mengelola bahan kepustakaan (buku dan bahan-bahan bacaan lainnya) yang dibutuhkan oleh masyarakat, sebagai tempat penyelenggaraan pro­gram pembinaan kemampuan membaca dan belajar dan sekaligus sebagai tempat untuk menda­patkan informasi bagi masyarakat. Dari pengertian ini dapat dikatakan pula bahwa TBM adalah lembaga yang diselenggarakan dan dikelola oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi masyarakat yang menyediakan koleksi bahan bacaan seperti buku, majalah, koran, dan bahan bacaan lainnya. Adapun kegitan di TBM yang bisa dilaksanakan seperti diskusi, bedah buku, storytelling, dan sebagai­nya yang bertujuan untuk menumbuhkan kegemaran membaca bagi masyarakat.

Jika kita melihat dasar pendirian TBM adalah Undang-Undang  Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, pada pasal 4dikatakan bahwa “Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca, menulis, dan berhitung bagi segenap warga masyarakat”. Sementara pada pasala 26 berbunyi “Satuan pendidikan nonformal terdiri atas lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, dan majelis taklim, serta satuan pendidikan yang sejenis”.

Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007  Tentang Perpustakaan, pada pasal 49 mengatakan bahwa “Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat mendorong tumbuhnya taman bacaan masyarakat dan rumah baca untuk menunjang pembudayaan kegemaran membaca”. Sementara Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007  Tentang Perpustakaan pada pasal 74 dikatakan bahwa Pembudayaan kegemaran membaca dilakukan melalui (a) gerakan nasional gemar membaca; (b) penyediaan buku murah dan berkualitas; (c). pengembangan dan pemanfaatan perpustakaan sebagai proses pembelajaran; (d)  penyediaan sarana perpustakaan di tempat umum yang mudah dijangkau, murah, dan bermutu; (e) taman bacaan masyarakat; (f)  rumah baca; dan/atau (g) kegiatan sejenis lainnya.

Dari dasar peraturan tersebut jelas, bahwa kehadiran TBM tidak dilakukan sendiri oleh masyarakat atau perorangan, tetapi disisi lain mendapat dukungan dari pemerintah. Karena pemerintah juga mempunyai kewajiban untuk mengembangkan minat dan budaya baca masyarakat. Karena pada hakikatnya pendirian TBM sama dengan pendirian perpustakaan pada umumnya, yaitu diselenggarakan berdasarkan asas pembelajaran sepanjang hayat, demokrasi, keadilan, keprofesionalan, keterbukaan, keterukuran, dan kemitraan. Berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi, untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa. Bertujuan memberikan layanan kepada pemustaka, meningkatkan kegemaran membaca, serta memperluas  wawasan dan pengetahuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Tujuan pendirian TBM adalah untuk membangkitkan dan meningkatkan minat dan budaya baca masyarakat dan belajar sepanjang hayat sehingga tercipta masyarakat yang cerdas. Kemudian memelihara dan meningkatkan kemampuan membaca dan mengembangkan kegiatan belajar masyarakat. Adapun fungsi TBM adalah sebagai sumber belajar bagi masyarakat melalui bahan bacaan, untuk mem­per­­luas wawasan,  memperkaya pengalaman belajar, menumbuhkan kegiatan belajar masya­­rakat, latihan tanggung jawab melalui ketaatan terhadap aturan-aturan yang ditetapkan dengan berbagai kegiatannya seperti menyediakan ruang untuk membaca, diskusi, bedah buku, menulis, dan kegiatan lainnya yang dilengkapi dengan bahan bacaan berupa buku, majalah, tabloid, koran, komik, dan bahan bacaan lainnya.

Tujuan lainnya adalah mengimplementasikan program pemerintah dalam meningkatkan sumber daya manusia dalam wujud kegiatan TBM, mewujudkan masyarakat yang gemar belajar (learning society), mewujudkan masyarakat yang gemar membaca (reading society), dan menjadikan TBM sebagai wadah belajar sepanjang hayat (long life education).

Didirikannya TBM sebagai salah satu sumber belajar dan pengetahuan masyarakat memiliki manfaat diantaranya dapat menumbuhkan minat, kecintaan, dan kegemaran membaca, memperkaya pengalaman belajar dan pengetahuan bagi masyarakat, menumbuhkan kegiatan belajar mandiri, membantu pengembangan kecakapan membaca, menambah wawasan tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), dan meningkatkan pemberdayaan masyarakat.

Manajemen TBM

Agar TBM memiliki peran yang lebih optimal tentu harus dilakukan pembenahan dari dalam, terutama dalam manajemennya. Manajemen TBM adalah pengendalian dan pemanfaatan semua faktor dan sumber daya yang ada di TBM untuk mencapai tujuan penyelenggaraan kegiatan TBM secara keseluruhan. Adapun unsur-unsur manajemen yang perlu dibenahi antara lain :

Kelembagaan. Bahwa lembaga TBM harus jelas secara kelembagaan, legalitas kelembagaan, struktur organisasi pengelola,  visi dan misi, dan program kerja. Dari sisi administrasi harus rapi, baik dalam sisi persuratan maupun pengadministrasian koleksi perpustakaan. Kemudian tersedia sarana prasarana yang memadai, dan memiliki program sinergitas dengan lembaga lainnya.

1. SDM. lembaga TBM harus memiliki pengelola yang berdedikasi dan berjiwa volunter, memiliki pengetahuan tentang pengelolaan TBM secara profesional. TBM juga memiliki struktur organisasi yang jelas dengan pembagian atau uraian tugas masing-masing personil yang terlibat pada pengembangan TBM.

2. Koleksi. Koleksi merupakan unsur utama dalam penyelenggaraan kegiatan layanan di TBM. Keberadaan koleksi di layanan harus dibina, dirawat, diatur secara tepat sehingga memudahkan pemustaka dalam mencari koleksinya. Koleksi / Bahan Pustaka adalah semua informasi dalam bentuk karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam dalam berbagai media yang mempunyai nilai pendidikan, yang dihimpun, diolah, dan dilayankan

3. Layanan Informasi. layanan informasi di TBM meliputi pemberian informasi kepada Masyarakat tentang segala bentuk informasi yang dibutuhkan baik untuk dimanfaatkan di tempat atau pun untuk dibawa pulang untuk digunakan di luar TBM; Manfaat berbagai sarana penelusuran informasi yang tersedia di TBM yang merujuk pada keberadaan sebuah informasi; Administrasi Layanan (Keanggotaan, sangsi dll.); Jam Buka Layanan; Tata tertib layanan. Adapun tujuan dan fungsi layanan ini adalah untuk menyajikan informasi guna kepentingan informasi pemustaka, rekreasi bagi pengguna dengan menggunakan koleksi yang ada di TBM, dan peningkatan minat baca.

4. Dana. Kelangsungan TBM tentu memerlukan dana untuk operasionalnya. Dana ini bisa berasla dari Pemerintah, Lembaga lain atau pihak-pihak tertentu yang peduli terhadap pengembangan TBM yang sifatnya tidak mengikat.

5. Pelaporan. Pelaporan ini  dibuat sebagai alat pelaksanaan kegiatan untuk mengetahui kinerjanya, alat evaluasi kegiatan, dan sebagai alat pengembangan kegiatan.

Penutup

Tanggung jawab sosial TBM akan terlihat jelas apabila indikator keberhasilan penyelenggaraan TBM bisa terwujud. Beberapa indikator tersebut dapat  diperlihatkan dengan semakin banyak masyarakat datang ke TBM untuk membaca, meminjam bahan bacaan, mencari informasi, atau mengikuti kegiatan lainnya. Semakin banyak masyarakat memanfaatkan TBM untuk kehidupannya, akan berimbas pada derasnya animo masyarakat membaca dan membeli bahan bacaan, sehingga berbanding lurus denan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan serta produktifitas masyarakat, dan  berkembangnya industri  perbukuan.

*Pustakawan  pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten


Twitter


perpusda_banten

Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan