• Monday, 21 October 2019
  • MENGENALKAN KASIH SAYANG ORANG TUA MELALUI DONGENG


    MENGENALKAN KASIH SAYANG ORANG TUA MELALUI DONGENG

     

    Oleh :SitiMulyaniAwalia*

     

     

    Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu),

    dan di sisi Allah pahala yang besar.” (QS. Ath-Taghabun: 15).

     

    Salah satu hal yang sangat penting bagi orang tua adalah mencurahkan kasih sayang penuh bagi anak. Bukan hanya mencukupi kebutuhan materi dan fisik saja, tapi juga perlu memerhatikan kebutuhan emosional anak. Kasih saying erat kaitannya dengan hubungan positif dalam keluarga dan memiliki pengaruh besar bagi anak. Namun yang pasti, kasih sayang yang cukup bisa menjadikan anak memiliki tumbuh kembang baik kini dan nanti.

    Rachel Andrew, seorang psikolog klinis dan penulis buku“The Super mum Myth” dilansir Their World dalam How Loving Family Can Give Young Children Tools for Adult Life mengatakan, jika hubungan keluarga sangat penting bagi perkembangan kognitif, bahasa, emosi, dan sosial anak. Di samping itu, kasih sayang dalam keluarga juga bisa membantu mengatasi stres pada anak. Hal itusesuai dengan hasil penelitian The Suomen Akatemia (Academy of Finland) yang mengatakan jika anak yang mendapat kasih sayang cukup cenderung lebih bisa mengelola emosi dengan stabil. Salah satu media untuk mendekatkan komunikasi antara orang tua dan anak adalah dengan mendongeng.

    Dongengsejakdulusudah digunakan orang tua sebagai salah satu media komunikasi dengan anak-anak. Terutama, untuk mengajarkan moral dengan cara yang menyenangkan. Berbagai pesan moral yang disampaikan kepada anak melalui dongeng akan lebih mudah diterima. Bahkan dongeng yang dilakukan orang tuanya sendiri mampu membuat hubungan orang tua dan anak semakin kuat. Tidak heran, saat ini budaya mendongeng yang mulai tenggelam dibangkitkan lagi. Menurut psikolog Bibiana Dyah Sucahyani, mendongeng merupakan pola pendidikan yang paling ampuh dan efektif. Anak menjadi lebih mengerti apa yang boleh dilakukan dan yang tidak, apa yang baik dan tidak baik, tanpa harus dengan cara memarahi, karena nilai kemanusiaan yang ada didalam dongeng tersebut lebih mudah dipahami anak dari pada dengan cara mendikte anak, seperti melarang sesuatu tanpa memberikan alasan yang jelas.

    Tujuan mendongeng adalah membentuk nilai-nilai moralitas dan spritual serta mempunyai makna edukatif pada anak-anak. Oleh karenanya, dongeng harus memberikan pengaruh baik dan positif, yaitu menanamkan mentalitas yang kuat tentang kemauan untuk berprestasi, kemauan untuk bertahan hidup,dan kemauan untuk berkreasi. Selainitu, dongeng dapat memperluas wawasan dan merangsang berbagai aspek perkembangan pada anak, mengaktifkan pusat emosi di otak dan melatih fokus perhatian anak, mengajarkan etika, hingga estetika melalui keindahan cerita dan nyanyi. Bahkan juga melatih kinestetik anak dengan mengajaknya melakukan berbagai gerakan. Mendongeng juga melatih anak berpikir secara terstruktur, menstimulasi kreativitas, memperkenalkan berbagai nuansa emosi, dan proses identifikasi yang erat kaitannya dengan pembentukan kepribadian positif anak di saat dewasa kelak. Apalagi pada saat mendongeng ada cintakasih sayang dan sentuhan yang diberikan orang tua kepada anak. Agar menarik perhatian anak, orang tua harus kreatif dalam pengemasannya. Mulaidari nada dan intonasi yang indah, hingga menyiapkan berbagai alat peraga yang menarik bagi anak. Berikan cinta, kasih sayang, dan sentuhan saat mendongeng sehingga anak merasa senang da nantusias.

    Dongeng juga dapat mengembangkan khazanah bahasa pada anak, sehingga kosa kata yang diterimanya semakin kaya. Mendongeng yang sekilas merupakan kegiatan bersantai bersama anak-anak,  di sisi lain memiliki pesan-pesan yang tersirat maupun tersurat. Dengan mendengarkan dongeng anak bisa mencerna lebih gampang keadaan yang terjadi disekitarnya dan bagaimana cara menyikapinya. Kebiasaan mendongeng ini harus ditanamkan dan dikembangkan sebagai media pembelajarandi rumahDengan memasukkan kegiatan mendongeng, anak-anak dilatih memiliki daya tangkap yang baik dengan guru maupun orang tua.

    Dalam menyajikan dongeng kepada anak, setiap orang tua harus mengetahui teknik-teknik dalam mendongeng, Jasmin Hana menyatakan bahwa ada berbagai teknik dalam mendongeng, antara lain: :

    1. Membaca dari buku cerita. Ini adalah teknik membac akan dongeng secara langsung dari buku cerita. Teknik ini dilakukan dengan menggunakan buku cerita yang saratpesan-pesan baik di dalamnya.
    2. Mendongeng dengan ilustrasi dari buku. Teknik ini menggunakan ilustrasi dari buku yang anda pilih. Ilustrasi itu harus menarik dan lucu sehingga anak bisa men dengarkan dari memusatkan perhatian lebih besar dari pada buku cerita. Ilustrasi gambar yang digunakan sebaiknya cukup besar terlihat dan berwarna serta urut dalam menggambarkan jalancerita yang disampaikan.
    3. Menceritakan dongeng. Mendongeng merupakan suatu cara untuk meneruskan warisan budaya yang bernilai luhur dari satu generasi kegenerasi selanjutnya. Menceritakan dongeng pada anak akan membantunya mengenal budaya leluhur da nmenyerap pesan- pesan yang terkandung didalamnya.
    4. Mendongeng dengan menggunakan boneka.Pemilihan cerita dan boneka tergantung pada usia dan pengalaman anak. Boneka yang digunakan mewakili tokoh cerita yang akan disampaikan.
    5. Dramatisasi dongeng. Teknik ini digunakan untuk memainkan perwatakan tokoh dalam suatu dongeng yang disukai anak. Biarkanlah anak berimajinasi. Jika iaingin dongengnya berkembang berdasarkan yang ia inginkan, ikuti saja khayalan akan dongengnya. Hasilnya, ia akan merasa dilibatkan dan bisa mengespresikan dirinya. Orang tua juga jangan takut kelihatan seperti anak kecil. Tidak masalah kita menggunakan aneka macam suara aneh ataugerakan-gerakan yang ekspresif untuk menggambarkan tokoh-tokoh di dalam dongeng. Jika anak suka dengan kisah superhero yang bisa terbang, kita jangan segan menggendongnya lalu “menerbangkannya”.
    6. Mendongeng sambil memainkan jari-jari tangan. Teknik ini memungkinkan Anda berkreasi dengan menggunakan jari- jari tangan, tergantung kreativitas Anda sesuai dengan perwatakan tokoh yang ada di dalam dongeng.

    Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa manusia dilahirkan dengan dibekali identitas unggulan, seperti logika, emosi dan spirit.Maka, sejak dini memori manusia harus diasah denganbaik agar tertanam nilai kemanusiaan. Dengan mendengarkan dongeng, kemampuan anak-anak yang terdiri dari emosi, logika dan spirit berjalan seimbang. Spiritual merupakan kesadaran tertinggi, namun untuk mencapainya memerlukan tahapan, antara lain bagaimana menjaga harmonisasi. Dengan melakukan dongeng,akan terjadi harmonisasi di masa anak-anak serta mengenalkan kasih sayang orang tua kepada anaknya.

     

    *Penulis adalah pemustaka dan pemerhati perkembangan anak.

     

    Daftar Pustaka :

    Jasmin  Hana. 2011. Terapi   Kecerdasan   Anak   dengan   Dongeng. Yogyakarta:

    Berlian Media

    Ratnawati, Eka. 2010.  Peningkatan  Kemampuan   Berbicara   Melalui   Dongeng

    Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas I Sekolah Dasar Negeri 2 Bendosari Kecamatan Sawit Kabupaten Boyolali. Surakarta: UNS.

     

     

     



     

     

    Sumber foto : https://www.ceritaanak.org/index.php/kumpulan-cerita-dongeng-anak


    Twitter


    perpusda_banten

    Facebook


    Tentang Kami


    Statistik Kunjungan