• Monday, 21 October 2019
  • BERCERITA SEBAGAI SALAH SATU MEDIA PENDIDIKAN


    Bercerita Sebagai Salah Satu Media Pendidikan

    Oleh Ai Bida Adidah

    Pendidikan merupakan upaya mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan karakter anak didik atau generasi muda. Pendidikan merupakan usaha sadar dan sistematis yang bertujuan untuk memanusiakan manusia dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan dengan tujuan mengarahkan manusia seutuhnya. Pendidikan pada dasarnya berkenaan dengan segala kegiatan yang berguna untuk menambah pengetahuan orang-orang yang menginginkan pengetahuan itu sendiri. Dan pengetahuan itu membutuhkan media sebagai perantara untuk menyampaikannya.

    Media adalah alat, cara, perantara atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan informasi, sedangkan pendidikan dapat diartikan sebagai suatu proses pembelajaran dan pemberian pengetahuan, keterampilan, dan karakter melalui guru kepada murid dengan menggunakan alat agar tujuan yang ingin dicapai dapat terpenuhi. Media atau alat yang digunakan sebagai sarana pembelajaran sangat beraneka ragam tergantung dengan apa yang diajarkannya. Media pembelajaran ini berfungsi sebagai alat untuk mempermudah, mengefektifkan bahkan mengefisienkan penyampaian informasi dalam proses pembelajaran.

    Bercerita atau dongeng dapat digunakan sebagai salah satu media pendidikan untuk menyampaikan informasi pengetahuan kepada murid guna mempermudah proses belajar mengajar. Penggunaaan cerita atau dongeng sebagai media pendidikan bisa dimanfaatkan dalam berbagai disiplin ilmu, yyang tentu saja pemilihan cerita yang digunakan harus tepat dengan materi pelajaran.

    Jika kita perhatikan, saat ini sudah banyak buku-buku yang diterbitkan tentang suatu pengetahuan atau keterampilan tertentu, yang penyajiannya dengan cerita. Hal ini bertujuan agar pengetahuan tersebut dapat dipahami secara santai dan tidak memerlukan pemikiran yang mendalam. Biasanya buku-buku yang diterbitkan seperti ini disesuaikan dengan tingkat umur anak itu sendiri.

    Selain berguna sebagai alat atau cara penyampaian informasi secara lebih mudah untuk dimengerti murid, penggunaan cerita atau dongeng sebagai media pendidikan juga berperan sebagai salah satu langkah dalam melestarikan budaya lokal yang ada. Apalagi saat sekarang ini, banyak generasi muda yang mulai melupakan budayanya sendiri yang merupakan warisan luhur nenek moyang dan merupakan kebanggaan identitasnya.

    Muhammad Abdul Latif (2014) dalam buku “Mendongeng mudah & menyenangkan” mengatakan bahwa mendongeng berbeda dengan bercerita yang memiliki pengertian yaitu seni dalam menyampaikan ilmu, pesan, nasihat kepada orag lain baik anak-anak, remaja, dewasa maupun orang tua yang sebagian besar bahannya berdasrkan fakta dengan bahasa yang datar dan baku, sedangkan mendongeng lebih banyak disisipi khayalan yang dikembangkan dengan menarik. Cerita dan dongeng memiliki tujuan yang sama yaitu menyampaikan pesan-pesan moral tanpa berkesan menggurui atau memaksakan pendapat.

    Lebih jauh dikatakan dalam buku tersebut bahwa ada beberapa manfaat bercerita atau dongeng bagi anak, antara lain pertama, merangsang kekuatan berfikir. Artinya cerita memiliki alur yang baik, yang membawa pesan moral berisi tentang harapan, cinta dan cita-cita, sehingga anak dapat mengasah daya pikir dan imajinasinya.

    Kedua, sebagai media yang efektif. Artinya cerita atau dongeng merupakan media yang efektif untuk menanamkan berbagai nilai dan etika kepada anak, bahkan untuk menumbuhkan rasa empati.

    Ketiga, mengasah kepekaan anak terhadap bunyi-bunyian. Saat mendongeng, bakat akrobatik suara sangat berguna. Bagaimana menirukan suara orang tua yang lemah dan gemetar, suara tokoh yang disegani, suara hewan dan lainnya. Kata-kata bisa jadi sangat mengagumkan jika diucapkan dengan intonasi dan ekspresi yang berbeda, hal ini akan mengasah pendengaran anak terhadap nuansa bunyi-bunyian.

    Keempat, menumbuhkan minat baca. Cerita atau dongeng dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan minat baca anak. Setelah tertarik pada berbagai cerita atau dongeng yang dibawakan, anak diharapkan mulai menumbuhkan ketertarikan pada buku. Yang diawali dengan membaca buku yang diceritakan, kemudian meluas ke buku-buku lain yang menjadi minat untuk dibacanya.

    Kelima, menumbuhkan rasa empati. Orang tua tentunya menginginkan anaknya memiliki banyak pengetahuan yang berguna agar bisa memahami dan mempunyai rasa empati terhadap orang lain. Dengan memahami isi cerita, anak akan memahami dirinya. Dia akan mulai berfikir dan akan mampu membedakan antara orang baik dan orang jahat, orang tua dengan anak-anak, dan dia akan belajar menghormati perbedaan.

    Sementara manfaat cerita dtau dongeng bagi pencerita, terutama bagi orang tua adalah akan memperkaya pengetahuan tentang berbagai hal yang diceritakan. Karena tentu saja ketika ia akan membawakan cerita itu, pasti akan membaca dan mencari sumber rujukan atau sumber informasi mengenai apa yang akan diceritakan. Selain itu, orang tua akan terasa dekat dengan anak, dan anak akan merasa diperhatikan. Dengan demikian akan terjalin hubungan antara anak dan orang tua yang semakin akrab. Orang tua yang membiasakan diri memberikan cerita atau dongeng kepada anaknya akan merasa mudah dalam memberikan pelajaran. Pada kesempatan tersebut orang tua akan dengan mudah menyisipkan pesan moral atau pendidikan yang baik terhadak anaknya.

    Apa yang dilakukan oleh orang tua di rumah atau guru disekolah dalam rangka mendidik dan menumbuhkan kesadaran keilmuan terhadap anak merupakan upaya yang harus dilakukan secara berkesinambungan. Metode atau cara yang dilakukan harus disesuaikan dengan tingkatan umur anak. Hal ini juga harus disikapi dengan perkembangan teknologi informasi yang berkembang pada saat ini.

    *Peminat masalah sosial


    Twitter


    perpusda_banten

    Facebook


    Tentang Kami


    Statistik Kunjungan