“Mempopulerkan” Hari Buku Nasional


“Mempopulerkan” Hari Buku Nasional

Oleh : Ashabul Kahfi

(Pustakawan BPAD Provinsi Banten)

“Buku adalah jendela dunia, memperkaya pengetahuan dapat mengantarkan kita pada kesuksesan” – Novilim. Namun pada kenyataannya kata – kata tersebut hanya menjadi jargon semata, buku masih belum menjadi primadona kebutuhan masyarakat di Indonesia. Faktanya minat dan budaya membaca masyarakat semakin rendah. Data yang diperoleh dari UNESCO, hanya 1 dari 1000 orang di Indonesia yang memiliki minat baca tinggi. Untuk melihat minat baca masyarakat kita juga bisa melihat seberapa banyak buku yang dicetak setiap tahunnya. Tak mungkin penerbit terus menerus menerbitkan buku, sementara bukunya tak pernah diminati oleh pembaca.  Di Indonesia, ternyata rata – rata hanya 18.000 judul buku yang dicetak setiap tahunnya. Bandingkan dengan Jepang yang lebih dari dua kali lipat 40.000  judul buku yang dicetak setiap tahunnya.  Juga  dengan India dan Cina yang mampu mencetak 60.000 dan 140.000 judul buku pertahun

Peringatan Hari Buku Nasional yang jatuh pada tanggal 17 Mei masih belum populer di kalangan masyarakat Indonesia karena perhatian masyarakat terhadap buku sangat minim, buku masih dianggap sesuatu yang “mahal” dan kurang menarik dibanding kebutuhan lainnya, misalnya sebungkus rokok dengan harga Rp. 10.000 – Rp. 20.000,- dibanding buku murah dengan harga yang sama, manakah yang lebih diminati? Dan manakah yang lebih bermanfaaat? Padahal dari segi manfaaat, kita semua mengerti nilai manfaat dari kebutuhan tersebut.

Manfaat membaca sangat banyak sekali dari segi pengembangan diri sampai kesehatan. Seperti yang yang di kutip dari beberapa para ahli, menurut Gray & Rogers manfaat membaca yaitu : Pertama, Meningkatkan Pengembangan Diri, dengan membaca seseorang dapat meningkatkan ilmu pengetahuan. Sehingga daya nalarnya berkembang dan berpandangan luas. Kedua, Memenuhi Tuntutan Intelektual, dengan membaca buku pengetahuan bertambah dan perbendaharaan kata-kata meningkat, melatih imajinasi dan daya pikir sehingga terpenuhi kepuasan intelektual. Ketiga, Memenuhi Kepentingan Hidup, dengan membaca akan memperoleh pengetahuan praktis yang berguna dalam kehidupan sehari-nari. Misalnya dengan membaca cara perawatan buku, maka akan diperoleh pengetahuan perawatan buku. Keempat, Meningkatkan Minat Terhadap Suatu Bidang, Seseorang yang senang buku internet misalnya dengan makin membaca buku-buku tentang internet, minatnya akan meningkatkan untuk mempelajarinya lebih mendalam. Dan Kelima, Mengetahui Hal – hal yang aktual, Dengan membaca seseorang dapat mengetahui peristiwa-peristiwa yang terjadi di lingkungan tanpa harus pergi ke lokasi.  Misalnya adanya gempa bumi, banjir, kebakaran dan peristiwa yang lain.

Kalaupun buku itu dianggap sesuatu yang “mahal”, tidak sedikit buku – buku yang diberikan secara cuma – cuma, didapatkan secara gratis. Kita dapat mengakses buku – buku tersebut dengan berkunjung ke perpustakaan untuk dapat membaca maupun meminjamnya, dari programnya mungkin kita dapat memperoleh buku – buku gratis. Namun hal itu belum cukup menarik minat baca  maupun perhatian masyarakat terhadap buku. Terlebih dengan kemajuan teknologi saat ini, perhatian masyarakat terhadap buku semakin berkurang. Mereka dapat mengakses bacaan yang mereka inginkan cukup melalui smartphone atau gadget yang mereka miliki.

Hari Buku Nasional memang tidak sepopuler dengan peringatan - peringatan lainnya  yang juga diperingati secara nasional misalnya  hari Kartini, hari Ibu, hari , hari Anak Nasional dan lain - lainya. Padahal pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional sudah menetapkan ini lebih dari 10 tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2002, saat itu Malik Fajar yang menjabat sebagai Menterinya.

Tanggal 17 Mei sendiri dipilih sebagai hari Buku Nasional, karena tanggal ini juga sangat bersejarah yang berkaitan dengan buku juga. Yaitu hari di mana Perpustakaan Nasional Republik Indonesia didirikan, tepatnya tanggal 17 Mei 1980.

Di Hari Buku Nasional ini, Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Banten ingin “mempopulerkan” peringatan tersebut dan membangkitkan kembali kecintaan masyarakat terhadap buku serta minat ke perpustakaaan. Untuk kali pertamanya Perpustakaan Daerah Provinsi Banten menyelenggarakan kegiatan Hari Buku Nasional tingkat Provinsi Banten dengan diikuti beberapa program menarik yang dapat mendatangkan masyarakat ke perpustakaan, diantaranya ada Bursa Buku Murah, Bedah Buku Wawasan Ke-Bantenan, Pemutaran Film “Ki Wasyid”, Lomba Mewarnai tingkat TK/PAUD dan SD, serta Lomba Fashion Show. Walaupun Peringatan Hari Buku Nasional ini diselenggarakan perdana, namun acara ini dapat dikatakan meriah dan sukses karena antusias masyarakat yang sangat (positif) apresiatif dengan acara ini. Harapan masyarakat agar perpustakaan dapat menyelenggarakan secara rutin kegiatan – kegiatan yang dapat menarik minat kunjung masyarakat ke perpustakaan serta meningkatkan kecintaannya terhadap buku.

Semoga dengan Peringatan Hari Buku Nasional ini dapat membangkitkan semangat masyarakat untuk lebih mencintai dan menghargai ilmu pengetahuan melalui buku. Mari membaca dan mari tingkatkan budaya membaca “Selamat Hari Buku Nasional”!!!


Tentang Kami


Statistik Kunjungan