PERPUSTAKAAN KELILING : mendekatkan informasi kepada masyarakat


PERPUSTAKAAN KELILING : mendekatkan informasi kepada masyarakat

Oleh M. Kamaludin, SIP.*

Misi perpustakaan umum adalah menyediakan bahan informasi  perpustakaan dan akses informasi bagi semua lapisan masyarakat tanpa membedakan strata sosial untuk kepentingan pendidikan, kebudayaan, ilmu pengetahuan, literasi informasi dan rekreasi. Secara kelembagaan fungsional, dua tugas pokok layanan perpustakaan umum yaitu yang bersifat kelembagaan (keorganisasian), koordinasi kepada perpustakaan-perpustakaan jenis lain yang berada di lingkup daerah pelayanannya dan layanan langsung berhungan dengan pemustaka Perpustakaan sebagai lembaga pengelola informasi, tentu harus memahami kebutuhan-kebutuhan pemustakanya. Karena pemustaka adalah sasaran utama penyelenggaraan perpustakaan. Oleh karena itu tingkat kunjungan mereka ke perpustakaan merupakan salah satu kunci keberhaslan perpustakaan. Untuk menjadikan masyarakat sebagai “pasar” layanan, tentu harus ada upaya-upaya yang dilakukan perpustakaan. Dan upaya ini merupakan tugas dan  tangggung jawab lembaga perpustakaan itu sendiri secara keseluruhan. Tugas tersebut tidaklah mudah, sebab masyarakat akan percaya terhadap lembaga perpustakaan apabila tahu arti dan manfaatnya, ada sesuatu yang manarik dan penting di perpustakaan, merasa senang dengan perpustakaan, dan pelayanan yang sangat memuaskan.

Agar masyarakat merasakan pentingnya sebuah perpustakaan, tentu upaya-upaya yang harus terus dilakukan adalah melakukan pemasyarakatan, publikasi, promosi, pendekatan dan melayani keinginan dan kebutuhan pemustaka. Jika hal tersebut telah dilakukan dengan baik dan masyarakat memperoleh nilai tambah atas keberadaan perpustakaan, maka pada saat itu pengunjung dan pemakai perpustakaan merupakan salah satu potensi dan kekuatan yang perlu terus dibina.

Konsep layanan di perpustakaan umum khususnya yang menyangkut layanan informasi, harus mampu mengondisikan, memelihara dan mnegembangkan persepsi masyarakat ke arah dinamika kehidupan yang berwawasan lebih luas tentang pentingnya sumber informasi sebagai salah satu kebutuhan dasar dalam kehidupan mereka sehari-hari. Karena itu menanamkan, memelihara, dan meningkatkan apresiasi masyarakat yang positif dan fungsional terhadap perpustakaan umum harus dijadikan titik tolak utama bagi kiprah pelayanan lainnya dalam gerak dinamika penyelenggaraan perpustakaan. Selain itu, perpustakaan tentu harus mengerti segmen pemustaka yang dilayani. Sehingga bahan informasi yang disediakan tentu harus sesuai dengan masyarakat yang dilayaninya. Di perpustakaan umum misalnya, tentu penyediaan bahan informasi harus beragan dan ditentukan pula dengan menganalisa strata dan tingkat pendidikan yang ada di masyarakat. Ketika sebuah perpustakaan didirikan, maka salah satu unsur utama yang harus dianalisa antara lain adalah situasi, kondisi, strata sosial, tingkat pendidikan masyarakat yang akan dilayani. Selanjutnya penyediaan bahan informasi tentu berdasarkan analisa tersebut.

Pemerataan Informasi

Layanan informasi merupakan tujuan utama dari penyelenggaraan dan pelayanan perpustakaan umum. Dan yang dilayani adalah masyarakat di wilayahnya. Misal Perpustakaan Provinsi, yang dilayani adalah masyarakat yang ada di wilayah Provinsi, begitu juga dengan Kabupaten/Kota dan seterusnya ke bawah. Namun karena masing-masing unsur itu memiliki keterbatasan, baik perpustakaan maupun masyarakat yang ada di wilayah itu, misalnya tidak semua masyarakat diwilayah itu bisa datang ke perpustakaan karena jarak yang jauh dan berbagai kendala lainnya, maka upaya yang dilakukan perpustakaan adalah dengan melakukan pemerataan informasi di wilayahnya, yaitu dengan menyelenggarakan perpustakaan keliling.  Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan pasal 8 yang berbunyi : “Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota berkewajiban: a. menjamin penyelenggaraan dan pengembangan perpustakaan di daerah; b. menjamin ketersediaan layanan perpustakaan secara merata di wilayah masing-masing; c. menjamin kelangsungan penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar masyarakat; d. menggalakkan promosi gemar membaca dengan memanfaatkan perpustakaan; e. memfasilitasi penyelenggaraan perpustakaan di daerah; dan f. menyelenggarakan dan mengembangkan perpustakaan umum daerah berdasar kekhasan daerah sebagai pusat penelitian dan rujukan tentang kekayaan budaya daerah di wilayahnya.

Dengan membaca peraturan tersebut, bahwa semua lapisan masyarakat memiliki jaminan untuk memperoleh informasi, sekalipun di daerah terpencil. Sebagai pemenuhan kewajiban tersebut, maka perpustakaan provinsi atau perpustakaan kabupaten/kota menyelenggarakan perpustakaan keliling sebagai wujud mendekatkan informasi kepada maasyarakat. Perpustakaan Keliling disediakan untuk memberikan layanan ekstensi, yaitu masyarakat yang lokasinya jauh dari perpustakaan. Perpustakaan keliling memberikan layanan bergerak mendatangi penggunanya di beberapa tempat pemukiman penduduk, dan tempat terkonsentrasinya jumlah penduduk seperti sekolah, kantor kelurahan, dan tempat strategis lainnya. Perpustakaan keliling biasanya menggunakan kendaraan yang dirancang khusus untuk keperluan perpustakaan, untuk daerah kepulauan atau aliran sungai biasanya disebut perpustakaan terapung. Sarana perpustakaan terapung menggunakan perahu atau kapal kecil, yang dirancang khusus untuk perpustakaan.

Adapun tujuan Perpustakaan Keliling  antara lain, pertama, memeratakan layanan informasi dan bacaan kepada masyarakat sampai daerah terpencil dan belum/tidak mungkin didirikan perpustakaan menetap. Kedua, membantu perpustakaan umum dalam mengembangkan pendidikan informal kepada masyarakat. Ketiga, memperkenalkan buku-buku dan bahan pustaka lainnya kepada masyarakat. Keempat, memperkenalkan jasa perpustakaan kepada masyarakat, sehingga tumbuh budaya untuk memanfaatkan jasa perpustakaan kepada masyarakat. Keenam, meningkatkan minat baca dengan mengembangkan cinta buku pada masyarakat. Ketujuh, mengadakan kerjasama dengan lembaga masyarakat sosial, pendidikan dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kemampuan intelektual dan kultural masyarakat.

Sementara fungsi Perpustakaan Keliling mencakup melayani masyarakat yang belum terjangkau oleh layanan perpustakaan menetap, karena di lokasi tersebut belum terdapat gedung perpustakaan; Melayani masyarakaat yang oleh situasi dan kondisi tertentu tidak dapat datang atau tercapai perpustakaan menetap, misalnya kerena sedang di rawat dirumah sakit, menjalani hukuman di lembaga permasyarakataan, berada di panti asuhan atau rumah jompo dan lain sebagainya; Mempromosikan layanan perpustakaan umum kepada masyarakaat yang belum pernah mangenal perpustakaan; Memberikan layanan yang bersifat sementara sampai di tempat tersebut didirikan gedung perpustakaan umum menetap Sebagai sarana untuk membantu menemukan lokasi yang tepat untuk membangun perpustakaan menetap, atau perpustakaan umum yang akan direncanakan untuk dibangun; Menggantikan fungsi perpustakaan menetap apabila situasi tertentu memungkinkan didirikan perpustakaan menetap di tempat tersebut; Melakukan tugas-tugas kepustakawan, seperti : mandata/ membuat lokasi secara berkala, satu sampai dua bulan sekali, agar pengunjung tidak bosan dan membuat laporan kegiatan bulanan, triwulan dan tahunan.

Keberhasilan perpustakaan keliling ini sangat ditentukan oleh layanan yang diberikan kepada masyarakat. Layanan perpustakaan ini tidak terlepas dari suatu proses aktivitas yang mencakup perencanaan, implementasi, monitoring dan evaluasi. Artinya keberhasilan program itu merupakan hasil dari proses yang panjang melalui tahapan-tahapan, sehingga menghasilkan mutu layanan. Dimana mutu layanan adalah penilaian terhadap proses layanan dalam memenuhi tugasnya. Mutu layanan merupakan tahapan sejauhmana perbedaaan antara kenyataan dan harapan pemustaka atas layanan yang mereka terima.

Pada umumnya, pemustaka akan merasa puas jika kebutuhan informasinya terpenuhi. Layanan perpustakaan akan semakin bermutu jika tingkat keterpakaian koleksi dan kepuasan pemustaka semakin meningkat. Oleh karena itu agar mutu layanan perpustakaan meningkat, maka pengelola perpustakaan harus dapat merespon kebutuhan pemustaka.

Wilayah Provinsi Banten sangat luas, dan ini merupakan wilayah yang sangat potensial untuk layanan perpustakaan keliling.  Tentu ini merupakan “pekerjaan rumah” bagi Dinas atau Kantor Perpustakaan Provinsi dan Kabupaten/Kota. Agar seluruh lapisan masyarakat menikmati informasi yang ada di perpustakaan, perlu ada upaya serius dari semua lembaga perpustakaan, dengan melakukan koordinasi dan dan pembagian wilayah garapan pemerataan informasi, sehinngga informasi lebih dekat kepada masyarakat. Semua unsur masyarakat dilibatkan terutama pionir-pionir pengembang literasi masyarakat (TBM, Perpustakaan Masyarakat, Perpustakaan Desa/Kelurahan, dan sejenisnya) yang selalu bergerak di garis depan dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat.

Sumber :

  1. Hartono. Kompetensi Pustakawan Profesional menuju perpustakaan modern era informasi. Yogyakarta: Calpuis, 2016.
  2. E.Koswara (Editor). Dinamika Informasi dalam era digital. Bandung: Remaja Rosda karya, 1998.
  3. Perpustakaan Keliling ?? http://elibrary.nusamandiri.ac.id/berita-60-.html

*penulis adalah Pustakawan pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Serang


Twitter


perpusda_banten

Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan