MEMBACA DAN PEMBENTUKAN KARAKTER

MEMBACA DAN PEMBENTUKAN KARAKTER

MEMBACA DAN PEMBENTUKAN KARAKTER


Oleh Ai Bida Adidah*


Didalam amanat Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa negara bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas, dan untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas itu dibentuk dari kebiasaan masyarakat pembelajar. Sementara masyarakat pembelajar dapat terbentuk jika memiliki kemampuan dan keterampilan membaca yang besar.  Apabila membaca sudah merupakan kebiasaan dan membudaya dalam masyarakat, maka jelas buku tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari dan merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi.

Demikian pentingnya membaca buku sebagai sumber informasi dan sumber pengetahuan. Membaca buku bukan hanya merupakan proses memahami kode-kode dan simbol-simbol bahasa berupa lambang-lambang verbal. Membaca adalah suatu proses merekonstruksi makna sebuah teks, yaitu  suatu usaha untuk menelusuri makna yang ada dalam sebuah tulisan. Pada dasarnya keterampilan membaca diperoleh melalui latihan bukan pembawaan sejak seseorang dilahirkan. Dan pada saat sekarang ini, membaca buku merupakan keniscayaan bagi seseorang yang ingin maju dalam berbagai bidang. Semakin banyak buku yang dibaca, peluang untuk berubah dan berpikir lebih maju akan semakin besar.

Membaca sering terlihat sebagai kegiatan yang sangat sederhana. Tetapi sebenarnya membaca adalah kegaiatan yang rumit. Ketika membaca, kita bukan hanya semata-mata menyuarakan simbol-simbol dalam bentuk tulisan. Bisa saja kita menyuarakan itu dengan dengan atau tanpa memahami apa yang kita baca. Kegiatan menyuarakan simbol-simbol tertulis memang bisa kita sebut membaca. Sangat amat disayangkan, masih banyak kita temukan para pelajar yang kurang gemar membaca. Mengisi ruang dan waktu yang luang untuk membaca. Malah kebanyakan dari mereka lebih memilih untuk main game, pergi ke warnet, atau jalan-jalan bersama temannya keluar rumah. Namun masih ada dari sebagian mereka yang menanamkan sikap gemar membaca. Ada yang memiliki kegemaran membaca buku ilmiah, ada juga yang memiliki kegemaran membaca buku fiksi. Namun itu tidak menjadi persoalan, selagi mereka masih dapat memanfaatkan waktu luang dengan mengisi hal-hal yang bermanfaat, seperti membaca dan belajar.

Namun ada juga yang berpendapat bahwa, selama ini buku dikesankan sekedar pelengkap dalam dunia pendidikan, juga dalam kehidupan masyarakat. Buku belum merupakan sesuatu yang wajib atau menjadi syarat dalam pembelajaran mandiri atau dalam kehidupan masyarakat. Padahal buku memiliki peranan penting baik dalam proses pembelajaran maupun dalam pendalaman pemahaman akan konsep dan ilmu pengetahuan. Sebagai media dan sumber pembelajaran, buku mampu mentransformasikan pengetahuan dan nilai-nilai kehidupan yang berkaitan dengan kompetensi dan profesionalitas diri. Mencintai buku adalah mencintai kemajuan dan kemanusiaan.

Memang disadari bahwa buku seharusnya dijadikan sumber media, khususnya dalam proses pembelajaran. Buku harus menjadi pendamping kita baik di sekolah maupun di masyarakat. Bahkan dalam kehidupan sendiri sekalipun buku seharusnya mejadi teman dialog dalam rangka menemukan pengertian dan pemahaman suatu konsep atau fakta baru. Bukankah otak manusia selalu ingin tahu akan segala sesuatu. Melalui buku keingintahuan itu dapat terpenuhi.

Tujuan dan manfaat membaca dalam arti sebenarnya adalah pemahaman akan sesuatu bacaan yang diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, dan mempengaruhi karakter individu dalam kehidupannya. Dan dengan membaca, orang akan mempunyai pengetahuan baru dan ilmu baru dari hasil bacaannya tersebut. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa manfaat membaca sangatlah berpengaruh terhadapat karakter pribadi seseorang. Mengingat tuntutan umur dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ruang lingkupnya telah melebar maka diharuskannya membaca bagi semua individu.

Peran keluarga dalam mengarahkan dan membiasakan anggota keluarganya sangatlah dibutuhkan agar membentuk manusia yang berkarakter kuat dan berprestasi baik secara akademik dan non akademik. Manfaat membaca akan mengarah kepada pertumbuhan yang seimbang dari kepribadian total manusia melalui giat belajar membaca dan mengunjungi perpustakaan. Layanan perpustakaan yang tersedia untuk menghasilkan individu yang intelek, rasional diri dan berprestasi. Oleh karena itu, apa yang dia baca, akan merubah aspek hidupnya. Kaitannya antara orang tua pada pembentukan karakter anggota keluarganya yang berprestasi akan menumbuhkan karakter lebih dekan dengan akhlak, yaitu spontanitas dalam bersikap dan melakukan perbuatan dengan berpikir sebab dan akibatnya.

Untuk meningkatkan membaca, hendaklah orang tua juga mengajarkan kepada anak-anaknya untuk meningkatkan tradisi tulis menulis. Apa yang dia dapat dari membaca, mencoba untuk enuangkannya kembali dalam sebuah tulisan. Dengan demikian, membaca bukan hanya sekedar membaca kata-kata, tetapi bagaimana memahami apa yang kita baca dan mengingatnya kembali untuk dituangkan dalam sebuah narasi tulisan.

Komunikasi itu bisa dilakukan dengan berbagai cara, baik ucapan maupun tiulisan. Maka komunikasi tertulis pun menjadi cara terkini untuk menandai bahwa kita merupakan bagian dari moderenitas dan kemajuan. Kita bukan lagi milik masa lalu yang sengaja ditinggalkan dibelakang sejarah yang tak punya jawaban atas pertanyaan masa depan.

           Dengan demikian, apa buku itu? Buku adalah dunia yang penuh dengan ide dan gagasan. Kita mau menerima pendirian bahwa buku itu benda. Tetapi jangan salah, bahwa peradaban berkembang karena dunia gagasan dan dunia ide yang bergerak dan tak pernah berhenti bertanya tentang apa dan apalagi bisa membuat manusia bisa hidup enak, makmur dan sejahtera.

Untuk menuju dunia peradaban masa depan, peran orang tua di tumah sangat lah besar. Kebiasaan yang dibangun sejak dini untuk mendapatkan pengetahuan lewat tulisan atau buku, yang pada akhirnya membentu karakter yang kuat dari apa yang telah dibacanya lewat buku. Gagasan-gagasan baru akan muncul lewat tulisan dari hasil membaca banyak referensi sehingga memunculkan ide dan gagasan baru yang dikembangkan ditengah-tengah masyarakat.


*Peminat Masalah Sosial


Share :