Workshop Pengembangan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Dorong Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan Larangan, Kota Tangerang
Sumber Gambar :Kota Tangerang – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten menyelenggarakan Workshop Pengembangan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Kelurahan Larangan, Kota Tangerang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat transformasi perpustakaan sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat yang mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.
Workshop diikuti oleh masyarakat, pengelola perpustakaan, pegiat literasi, serta berbagai unsur masyarakat yang memiliki komitmen dalam mengembangkan budaya literasi dan pemberdayaan berbasis pengetahuan.
Hadir pada kegiatan tersebut Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten, Dr. Tunul Lasniatin, S.Pd., M.M., Anggota Komisi V DPRD Provinsi Banten, Dr. Yeremia Menrofa, S.T., M.M., M.B.A., serta Praktisi Ekonomi Kreatif, Frima Herawati, S.Pd., yang memberikan materi dan motivasi kepada para peserta.
Dalam sambutannya, Dr. Tunul Lasniatin menyampaikan bahwa konsep perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan transformasi layanan perpustakaan yang tidak hanya berorientasi pada penyediaan koleksi bacaan, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan literasi, pengembangan keterampilan, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia.
"Perpustakaan harus mampu hadir sebagai pusat belajar masyarakat yang terbuka, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Melalui pendekatan inklusi sosial, perpustakaan dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, hingga membuka peluang ekonomi yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan," ujarnya.
Sementara itu, Anggota Komisi V DPRD Provinsi Banten, Dr. Yeremia Menrofa, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan workshop tersebut. Menurutnya, penguatan budaya literasi merupakan investasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, perpustakaan, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga perpustakaan semakin berperan sebagai pusat informasi, edukasi, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Pada sesi materi, Praktisi Ekonomi Kreatif Frima Herawati memaparkan berbagai strategi pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Peserta diberikan wawasan mengenai pentingnya inovasi, kreativitas, pemanfaatan teknologi digital, serta kemampuan membangun nilai tambah dari potensi yang dimiliki untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan diskusi dan tanya jawab yang mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Berbagai gagasan dan pengalaman dibagikan sebagai inspirasi dalam mengembangkan perpustakaan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era digital.
Melalui workshop ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten berharap perpustakaan semakin bertransformasi menjadi pusat pembelajaran, ruang kolaborasi, dan wahana pemberdayaan masyarakat yang mendukung peningkatan literasi, pengembangan keterampilan, serta pertumbuhan ekonomi kreatif di Provinsi Banten.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten Mewujudkan Perpustakaan yang Inklusif, Inovatif, dan Berdampak bagi Kesejahteraan Masyarakat.