80 Santri Mathla’ul Huda Kunjungi Perpusda Banten, Kenali Layanan dan Fasilitas Literasi
Sumber Gambar :Serang - Melalui kegiatan outing class, para santri Pandeglang diperkenalkan dengan fasilitas perpustakaan dan sumber belajar untuk memperluas wawasan serta menumbuhkan minat baca. Sebanyak 80 peserta dari Pondok Pesantren Mathla’ul Huda, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, mengunjungi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Banten, Senin (19/10/26). Kunjungan dalam rangka kegiatan outing class tersebut menjadi bagian dari pembelajaran Bahasa Indonesia sekaligus upaya memperluas wawasan literasi dan meningkatkan minat baca santri.
Rombongan terdiri atas 70 santri dan 10 guru pendamping dari jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) hingga Madrasah Aliyah (MA), mulai kelas I MTs sampai kelas XII MA. Selama kunjungan, para peserta diperkenalkan dengan tata tertib, koleksi bacaan, serta beragam layanan perpustakaan yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan belajar.
Pustakawan DPK Provinsi Banten, Sigit, menyambut rombongan sekaligus memberikan penjelasan mengenai fasilitas yang tersedia. Fasilitas tersebut meliputi ruang baca, ruang internet, ruang sirkulasi, ruang teater, dan sejumlah sarana pendukung pembelajaran lainnya.
Dalam kesempatan itu, Sigit mendorong para santri agar memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar, termasuk apabila kelak melanjutkan pendidikan tinggi di Kota Serang. Pengenalan tersebut diharapkan dapat membuka wawasan peserta mengenai akses informasi dan fasilitas pendidikan yang tersedia di luar lingkungan pesantren.
Guru pembimbing Pondok Pesantren Mathla’ul Huda, Ahmad Agung, mengatakan kunjungan itu merupakan pengalaman pertama rombongan mendatangi Perpusda Banten. Menurut dia, kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung sekaligus memperkenalkan santri pada lingkungan dan sumber pengetahuan yang lebih beragam.
“Ini baru pertama kali kami berkunjung ke Perpusda Banten,” kata Agung.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut berkaitan dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia dan diarahkan untuk meningkatkan pemahaman santri mengenai pentingnya literasi.
“Kunjungan ini dalam rangka outing class yang berhubungan dengan pelajaran Bahasa Indonesia. Tujuannya menambah wawasan literasi anak-anak dan meningkatkan minat baca di kalangan santri,” ujarnya.
Agung berharap kunjungan edukatif itu dapat menjadi agenda tahunan Pondok Pesantren Mathla’ul Huda. Dengan demikian, para santri memiliki kesempatan untuk kembali mengakses berbagai sumber pengetahuan dan memanfaatkan perpustakaan sebagai sarana pendukung pembelajaran.
Antusiasme mengikuti kegiatan juga dirasakan Fahira, siswi kelas XI MA asal Jakarta yang telah lima tahun menimba ilmu di Pondok Pesantren Mathla’ul Huda. Sebagai pembaca novel, kunjungan itu menjadi kesempatan baginya untuk mengenal perpustakaan secara langsung sekaligus mendapatkan pengalaman belajar di luar lingkungan pesantren.
“Senang bisa belajar keluar dan tahu perpustakaan,” tuturnya.

Kunjungan tersebut memperlihatkan pentingnya pengenalan fasilitas literasi kepada pelajar sejak dini. Perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga dapat menjadi ruang pembelajaran untuk memperluas pengetahuan dan mengembangkan kebiasaan mencari informasi dari berbagai sumber.
Bagi lembaga pendidikan, kegiatan outing class ke perpustakaan dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran di luar kelas. Namun, upaya meningkatkan budaya baca memerlukan kesinambungan melalui pemanfaatan koleksi, pendampingan membaca, dan pembiasaan literasi dalam kegiatan belajar sehari-hari.
DPK Provinsi Banten menyediakan fasilitas dan layanan perpustakaan yang dapat dimanfaatkan oleh pelajar maupun masyarakat umum. Melalui kunjungan edukatif semacam ini, diharapkan semakin banyak lembaga pendidikan yang mengenalkan perpustakaan kepada peserta didik sebagai bagian dari upaya mendukung pembelajaran dan pengembangan budaya literasi.