Bunda Literasi Banten Buka OOTB 2026, Dorong Budaya Baca Masyarakat
Sumber Gambar :Serang - Bunda Literasi Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, resmi membuka kegiatan Out of The Boox (OOTB) 2026 di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Banten, Kota Serang, Rabu (3/6/26). Kegiatan hasil kolaborasi DPK Provinsi Banten dan Mizan Group tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan minat baca masyarakat sekaligus memperluas akses terhadap buku-buku berkualitas dengan harga terjangkau.
Kegiatan yang mengusung tema “Out of The Boox (OOTB) – Gudang Buku Keliling” kegiatan sudah dimulai sejak 29 Mei 2026 dan berakhir pada 17 Juni 2026 dan terbuka bagi masyarakat umum. Melalui program tersebut, penyelenggara berharap dapat mendekatkan buku kepada masyarakat, memperkuat budaya literasi, serta meningkatkan indeks literasi di Provinsi Banten.
Dalam sambutannya, Tinawati Andra Soni menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dilepaskan dari penguatan literasi sejak usia dini. Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam menanamkan kebiasaan membaca dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan.
“Literasi merupakan fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Pendidikan di lingkungan keluarga, kebiasaan bercerita, dan budaya membaca sejak dini menjadi modal utama dalam membentuk karakter dan wawasan anak,” ujar Tinawati.
Ia menilai berbagai program yang mendekatkan buku kepada masyarakat perlu terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak. Sebab, pengembangan budaya literasi tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan dunia pendidikan, komunitas, sektor swasta, hingga masyarakat luas.
“Banten memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Banyak cerita dan pengetahuan lokal yang perlu terus digali, didokumentasikan, dan diperkenalkan kepada masyarakat. Literasi menjadi salah satu sarana penting untuk mewujudkan hal tersebut,” katanya.
Saya berharap anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, gemar belajar, dan memiliki budaya membaca yang kuat. Sebab, buku adalah jendela dunia yang membuka berbagai pengetahuan, pengalaman, dan inspirasi. Mari kita mulai dari hal yang sederhana, yakni mengenalkan buku kepada anak-anak sejak usia dini. Melalui kegiatan Out of The Boox ini, kita berupaya menghadirkan buku lebih dekat kepada masyarakat agar minat baca terus tumbuh dan berkembang di Provinsi Banten."
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten, Usman Asshiddiq, mengatakan pembangunan literasi merupakan salah satu agenda strategis yang memerlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, pihaknya terus mendorong lahirnya berbagai program kolaboratif guna memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan.
“Kolaborasi dengan Mizan Group melalui kegiatan Out of The Boox 2026 merupakan salah satu bentuk nyata sinergi dalam memperkuat gerakan literasi di Banten. Kami berharap masyarakat semakin mudah mendapatkan buku-buku berkualitas dan budaya membaca dapat tumbuh lebih kuat,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Penerbit Mizan juga menyerahkan bantuan buku kepada Bunda Literasi Provinsi Banten, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten dan Bank Indonesia Perwakilan Banten sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan gerakan literasi di daerah.
Acara pembukaan berlangsung meriah dan ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bunda Literasi Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, sebagai simbol dimulainya kegiatan Out of The Boox (OOTB) 2026. Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur pemerintahan, pegiat literasi, komunitas, penerbit, media massa, serta masyarakat umum.

Turut hadir dalam acara tersebut Perwakilan Out of The Boox Andi Supriadi, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten Usman Asshiddiq, Ketua Dharma Wanita Persatuan DPK Provinsi Banten Hj. Faiqoh Usman, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Banten Devyanti Asmalasari, Duta Baca Provinsi Banten Suherman, Pegiat Literasi Banten Dzikry Ardan Afthaluddin, perwakilan DPK kabupaten/kota se-Provinsi Banten, Bank Indonesia, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), sekolah-sekolah, komunitas literasi, serta para tamu undangan lainnya.