Nuzulul Qur’an Dan Semangat Literasi Al-Qur'an
Sumber Gambar :Nuzulul Qur’an Dan Semangat Literasi Al-Qur'an
Oleh
: Asep Awaludin*
Bacalah,
dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia menciptakan manusia dari
segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Mahamulia. Yang mengajarkan dengan Qalam (pena). Dia mengajarkan manusia apa yang tidak
diketahuinya.”Surah Al-Alaq 1-5
Seluruh Umat Islam di dunia
sudah tidak asing lagi dengan ayat Al Qur’an diatas, ayat tersebut adalah wahyu
pertama yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat
Jibril pada malam yang disebut Nuzulul Qur’an. Seluruh umat islam didunia
mejadikan peristiwa diatas sebagai tonggak awal sejarah literasi islam.
Sejarah
Nuzulul Qur’an
Nuzulul Qur’an terjadi
pada Malam 17 Ramadhan Tahun ke 41 Kelahiran Nabi Muhammad SAW yang juga
bertepatan pada Tahun 610 M. pada saat itu Nabi Muhammad SAW sedang
melaksanakan Khalwat (mengasingkan diri ditempat yang sunyi untuk bertafakur)
di Gua Hira. Pada saat khalwat tersebut Nabi Muhammad SAW menerima wahyu
pertama surah Al-Alaq yang diturunkan oleh Allah SWT melalui Malaikat Jibril.
Menurut Manna’
al-Qaththan, terdapat dua mazhab pokok di kalangan para ulama di seputar
pemahaman tentang proses turunnya Al-Quran, yaitu pendapat Ibnu Abbas dan
sejumlah ulama, bahwa yang dimaksud dengan turunnya Al-Quran ialah turunnya
Al-Quran secara sekaligus ke Baitul ’Izzah di langit dunia untuk menunjukkan
kepada para malaikatnya bahwa betapa besar masalah ini, selanjutnya Al-Quran
diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Pendapat ini didasarkan pada
riwayat-riwayat dari Ibnu Abbas. Antara lain: “Al-Quran diturunkan sekaligus ke
langit dunia pada lailah al-qadr. Kemudian setelah itu, ia diturunkan selama
dua puluh tahun”. Pendapat yang disandarkan pada al-Sya’bi bahwa permulaan
turunnya Al-Quran dimulai pada lailah al-qadr di bulan Ramadhan, malam yang
diberkahi. Sesudah itu turun secara bertahap sesuai dengan peristiwa yang
mengiringinya selama kurang lebih duapuluh tiga tahun. Dengan demikian, Al-Quran
hanya memiliki satu macam cara turun, yaitu turun secara bertahap kepada
Rasulullah SAW.
Pada saat wahyu pertama
ini turun, Rasulullah tidak bisa membaca, Malaikat Jibril yang diutus oleh
Allah SWT memerintahkan Rasulullah untuk membaca “Iqra” (Bacalah). Wahyu yang
pertama tersebut adalah surah Al-Alaq yang terdiri dari ayat 1 sampai dengan 5.
Ayat ini menjadi pendorong, penggerak dan memotivasi umat islam untuk
memperoleh pengetahuan melalui membaca
Tradisi membaca dan
menterjemah menjadi kegiatan utama yang dilakukan para ulama pada zaman dahulu
sehingga Islam mempunyai peradaban ilmu pengetahuan yang sangat tinggi.
Kemampuan literasi para ulama terdahulu mulai dari membaca Al-Qur’an, hadist
dan kitab-kitab sehingga menghasilkan berbagai macam karya dibidang ilmu
pengetahuan
Keistimewaan Nuzulul Qur’an
Peristiwa Nuzulul
Qur’an telah menguatkan hati Rasulullah dan para sahabat untuk berjuang dan
berdakwah dan menyiarkan agama islam kepada suluruh umat manusia walaupun
perjuangan tersebut tidak mudah karena Rasulullah dan para sahabat banyak
mendapatkan cemoohan, ejekan serta hinaan dari para kaum pembenci islam. Nuzulul
Qur’an menjadi peristiwa yang sangat penting bagi umat islam diseluruh dunia.
Allah SWT Menurunkan Wahyu berupa Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan petunjuk
hidup bagi seluruh umat islam di dunia.
Ada
beberapa keistimewaan pada malam Nuzulul Quran, diantaranya adalah :
1. Malam turunnya Al-Quran
Sebuah
keistimewaan malam Nuzulul Quran yang pertama yaitu malam turunnya Al-Quran.
Dan ini tidak terjadi di malam-malam yang lain. Kitab suci Al-Quran ini
diturunkan bukan untuk Nabi Muhammad sendiri tetapi untuk menjadi pembeda
antara hak dan bathil juga menjadi petunjuk bagi umat Muslim.
2. Diturunkannya Wahyu yang pertama
Wahyu
pertama yang diturunkan kepada NabiMuhammad adalah surat Al Alaq ayat 1sampai
dengan 5. Saat wahyu tersebut diturunkan, Nabi Muhammad sedang menyendiri di
Gua Hira. Setelah itu, datanglah Malaikat Jibril menyampaikan wahyu tersebut.
3. Diangkatnya Nabi Muhammad SAW
menjadi utusan Allah dan menjadi Nabi yang terakhir
Tepat
setelah menerima wahyu yang pertama, Nabi Muhammad diangkat menjadi seorang
Rasulullah. Beliau juga merupakan Nabi Akhir zaman, yang artinya adalah Nabi
terakhir dan Nabi yang membawa kita dari zaman jahiliyah hingga menuju zaman
yang terang benderang ini.
Kesimpulan
Nuzulul Qur’an menjadi peristiwa yang
sangat penting bagi Umat Islam di dunia. Di Indonesia malam Nuzulul Qur’an
diperingati pada malam ke 17 Bulan Ramadhan. Para Ulama berpendapat Allah SWT
akan melipat gandakan pahala umat Islam yang beribadah pada Malam Nuzulul
Qur’an, para Malaikat turun ke bumi untuk memberikan do’a kepada setiap orang
yang beribadah pada malam yang penuh keberkahan,
Nuzulul
Qur’an memberi semangat literasi yang diimplementasikan dengan mengisi malam
Nuzulul Qur’an itu dengan istiqomah membaca Al-Qur’an dan mengkhatamakannya
selama bulan suci Ramadhan. Kedua,
budaya masyarakat muslim terutama di malam Nuzulul quran yaitu memperbanyak
i’tikaf yang diisi dengan literasi Al-Qur’an dan dzikir lainnya. Dan yang
ketiga, memperbanyak sholat malam dan banyak berdo’a sebagai rangkaian dari
literasi Qur’an.
Semoga
dengan peringatan Nuzulul Qur’an ini, kita berharap bukan sekedar seremonial yang
kita peringati pada setiap tanggal 17 Ramadhan ini, akan tetapi kita dapat
lebih giat dan semangat dalam upaya meningkatkan literasi Al-Qur’an sehingga
dapat meningkatkan nili ibadah kita kepada Allah SWT.
“Wallahu ‘alam bishawab”
Daftar Pustaka :
1.
Abu
Zaid, Nasr Hamid, Mafhum al-Nash Dirasah fi ‘Ulum al-Qur’an. Diterjemahkan oleh
Khoiron Nahdliyyin dengan judul, Tekstualitas Al-Quran; Kritik Terhadap Ulumul
Quran, Cet. II;Yogyakarta: LKiS, 2002.
2.
Wikipedia
Indonesia, Sejarah Nuzulul Qur’an
· Pemustaka