Dampak PELITA (Pemimpin Edukasi Luhur, Inspirasi Tanpa Akhir) Terhadap Mutu Sekolah

Sumber Gambar :

Oleh Luda Sofiah, S.Pd. MM*

Penting bagi kepala sekolah untuk terus belajar, berinovasi, dan keluar dari zona nyaman agar masa depan siswa lebih baik. Dari hasil pengamatan sebelumnya di institusi pendidikan yang saya pimpin ada beberapa permasalahan yang di temukan  diantaranya; Kurangnya inovasi membuat sekolah akan sulit untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, seperti kemajuan teknologi atau perubahan  kurikulum. Kepala sekolah belum memberikan contoh yang baik dengan terus belajar dan berkembang, maka motivasi guru juga akan menurun. Prestasi siswa masih stagnan mengakibatkan kualitas pembelajaran yang monoton akan berdampak pada hasil belajar siswa selanjutnya

            Dalam konteks kepala sekolah, zona nyaman bisa berarti menjalankan tugas sehari-hari dengan rutinitas yang sama, tidak ada inovasi, dan cenderung menghindari tantangan baru yang tentunya akan berdampak pada kualitas Pendidikan. Sebagai kepala sekolah tantangan yang di hadapi dan harus di perbaiki  diantaranya, pertama, Praktik pembelajaran paradigma baru yang belum sepenuhnya dilakukan. Kedua, Kepala sekolah yang cenderung mempertahankan status quo dan menolak ide-ide baru. Ketiga, Kurang terbuka terhadap kritik, merasa bahwa dirinya selalu benar dan tidak mau menerima masukan dari orang lain hingga berdampak pada kualitas pembelajaran 

Praktik baik ini disampaikan sebagai salah satu kegiatan yang menginspirasi untuk  meningkatkan kualitas kepala sekolah bagaimana memotivasi  guru agar memiliki  kesadaran diri untuk berkembang dan menerima perubahan. Karena dengan referensi inspiratif yang positif ini diharapkan akan berdampak pada kualitas hasil belajar siswa. Oleh karenanya Kepala sekolah harus memiliki visi yang jelas tentang masa depan sekolah dan melibatkan seluruh komponen sekolah dalam merumuskan visi tersebut. Untuk mengatasi permasalahan tersebut di atas saya mencoba melakukan perubahan dengan tahapan dengan harapan hal ini dapat menjadi salah satu upaya perbaikan mutu sekolah baik di sekolah yang saya pimpin maupun di sekolah lainnya.

Proses kegiatan yang saya lakukan “dimulai dengan” membudayakan inovasi dengan menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung inovasi dan kreativitas. Membudayakan inovasi adalah proses yang terus menerus. Sebagai pemimpin pembelajaran kita diharapkan mampu  menciptakan lingkungan yang mendukung inovasi dengan memberikan fasilitas yang memadai, ruang untuk bereksperimen, dan mendorong siswa untuk mencoba hal-hal baru. Berani mengubah sekolah kita menjadi laboratorium ide-ide inovatif.

Saya harus melakukan perubahan, di mulai dengan sarana  yang mudah di perbaiki  dan terjangkau. Melakukan coaching untuk mengajak guru dan warga sekolah agar bekerja sama  memelihara dan menjaga lingkungan sekolah. Halaman Sekolah sebelumnya berfungsi hanya untuk upacara dan bermain bola plastik milik siswa, karena sekolah tidak memiliki bola sama sekali, dengan niat kuat dan rejeki yang ada saya dan guru  merubah lapangan menjadi tempat siswa berolahraga tidak hanya sepak bola tetapi tersedia permainan  bulu tangkis dan voli, lapangan juga dicat hijau agar  nampak kegunaannya. Penataan tanaman mulai dirapikan agar tidak nampak kumuh seperti sebelumnya.  Ruang kelas yang masih belum tertata mulai di benahi. Ruang kantor yang tidak terurus dirapikan. Fasilitas parkir dibangun oleh warga sekolah menjadi tempat kendaraan guru dan wali murid. 

Untuk meningkatkan ketrampilan dan cinta budaya  Program Ekstrakulikuler juga dikembangkan seperti kegiatan Pramuka, bermain musik angklung dan rebana, dan pemanfaatan IT sesuai kesepakatan di buatlah jadwal latihan baik untuk siswa maupun guru, Cara berpakaian siswa yang semula tidak lengkap dan kurang bersih juga ditekankan dengan menerapkan disiplin berpakaian. Pembiasaan lain yang semula belum maksimal dirutinkan kembali.

Melakukan pendampingan dan mengarahkan guru untuk menerima perubahan terutama peningkatan mahir menggunakan IT. Mengajak guru  melakukan inovasi melalui berbagai contoh yang pernah saya lakukan saat menjadi guru. Karena sebagai kepala sekolah tidak hanya memerintah dan memberikan tugas namun ada baiknya memberikan contoh praktik baiknya disela supervisi atau kegiatan komunitas belajar dalam sekolah yang rutin dijadwalkan. Berbagi pengalaman mengajar secara rutin mulai dari hal yang mudah terlebih dahulu dan dapat diterima oleh guru.Namun tetap menghargai apapun yang sudah dilakukanoleh guru dapat menjadi motivasi guru untuk menerima perubahan sebagai salah satu apresiasi kepala sekolah terhadap kinerja guru.

            Proses kegiatan yang kedua sebagai pendidik sedari masih menjadi guru saya senang mencari pengalaman belajar, membangun kerjasama dengan pihak luar seperti komunitas belajar, komunitas penulis, dan praktik belajar di luar sekolah atau daerah lain, menjadi pamong daljab di perguruan tinggi, atau lembaga pendidikan lainnya untuk mendapatkan masukan dan ide-ide baru. Melakukan kolaborasi dengan dunia luar dapat menambah pemahaman lintas ilmu merupakan kompetensi yang lebih bermakan dan menjadi upaya peningkatan kualitas diri saya sebagai kepala sekolah. Semua guru perlu diberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan dan pengembangan diri yang relevan.

            Dari beberapa pengalaman  belajar yang saya dapatkan selain meningkatkan buadaya belajar dalam sekolah, saya juga aktif  di kelompok kerja kepala sekolah dan kelompok kerja gugus II, dikomunitas ini saya mencari ruang  berkolaborasi mengajak para kepala sekolah dan guru agar memiliki keyakinan kuat bahwa untuk membawa sekolah yang lebih berkualitas maka  seluruh pendidik harus berani keluar dari zona nyaman mereka agar dapat mengembangkan potensi dengan menciptakan program-program baru meningkatkan kualitas pembelajaran,  bahkan menciptakan  budaya positif sekolah yang lebih baik

            Di beberapa pertemuan rutin Kelompok Kerja Gugus 2, saya memberikan materi  praktik baik dan peningkatan kualitas penggunaan IT bagi guru. Melayani  konsultasi diluar jam kerja. Sekedar memberikan pelatihan belajar sesuai kebutuhan sekolah baik di dalam lingkungan kecamatan maupun diluar kecamatan,  kegiatan ini saya lakukan dengan senang hati tanpa tarif. Jika ada materi baru yang saya dapat biasanya langsung dibagikannya ke guru-guru baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah.

Sebagai pendidik saya  merasa bertanggung jawab untuk melakukan transformasi dari sekolah konvensional ke sekolah yang inovatif dan kreatif. Memberi dampak baik untuk menyiapkan siswa menjadi pemimpin masa depan melatih keterampilan seperti berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif, bekerja sama untuk membuat sekolah yang tidak hanya memberikan pendidikan tetapi juga mendorong siswa untuk terus belajar dan berkembang. Setiap hari memberi kita kesempatan untuk mengembangkan ide-ide baru dan mengubah dunia. Saya berusaha  ingin menumbuhkan generasi muda yang berani, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan dengan menciptakan lingkungan yang mendukung kreativitas dan inovasi.

            Kegiatan yang ketiga sebagai kepala sekolah saya melakukan evaluasi kinerja secara berkala untuk mengukur kemajuan sekolah dan memberikan umpan balik. Dan sebagai kepala sekolah, saya sangat meyakini bahwa evaluasi kinerja yang dilakukan secara berkala adalah kunci keberhasilan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah.  Melalui evaluasi ini, saya tidak hanya sekadar mengukur capaian yang telah diraih, namun juga menggali potensi yang belum termaksimalkan

Evaluasi kinerja membentuk peta jalan untuk kemajuan sekolah,  saya  sebagai kepala sekolah yang juga merangkap operator. Dengan melihat data dan hasil rapor pendidikan  selama dua tahun terakhir di jadikan acuan evaluasi, disini saya dapat menemukan kekuatan dan kelemahan saya dan menetapkan tindakan strategis yang akan membantu mencapai tujuan yang lebih besar.

Umpan balik konstruktif  semua warga sekolah, dari siswa hingga guru, memiliki kesempatan untuk memberikan umpan balik yang konstruktif satu sama lain melalui evaluasi tersebut . Hal ini penting untuk mendorong pengembangan diri dan perbaikan sekolah

Akuntibilitas melalui pemanfaatan dana bos dan rencana kerja sekolah, sebagai manajerial kepala sekolah. Evaluasi menunjukkan bahwa kita bertanggung jawab atas semua keputusan dan tindakan yang diambil. Dengan melakukan evaluasi, kita dapat mempertanggungjawabkan kinerja sekolah kepada semua pihak yang terlibat, seperti orang tua siswa, komunitas, dan pemerintah. Motivasi: Evaluasi yang objektif dan adil dapat mendorong semua anggota sekolah untuk berinovasi dan memberikan kontribusi yang positif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran

            Selanjutnya proses yang keempat selaku kepala sekolah baiknya memberikan contoh  berbagi praktik baik yang telah dilakukan untuk memotivasi guru dan siswa baik melalui  shearing atau bercerita tentang prestasi dan apresiasi yang pernah diraih, seperti bagaimana proses mengantarkan siswa menjuarai beberapa bidang lomba sewaktu masih jadi guru, pengelolaan  perpustakaan  yang baik. Dan saya juga berkarya di luar jam kerja dengan   aktif menulis di 40 buku ber ISBN, pengalaman lain yang bisa di bagikan juga sangat membantu keterbukaan wawasan rekan sejawat bagaimana proses pendidikan ketika melakukan kunjungan study banding ke luar kota,  berbagi pengalaman menjadi pengajar Praktik, pemateri di kegiatan gugus sekolah, fasilitator USAID dan menjadi pamong daljab di salah satu perguruan tinggi, serta memiliki prestasi bidang pendidikan dan pengalamn yang dapat memotivasi  guru dan siswa agar menerima perubahan dan memiliki jiwa kompetitif, mengenal kompetensi diri dan mampu berkembang sesuai tuntutan zaman.

            Sebagai kepala sekolah saya terus berusaha memberikan contoh yang baik dengan terus belajar dan berkembang, untuk memotivasi guru, saya selalu kagum dengan semangat juang para guru dalam mendidik generasi muda, yang setiap hari menaburkan ilmu dan menginspirasi siswa-siswi. Namun, di tengah kesibukan mengajar, seringkali kita lupa bahwa proses belajar mengajar itu sendiri adalah sebuah perjalanan panjang, sebuah proses yang tidak pernah berhenti.

Refleksi

            Belajar dan berkembang bukanlah sekadar tuntutan, melainkan sebuah kebutuhan. Karena dunia pendidikan terus bergerak dinamis, kurikulum berubah, teknologi berkembang pesat, dan kebutuhan siswa pun semakin beragam. Jika kita ingin tetap relevan dan mampu memberikan yang terbaik bagi siswa, maka sebagai kepala sekolah selain bertugas sebagai administrator, tetapi juga  membimbing memotivasi dan mendampingi perkembangan guru dan peserta didik harus terus belajar dan memperbarui pengetahuan. Yang harus di rumah pola pikirnya adalah berada di zona nyaman bagi kepala sekolah dapat menjadi ancaman bagi kemajuan sekolah. Oleh karena itu, penting bagi kepala sekolah untuk terus belajar, berinovasi, dan keluar dari zona nyaman demi masa depan yang lebih baik bagi siswa..

Dampak kinerja kepala sekolah selama satu tahun 6 bulan ada beberapa perubahan yang lebih baik. Pertama, Bagi guru : Adanya peningkatan kualitas penggunaan IT bagi guru. Berbagi pengalaman mengajar secara rutin menggunakan yang mudah dan dapat diterima oleh guru. Membudayakan inovasi  proses yang terus menerus. Sebagai pemimpin pembelajaran  dan mulai menciptakan lingkungan yang mendukung inovasi dengan memberikan fasilitas yang dimiliki serta memanfaatkan ruang untuk bereksperimen.

Kedua, Bagi siswa: Pembelajaran dapat di akukan dengan pemanfatan lapangan dan keleluasaan siwa beresplorasi  berolahraga tidak hanya sepak bola,  bulu tangkis dan voli. Ruang berekspresi meningkatkan keterampilan dengan berlatih bermain musik daerah seperti angklung dan rebana. Siswa berlatih percaya diri dan mandiri dengan adanya ekstrakulikuler  pramuka, TIK, budaya baca dan peningkatan kualitas lainnya. Pembelajaran jadi menyenangkan karena guru mulai berinovasi dengan metode belajar dan kreativitas yang sesuai dengan kebutuhan siswa.

Ketiga, Bagi warga sekolah. Adanya dorongan untuk meningkatkan kerjasama yang baik untuk mencapai kualitas belajar peserta didik. Paguyuban kelas yang solid dan  kreatif sudah mulai nampak, warga sekolah  bekerja sama memelihara dan menjaga lingkungan. Halaman sekolah yang sebelumnya berfungsi hanya untuk upacara dan bermain bola plastik milik siswa. Dengan evaluasi sekolah dapat menemukan kekuatan dan kelemahan sekolah  dan menetapkan tindakan strategis yang akan membantu mencapai tujuan yang lebih besar. Semua warga sekolah, dari siswa hingga guru, memiliki kesempatan untuk memberikan umpan balik yang konstruktif satu sama lain.

Kesimpulan

Untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi siswa, kepala sekolah harus menjadi agen perubahan. Dengan membudayakan inovasi, meningkatkan kompetensi diri, membangun budaya belajar, melakukan evaluasi kinerja, dan memberikan contoh yang baik, kepala sekolah dapat membawa sekolah ke arah yang lebih maju. Belajar dan berkembang bukanlah sekadar tuntutan, melainkan sebuah kebutuhan. Karena dunia pendidikan terus bergerak dinamis.

Perjalanan seorang kepala sekolah bukan hanya tentang mengelola sebuah lembaga, tetapi juga tentang membentuk masa depan pikiran-pikiran muda yang tak terhitung jumlahnya. Peran penting para pemimpin sekolah dalam membina inovasi, menginspirasi para guru, dan pada akhirnya, meningkatkan prestasi siswa. Dengan meneliti tantangan-tantangan yang dihadapi dalam pendidikan dan mengeksplorasi strategi-strategi praktis untuk perbaikan, kami telah menunjukkan bahwa seorang kepala sekolah yang proaktif dan visioner dapat menciptakan lingkungan belajar yang membuat siswa berkembang.

Menggaris bawahi kekuatan transformatif kepemimpinan. Dengan menumbuhkan budaya belajar berkelanjutan, mendorong pengambilan risiko, dan merangkul perubahan, kepala sekolah tidak hanya meningkatkan prestasi akademik siswanya tetapi juga menciptakan komunitas sekolah yang lebih menarik dan mendukung. Keberhasilan sebuah sekolah tidak dapat dipisahkan dari kepemimpinan kepala sekolahnya. Dengan keluar dari zona nyaman, mencari tantangan baru, dan bekerja sama dengan orang lain, kepala sekolah dapat menciptakan sekolah yang tidak hanya responsif terhadap tuntutan zaman, tetapi juga menumbuhkan kecintaan belajar seumur hidup pada siswanya.

            Pentingnya pola pikir berkembang: Kepala sekolah harus menjadi pembelajar seumur hidup yang berkomitmen pada pengembangan pribadi dan profesional. Perlunya budaya sekolah yang mendukung: Lingkungan sekolah yang positif dan kolaboratif sangat penting untuk menumbuhkan inovasi dan kreativitas. Kekuatan pengambilan keputusan berdasarkan data: Kepala sekolah harus menggunakan data untuk menginformasikan keputusan mereka dan mengukur dampak inisiatif mereka. Pentingnya kemitraan komunitas: Berkolaborasi dengan orang tua, organisasi komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Saat kita melihat masa depan pendidikan, jelas bahwa peran kepala sekolah akan terus berkembang. Dengan menghadapi tantangan dan peluang yang ada di depan, kepala sekolah dapat memastikan bahwa sekolah mereka siap untuk memenuhi kebutuhan generasi pelajar berikutnya. Semoga bermanfaatan.

*Kepala  SDN Sadah Kec. Ciruas kab Serang


Share this Post