Mengenalkan Literasi Digital melalui Layanan Mobil Pintar dan iBanten

Sumber Gambar :
 

Di zaman yang modern ini kita tidak bisa terpisahkan dari internet, banyak informasi yang bisa didapatkan dari internet. Penggunaan  internet dapat dikatakan sebagai bagian dari kegiatan sehari-hari, terutama ketika masa pandemi seperti ini. Banyak pekerjaan, sekolah,, kuliah, dan akses-akses tempat umum dialihkan melalui media sosial yang berarti membutuhkan internet.

Dalam kehidupan sehari-hari banyak diantara kita yang sangat ketergantungan akan internet, terutama untuk komunikasi dan informasi. Internet sudah seperti kebutuhan  pokok, terkadang kita merasa seperti kurang informasi ketika kita tidak menggunakan internet.

Penggunaan internet juga harus diperhatikan, karena banyak hal yang bersifat positif dan negatif dari internet. Kita harus bisa menyaring informasi-informasi yang beredar di media sosial melalui internet. Terkadang kita salah mencerna berita-berita yang belum tentu jelas kebenarannya atau hoax.

Penggunaan internet dapat menimbulkan dampak positif sebagaimana dikutip dari https://www.gramedia.com/literasi/dampak-positif-dan-negatif-internet/ dikatatakan antara lain mudah dalam komunikasi, mudah mencari informasi, mudah  transaksi bisnis, komunikasi tidak terbatas, mudah bekerja jarak jauh, banyak layanan umum, termasuk layanan pemerintah, banyak konten untuk hiburan, mendapat informasi terkini, mengenal budaya baru dan tempat untuk menghasilkan karya. Sedangkan dampak negatif dari penggunaan internet yaitu  membahayakan informasi pribadi, banyak penipuan, pelecehan seksual atau cyber bullying, banyak video atau gambar terkait kekerasan, anti sosial, banyak informasi palsu, plagiasi, tindak kejahatan, konten pornografi, kecanduan internet, tidak peka keadaan sekitar, dan masalah kesehatan

Di Indonesia penggunaan internet selalu diawasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Menurut Kemkominfo, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 82 juta orang dan berada pada peringkat ke-8 dunia. Dari jumlah tersebut, 80 persen di antaranya adalah remaja berusia 15-19 tahun. Dengan jumlah pengguna internet yang mayoritas mengunakan jejaring sosial dan berbagai akses informasi maka sangat diperlukan edukasi yang tepat mengenai internet itu sendiri.

Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten memiliki inovasi yang dapat memberikan layanan internet kepada masyarakat yaitu dengan layanan mobil pintar. Program ini adalah layanan yang diberikan untuk masyarakat di Provinsi Banten sebagai bentuk sosialisasi internet  secara sehat dan bijak. Masyarakat yang mendapatkan layanan perpustakaan tersebut diberikan pendampingan dan informasi bagaimana mengakses secara baik lewat internet. Informasi yang dicari tersebut harus dipilah dan disaring agar informasi yang diperoleh dapat bermanfaat bagi pengembangan pengetahuan dan kehidupannya secara sosial.

Seiring perkembangan teknologi infromasi di Provinsi Banten yang semakin cepat maka dibutuhkan pula layanan internet yang tepat kepada masyarakatnya. Layanan mobil pintar memberikan layanan internet yang sehat dan bijak agar masyarakat di Provinsi Banten terhindar dari Gagap Teknologi dan berita hoax.

Dalam pelaksanaan dilapangan sebelum masa pandemi COVID-19 banyak masyarakat yang terbantu dari layanan internet yang disediakan oleh mobil pintar ini, diantaranya di sekolah banyak murid yang mendapatkan tugas lalu mencari jawabannya di internet yang disediakan mobil pintar. Selain itu ketika salah satu pelayanan perpustakaan tersebut dilaksanakan diakhir pekan yang digelar di tempat-tempat umum seperti alun-alun dan pusat keramaian banyak masyarakat yang menikmati layanan tersebut.

Seiring dengan berjalannya waktu layanan mobil pintar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten terus berinovasi dengan melakukan sosialisasi layanan layanan digital seperti layanan iBanten yang merupakan layanan buku secara elektronik.

Disaat pandemic seperti sekarang ini layanan Perpustakaan dilaksanakan secara tertutup. Jadi banyak masyarakat yang ingin membaca buku di perpustakaan secara langsung tetapi tidak bisa. Dengan adanya aplikasi iBanten masyarakat yang ingin membaca buku dapat meminjam buku secara elektronik melalui aplikasi ibanten.

Masyarakat yang membutuhkan informasi dan ingin membaca dapat menikmati layanan ibanten tersebut. Cara untuk mendapatkan aplikasinya pun sangat mudah yaitu dengan mendownload aplikasi iBanten di playstore gadget dan sudah bisa masuk melalui email. Aplikasi ini berisi e-book berbagai disiplin ilmu yang bisa diakses atau dipinjam melalui handphone oleh siapapun tanpa harus menjadi anggota perpustakaan terlebih dahulu. Bagi masyarakat yang sudah mengunduh aplikasi ini bisa meminjam buku (e-book) selama sepuluh hari dan memperpanjang masa peminjaman selama sepuluh hari kedepan atau mengganti dengan koleksi lainnya.

  Dengan adanya aplikasi ini masyarakat sangat diberikan kemudahan dalam mengakses buku-buku yang ingin dibaca tanpa perlu dating ke perpustakaan, yang penting mereka (masyarakat) memiliki alat dan perlengkapan untuk mengaksesnya. Sehingga indeks literasi masyarakat di Provinsi Banten dapat meningkat sesuai dengan harapan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten.

Inovasi yang dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten dalam pengembangan literasi digital ini agar terlaksananya pelayanan prima kepada pemustaka dan masyarakat. Dan hal ini akan terus dilaksanakan agar informasi-informasi yang disediakan bisa terus diakses terutama oleh masyarakat yang jauh dari perpustakaan menetap.

 

*Pemustaka


Share this Post